
Tentunya kita tidak ingin difitnah dan memiliki banyak hutang yang menyengsarakan. Karena itu kita perlu membaca doa agar terhindar dari fitnah dan hutang.
Berikut adalah doanya :
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ
Allahumma innii a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa a’udzubika min fitnatil masiihid dajjaal wa a’udzu bika min fitnatil mahya wal mamaati, Allahumma innii a’udzu bika minal ma’tsami wal maghram.
“Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al-Masih Dajjal dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian. Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan utang.”
Dari mana sumber Doa agar Terhindar dari Fitnah dan Hutang?
Doa ini bersumber dari hadis sahih Muslim 589 yang berbunyi :
حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ، أَخْبَرَنَا أَبُو الْيَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ، أَنَّ عَائِشَةَ، زَوْجَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَخْبَرَتْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَدْعُو فِي الصَّلاَةِ ” اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ ” . قَالَتْ فَقَالَ لَهُ قَائِلٌ مَا أَكْثَرَ مَا تَسْتَعِيذُ مِنَ الْمَغْرَمِ يَا رَسُولَ اللَّهِ . فَقَالَ ” إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ ” .
Aisyah, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, melaporkan: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdoa dalam shalat: “Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al-Masih Dajjal dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian. Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan utang.” Aisyah melaporkan: Seseorang berkata kepada beliau – (Nabi): Wahai Rasulullah! mengapa engkau begitu sering berlindung dari utang? Beliau menjawab: Ketika seseorang berutang, ia terpaksa berbohong dan mengingkari janji.
Hadis ini mirip dengan hadis sahih Bukhari 6377
Disclaimer :
Penomoran hadis tidak selalu sama di beberapa buku hadis, karena tergantung dari penerbit buku serta metode seleksi dan indeks yang digunakan.
Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.