Larangan Berbuat Zalim; Al-Baqarah 2;35

https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/
https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/

Dalam kehidupan bermasyarakat, keadilan dan kasih sayang adalah fondasi utama yang harus dijaga. Salah satu hal yang sangat dilarang dalam ajaran agama dan norma sosial adalah berbuat zalim.

Zalim, atau berbuat aniaya kepada diri sendiri maupun orang lain, telah melanggar hak asasi manusia serta dapat menimbulkan dampak negatif yang luas bagi kehidupan individu dan masyarakat. Artikel ini akan membahas larangan berbuat zalim secara mendalam, pentingnya menegakkan keadilan, dan bagaimana kita dapat menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang termaktub dalam al-Qur’an surah al-Baqarah 2;35 yang berbunyi:

وَقُلْنَا يٰٓاٰدَمُ اسْكُنْ اَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَاۖ وَلَا تَقْرَبَا هٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُوْنَا مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۝٣٥

wa qulnâ yâ âdamuskun anta wa zaujukal-jannata wa kulâ min-hâ raghadan ḫaitsu syi’tumâ wa lâ taqrabâ hâdzihisy-syajarata fa takûnâ minadh-dhâlimîn

Kami berfirman, “Wahai Adam, tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga, makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu, dan janganlah kamu dekati pohon ini,sehingga kamu termasuk orang-orang zalim!”

Konteks ayat : Setan menzalimi (menipu) Nabi Adam alaihi salam dengan bersumpah bahwa siapa yang memakan buah pohon itu akan kekal di dalam surga (lihat surah Ṭāhā 20:120). Nabi Adam yang polos karena mendengar Setan telah bersumpah atas nama Allah, menuruti arahan setan dan melanggar Ketentuan Allah. Dari sini terlihat bahwa setan memang musuh manusia karena siap menjerumuskan manusia dengan cara apapun. Nabi Adam pun dianggap telah menzalimi diri sendiri karena mengikuti setan yang jelas-jelas adalah musuh, sehingga melanggar ketentuan Allah.

Zalim dan Dampaknya bagi Diri Sendiri dan Masyarakat

Kezaliman merupakan dosa besar yang dapat menghapus keberkahan dan rahmat dari Allah.  Zalim terhadap diri sendiri meliputi tindakan atau sikap yang merugikan atau menyakiti diri sendiri secara sadar maupun tidak sadar. Berupa tindakan yang merugikan kesehatan, mental, maupun kehidupan secara keseluruhan. Penting untuk menyadari dan memperbaiki perilaku tersebut demi kebaikan diri sendiri.

Selain itu, berbuat zalim juga menyebabkan ketidakadilan, kesengsaraan, dan ketidakharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh korban, tetapi juga berpengaruh terhadap pelaku dan lingkungan sekitarnya. Ketika seseorang melakukan kezaliman, hal itu dapat memicu konflik, permusuhan, dan merusak hubungan sosial. Oleh karena itu, larangan ini harus menjadi perhatian utama bagi setiap individu agar tercipta masyarakat yang adil dan damai.

Cara Menjauhi Perbuatan Zalim dan Membangun Kehidupan yang Adil

Sebagai umat manusia, kita harus senantiasa berusaha menjauhi sifat zalim dan menegakkan keadilan di setiap aspek kehidupan. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. Meningkatkan Kesadaran Diri
    Sadari bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Hindari sifat iri, dengki, dan dorongan untuk menindas orang lain demi keuntungan pribadi.
  2. Menjaga Kesehatan dan Memanfaatkan Waktu Sebaik Mungkin
    Merawat diri, tidak melakukan hal-hal yang dapat merusak kesehatan dan menggunakan waktu dengan aktifitas yang bermanfaat.
  3. Menegakkan Keadilan dalam Setiap Keputusan
    Baik dalam pekerjaan, keluarga, maupun bermasyarakat, berikan perlakuan adil dan objektif. Jangan membeda-bedakan orang berdasarkan latar belakang atau status sosial.
  4. Menghindari Fitnah dan Penghinaan
    Hindari menyebarkan berita bohong, fitnah, atau memperlakukan orang lain dengan kasar. Sebaliknya, berikanlah nasihat dan solusi yang membangun.
  5. Berbuat Baik dan Menolong Sesama
    Kebaikan dan tolong-menolong adalah kunci utama untuk mencegah kezaliman. Dengan saling membantu, akan tercipta suasana yang harmonis dan penuh kasih sayang.

Kesimpulan

Larangan berbuat zalim adalah perintah yang tidak hanya berlaku dalam ajaran agama, tetapi juga merupakan nilai universal yang harus dijunjung tinggi. Berbuat adil dan menegakkan keadilan akan membawa manfaat besar, baik di dunia maupun di akhirat. Mari kita jadikan keadilan sebagai landasan utama dalam setiap tindakan kita, sehingga tercipta masyarakat yang harmonis, penuh kedamaian, dan berkeadilan. Ingatlah bahwa setiap kezaliman akan mendapatkan balasan, dan kebaikan akan membawa keberkahan.

Jaga diri dari perbuatan zalim. Bangunlah dunia yang adil dan penuh kasih sayang mulai dari diri sendiri dan keluarga kita!

Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top