
Islam adalah jalan hidup, karenanya Islam mengatur berbagai hal dalam kehidupan. Termasuk doa mau tidur, sebagai upaya kita melepas lelah.
Berikut adalah doanya :
اللَّهُمَّ خَلَقْتَ نَفْسِي وَأَنْتَ تَوَفَّاهَا لَكَ مَمَاتُهَا وَمَحْيَاهَا إِنْ أَحْيَيْتَهَا فَاحْفَظْهَا وَإِنْ أَمَتَّهَا فَاغْفِرْ لَهَا اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ
Allahumma khala’ta nafsii wa anta tawaffaahaa lakaa mamaatuhaa wa mahyaahaa in ahyaitahaa fah fadzhaa wa in amattahaa faghfir lahaa, Allahumma innii asalukal ‘afiyah.
“Ya Allah! Engkaulah yang telah menciptakan diriku, dan Engkau pula yang dapat mematikannya. Milik-Mu lah kematian dan kehidupannya. Jika Engkau menghidupkannya, maka peliharalah. Dan jika Engkau mematikannya, maka ampunilah. Ya Allah! Aku memohon pada-Mu al-afiyah (perlindungan dari segala gangguan)”
Dari mana sumber Doa Mau Tidur?
Doa ini bersumber dari hadis sahih Muslim 2712 yang berbunyi:
حَدَّثَنَا عُقْبَةُ بْنُ مُكْرَمٍ الْعَمِّيُّ، وَأَبُو بَكْرِ بْنُ نَافِعٍ قَالاَ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ خَالِدٍ، قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْحَارِثِ، يُحَدِّثُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، أَنَّهُ أَمَرَ رَجُلاً إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ قَالَ ” اللَّهُمَّ خَلَقْتَ نَفْسِي وَأَنْتَ تَوَفَّاهَا لَكَ مَمَاتُهَا وَمَحْيَاهَا إِنْ أَحْيَيْتَهَا فَاحْفَظْهَا وَإِنْ أَمَتَّهَا فَاغْفِرْ لَهَا اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ ” . فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ أَسَمِعْتَ هَذَا مِنْ عُمَرَ فَقَالَ مِنْ خَيْرٍ مِنْ عُمَرَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم . قَالَ ابْنُ نَافِعٍ فِي رِوَايَتِهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ . وَلَمْ يَذْكُرْ سَمِعْتُ .
Abdullah bin Umar memerintahkan seseorang agar ketika ia hendak tidur, ia mengucapkan: “Ya Allah! Engkaulah yang telah menciptakan diriku, dan Engkau pula yang dapat mematikannya. Milik-Mu lah kematian dan kehidupannya. Jika Engkau menghidupkannya, maka peliharalah. Dan jika Engkau mematikannya, maka ampunilah. Ya Allah! Aku memohon pada-Mu al-afiyah (perlindungan dari segala gangguan)” Seseorang bertanya kepadanya: Apakah kamu mendengar ini dari Umar? Maka ia menjawab: (Aku mendengar dari) seseorang yang lebih baik dari Umar, yaitu dari Rasulullah (ﷺ). Ibn Nafi’ melaporkan ini dari Abdullah bin Al-Harits tetapi ia tidak menyebutkan bahwa ia mendengarnya sendiri.
Disclaimer :
Penomoran hadis tidak selalu sama di beberapa buku hadis, karena tergantung dari penerbit buku serta metode seleksi dan indeks yang digunakan.
Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.