
Puasa Ramadan merupakan salah satu rukun islam yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Salah satu keutamaan puasa adalah diampuninya dosa yang telah lalu.
Ini merupakan jaminan dari Allah yang disampaikan oleh Nabinya, Muhammad salallahu alaihi wasallam, yang berbunyi :
حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا هِشَامٌ، حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ” مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ، وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ”
Diriwayatkan oleh Muslim bin Ibrahim, diriwayatkan oleh Hisham, diriwayatkan oleh Yahya, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah radiyallahu anhu, dari Nabi salallahu alaihi wasallam, yang bersabda: “Barang siapa yang mengerjakan salat Lailatul Qadr karena iman dan mengharapkan pahala, maka dosa-dosanya yang lalu akan diampuni, dan barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, maka dosa-dosanya yang lalu akan diampuni.”
Hadis Sahih Bukhari 1901
Syarat Diampuninya Dosa
Dalam hadis diatas dikatakan bahwa siapa yang mengerjakan puasa dan salat Lailatul Qadr karena iman dan mengharapkan pahala.
Iman secara bahasa berasal dari kata amana-yu’minu-imanan yang berarti percaya, membenarkan, atau memberikan rasa aman. Secara istilah, iman adalah keyakinan teguh di dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan diwujudkan dalam amal perbuatan sehari-hari. Iman mencakup keyakinan, perkataan, dan tindakan yang dapat bertambah dengan ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan.
Sedangkan Ihtisaban (احتساباً) dalam bahasa Arab, khususnya dalam konteks ibadah seperti puasa Ramadhan, berarti melakukan suatu amal dengan mengharap pahala dan rida Allah semata. Ini merujuk pada keikhlasan yang tulus, bertekad kuat, tanpa mengharap pujian manusia, dan merasa ringan dalam menjalankannya.
Sehingga imanan wa ihtisaban berarti berpuasa dengan yakin dan ikhlas. Tidak merasa berat, jenuh, atau lama dalam menjalani ibadah.
Tips Menjalankan Puasa Ramadan yang Berkualitas
Agar ibadah puasa Anda berjalan lancar dan penuh berkah, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
- Persiapkan Diri Secara Psikologis dan Fisik
- Menjaga pola makan sehat menjelang Ramadan.
- Mengurangi begadang dan kebiasaan yang tidak bermanfaat.
- Memotivasi diri untuk menjalankan ibadah dengan niat tulus.
- Perbanyak Ibadah dan Amalan Sunnah
- Melaksanakan salat malam secara rutin.
- Membaca dan tadabbur Al-Qur’an setiap hari.
- Melakukan dzikir dan doa untuk memohon keberkahan.
- Atur Pola Makan Saat Sahur dan Buka Puasa
- Konsumsi makanan bergizi dan seimbang.
- Hindari makanan berlemak dan terlalu manis.
- Minum cukup air untuk menjaga hidrasi tubuh.
- Jaga Kesehatan dan Kebersihan
- Cuci tangan sebelum dan sesudah makan.
- Hindari makanan yang tidak higienis.
- Istirahat yang cukup agar tubuh tetap fit.
- Berbagi dan Bersedekah
- Membagikan makanan kepada yang membutuhkan.
- Melakukan sedekah secara rutin sebagai bentuk rasa syukur.
Kesimpulan
Puasa Ramadan bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri secara spiritual dan kesehatan. Dengan mempersiapkan diri secara matang dan menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan, Ramadan akan menjadi bulan yang penuh berkah dan manfaat serta diampuninya dosa yang telah lalu.. Mari tingkatkan ibadah dan amal saleh demi mendapatkan keberkahan Ramadan yang tiada ternilai.
Semoga artikel ini membantu Anda memahami pentingnya menjalankan puasa Ramadan secara optimal. Selamat menjalankan ibadah puasa dan semoga Ramadan tahun ini penuh berkah!
Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.