Larangan Berbuat Syirik; Al-Baqarah 2;22

https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/
https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/

Dalam ajaran Islam, larangan berbuat syirik merupakan salah satu pondasi utama yang harus dipahami dan dihindari oleh setiap Muslim karena merupakan dosa besar dan pelanggaran serius dalam agama.

Artikel ini akan mengulas tentang larangan berbuat syirik, mengapa hal tersebut dilarang, serta dampaknya bagi kehidupan di dunia dan akhirat.

Pengertian Syirik dalam Islam

Syirk secara bahasa berasal dari bahasa Arab شركا  – یشرك  – شرك yang berarti berserikat atau bersekutu. Sementara Syirik secara istiah bermakna menjadikan sesuatu kepada selain Allah sebagai Tuhan untuk disembah dan ditaati. Atau menganggap adanya kekuatan lain yang mampu mengatur kehidupan selain Allah. seperti yang termaktub dalam surah al-Baqarah 2;22:

الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ فِرَاشًا وَّالسَّمَاۤءَ بِنَاۤءًۖ وَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَخْرَجَ بِهٖ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزْقًا لَّكُمْۚ فَلَا تَجْعَلُوْا لِلّٰهِ اَنْدَادًا وَّاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ۝٢٢

alladzî ja‘ala lakumul-ardla firâsyaw was-samâ’a binâ’aw wa anzala minas-samâ’i mâ’an fa akhraja bihî minats-tsamarâti rizqal lakum, fa lâ taj‘alû lillâhi andâdaw wa antum ta‘lamûn

(Dialah) yang menjadikan bagimu bumi (sebagai) hamparan dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untuk kamu. Oleh karena itu, janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui.

  • Bumi sebagai hamparan: Allah menjadikan bumi sebagai tempat tinggal yang terbentang dan dapat dihuni, stabil dengan gunung-gunung.
  • Langit sebagai atap: Langit diciptakan sebagai atap yang terpelihara di atas bumi.
  • Air hujan dan buah-buahan: Allah menurunkan hujan dari langit yang menumbuhkan berbagai buah sebagai rezeki bagi manusia.
  • Larangan syirik: Karena semua nikmat itu berasal dari Allah, maka janganlah membuat sekutu bagi-Nya (syirik)

Bentuk-Bentuk Syirik yang Perlu Dihindari

Berikut beberapa bentuk syirik yang umum dilakukan dan harus dihindari:

  1. Syirik Akbar (besar)
    • Menyekutukan Allah secara langsung, seperti menyembah berhala, patung, atau selain Allah.
    • Menganggap adanya kekuatan lain yang mampu mengatur kehidupan selain Allah.
  2. Syirik Asgar (kecil)
    • Riya (pamer amal ibadah agar dilihat orang lain).
    • Takabur dan riya yang mengurangi keikhlasan dalam beribadah.
    • Berdoa kepada selain Allah, seperti memohon keberuntungan dari benda-benda tertentu.
    • Mengagungkan makhluk melebihi batas yang seharusnya.

Dampak Buruk Berbuat Syirik

Syirik merupakan dosa besar yang menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan dan kerusakan. Islam mengajarkan bahwa hanya Allah subhanahu wa ta a’la satu-satunya Tuhan yang berhak disembah dan ditaati. Berbuat syirik memiliki konsekuensi yang sangat serius, baik di dunia maupun di akhirat, antara lain:

  • Hilangnya keberkahan hidup
    Rezeki yang diperoleh dari perbuatan syirik tidak akan berkah dan seringkali membawa kesengsaraan.
  • Dosa besar dan ancaman neraka
    Syirik adalah dosa besar yang tidak diampuni jika tidak bertaubat sebelum meninggal.
  • Menghambat masuk surga
    Allah tidak akan menerima amal ibadah yang dilakukan tanpa keikhlasan dan tanpa tauhid yang benar.

Cara Menghindari Perbuatan Syirik

Untuk menjaga keimanan dan mendapatkan keselamatan dunia akhirat, umat Islam harus:

  • Memahami tauhid dengan benar
    Menegaskan keimanan kepada Allah, Rasul, dan hari akhir serta menolak segala bentuk syirik.
  • Selalu berdoa memohon perlindungan dari syirik
    Seperti membaca doa dan dzikir yang diajarkan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, dan para sahabat serta para alim ulama.
  • Menjauhi segala bentuk budaya dan praktik yang bertentangan dengan syariat
    Termasuk kepercayaan yang menyimpang dan adat yang mengandung unsur syirik.
Kesimpulan

Larangan berbuat syirik adalah perintah tegas dari Allah subhanahu wa ta a’la yang harus dipatuhi oleh setiap Muslim. Menjaga tauhid adalah kunci utama agar terhindar dari dosa besar ini dan mendapatkan keberkahan serta keselamatan di dunia dan akhirat. Mari tingkatkan keimanan dan selalu berpegang teguh pada ajaran Islam yang murni dan benar.

Jaga iman, jauhi syirik, dan raih kebahagiaan hakiki dengan selalu bertakwa kepada Allah.

Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top