Keutamaan Puasa: Setan Dibelenggu – Hadis Sahih Bukhari 1899

https://hasanah.info/category/kajian/rukun-islam/puasa/
https://hasanah.info/category/kajian/rukun-islam/puasa/

Puasa Ramadan merupakan salah satu rukun islam yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Salah satu keutamaan puasa adalah setan dibelenggu, sehingga kita perlu juga untuk membelenggu nafsu duniawi yang ada dalam diri kita.

Apa Itu Puasa Ramadan?

Puasa Ramadan adalah menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari selama bulan Ramadan. Nabi telah memberitahu bahwa di bulan puasa Pintu Surga dibuka, Pintu Neraka ditutup, dan setan dibelenggu, seperti yang tercantum dalam hadis sahih Bukhari 1899 :

حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ، قَالَ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ، عَنْ عُقَيْلٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ أَبِي أَنَسٍ، مَوْلَى التَّيْمِيِّينَ أَنَّ أَبَاهُ، حَدَّثَهُ أَنَّهُ، سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ ‏”‏‏.‏

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Al-Lait, dari Uqail, dari Ibn Shihab, ia berkata: Telah mengabarkan kepadaku Ibn Abi Anas, seorang maula dari Taimiyyin, bahwa ayahnya telah menceritakan kepadanya bahwa ia mendengar Abu Hurairah -radiyallahu anhu- berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila bulan Ramadhan tiba, pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.”

Saat Puasa, setan tidak bisa lagi kita kambing hitamkan atas segala kesalahan yang kita lakukan. Karena yang kita lakukan adalah sebetulnya didasarkan atas nafsu duniawi yang ada dalam diri.

Apa Itu Nafsu Duniawi?

Nafsu duniawi adalah hasrat yang berlebihan terhadap hal-hal materi dan duniawi yang tidak kekal. Nafsu ini sering kali membuat seseorang lupa akan nilai-nilai spiritual dan tujuan hidup yang hakiki. Contoh ‘nafsu duniawi yang buruk’ meliputi keinginan untuk memiliki kekayaan berlimpah, popularitas, kekuasaan, dan kenikmatan fisik tanpa batas dan tanpa upaya yang dapat dibenarkan oleh hukum syar’i.

Cara Menghindari Bahaya Nafsu Duniawi

  1. Menumbuhkan Kesadaran Spiritual
    Memperkuat iman dan spiritualitas dapat membantu kita lebih fokus pada kebahagiaan hakiki yang bersifat abadi, bukan kekayaan atau kekuasaan duniawi.
  2. Berprinsip dalam Mengelola Keinginan
    Mengendalikan nafsu dengan prinsip dan disiplin diri sangat penting. Sadari bahwa keinginan berlebihan hanya akan membawa penderitaan.
  3. Berzikir dan Berdoa
    Kegiatan spiritual seperti berzikir dan berdoa dapat menenangkan hati dan mengingatkan kita akan kekayaan spiritual yang tidak ternilai harganya.
  4. Bersyukur dan Berbagi
    Mengembangkan rasa syukur dan berbagi dengan sesama dapat mengurangi rasa serakah dan memperkuat ikatan sosial yang positif.
  5. Mencari Kebahagiaan dari Hal-hal yang Hakiki
    Fokus pada hal-hal yang membawa kedamaian dan kebahagiaan sejati seperti keluarga, amal, dan pencapaian spiritual.
Penutup

Salah satu syarat puasa adalah menahan nafsu duniawi. Nafsu duniawi memang menggoda dan sulit dihindari, namun dengan kesadaran dan usaha yang konsisten, kita dapat mengendalikan keinginan tersebut. Ingatlah bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada kekayaan dan kekuasaan , melainkan pada kedamaian hati dan kedekatan dengan Tuhan. Dengan menghindari bahaya nafsu duniawi, kita dapat menjalani hidup yang lebih bermakna, bahagia, dan berdaya.


Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top