Belum Mandi Junub di Waktu Subuh saat Puasa – Hadis Sahih Bukhari 1930

https://hasanah.info/category/kajian/rukun-islam/puasa/
https://hasanah.info/category/kajian/rukun-islam/puasa/

Saat berpuasa sejak waktu imsak, subuh hingga menjelang adzan magrib kita memang wajib menahan nafsu syahwat. Baru kemudian kita diperbolehkan berhubungan suami istri di malam hari. Lantas bagaimana jika kita belum mandi junub saat waktu subuh?

Dalam hal ini terdapat hadis sahih Bukhari yang berkaitan dengan hal tersebut, yang bunyinya:

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، حَدَّثَنَا يُونُسُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ، وَأَبِي، بَكْرٍ قَالَتْ عَائِشَةُ ـ رضى الله عنها ـ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ ‏{‏جُنُبًا‏}‏ فِي رَمَضَانَ، مِنْ غَيْرِ حُلُمٍ فَيَغْتَسِلُ وَيَصُومُ‏.‏

Aisyah radiyallahu anha berkata: “Nabi (ﷺ) terkadang mendapati waktu fajar dalam keadaan junub di bulan Ramadan, tanpa mimpi basah, lalu beliau mandi dan berpuasa.”

Kebolehan Mandi Junub di Waktu Subuh

Berdasarkan hadis sahih Bukhari 1930 diatas, menunjukkan bahwa kita masih diperbolehkan untuk mandi Junub. Mandi junub (mandi wajib/besar) adalah tata cara bersuci dalam Islam dengan mengguyurkan air ke seluruh tubuh (tanpa terkecuali), dari ujung rambut hingga kaki, disertai niat khusus untuk menghilangkan hadas besar. Hadas besar ini terjadi karena mimpi basah, keluar mani, berhubungan suami istri, haid, atau nifas.

Akan tetapi kita tetap perlu berhati-hati karena waktu subuh sangat terbatas, sekitar 1 jam dari azan subuh berkumandang hingga terbit matahari. Karenanya kita perlu juga memperhatikan waktu mandi Junubnya. Jangan sampai terlewat waktu salat, dan mendapatkan dosa karena tidak salat Subuh.

Tips Menjalankan Puasa Ramadan yang Berkualitas

Agar ibadah puasa Anda berjalan lancar dan penuh berkah, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  1. Persiapkan Diri Secara Psikologis dan Fisik
  • Menjaga pola makan sehat menjelang Ramadan.
  • Mengurangi begadang dan kebiasaan yang tidak bermanfaat.
  • Memotivasi diri untuk menjalankan ibadah dengan niat tulus.
  1. Perbanyak Ibadah dan Amalan Sunnah
  • Melaksanakan salat malam secara rutin.
  • Membaca dan tadabbur Al-Qur’an setiap hari.
  • Melakukan dzikir dan doa untuk memohon keberkahan.
  1. Atur Pola Makan Saat Sahur dan Buka Puasa
  • Konsumsi makanan bergizi dan seimbang.
  • Hindari makanan berlemak dan terlalu manis.
  • Minum cukup air untuk menjaga hidrasi tubuh.

Penutup

Puasa Ramadan bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri secara spiritual dan kesehatan. Dengan mempersiapkan diri secara matang dan menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan, Ramadan akan menjadi bulan yang penuh berkah dan manfaat. Mari tingkatkan ibadah dan amal saleh demi mendapatkan keberkahan Ramadan yang tiada ternilai.

Semoga artikel ini membantu Anda memahami pentingnya menjalankan puasa Ramadan secara optimal. Selamat menjalankan ibadah puasa dan semoga Ramadan tahun ini penuh berkah!

Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah,


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top