Asbabun Nuzul At-Taubah 9;113 – Hadis Sahih Bukhari 3884

https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/
https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/

Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul At-Taubah 9;113

At-Taubah 9;113

مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْ يَّسْتَغْفِرُوْا لِلْمُشْرِكِيْنَ وَلَوْ كَانُوْٓا اُولِيْ قُرْبٰى مِنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ اَنَّهُمْ اَصْحٰبُ الْجَحِيْمِ ۝١١٣

mâ kâna lin-nabiyyi walladzîna âmanû ay yastaghfirû lil-musyrikîna walau kânû ulî qurbâ mim ba‘di mâ tabayyana lahum annahum ash-ḫâbul-jaḫîm

Tidak ada hak bagi Nabi dan orang-orang yang beriman untuk memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik sekalipun mereka ini kerabat(-nya), setelah jelas baginya bahwa sesungguhnya mereka adalah penghuni (neraka) Jahim.

Asbabun Nuzul At-Taubah 9;113

Ayat ini turun untuk menegur Nabi yang masih saja mendoakan dan beristigfar untuk pamannya, Abù Tàlib, yang wafat dalam keadaan tidak beriman.

حَدَّثَنَا مَحْمُودٌ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنِ ابْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ أَبَا طَالِبٍ، لَمَّا حَضَرَتْهُ الْوَفَاةُ دَخَلَ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم وَعِنْدَهُ أَبُو جَهْلٍ فَقَالَ ‏”‏ أَىْ عَمِّ، قُلْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ‏.‏ كَلِمَةً أُحَاجُّ لَكَ بِهَا عِنْدَ اللَّهِ ‏”‏‏.‏ فَقَالَ أَبُو جَهْلٍ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي أُمَيَّةَ يَا أَبَا طَالِبٍ، تَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَلَمْ يَزَالاَ يُكَلِّمَانِهِ حَتَّى قَالَ آخِرَ شَىْءٍ كَلَّمَهُمْ بِهِ عَلَى مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ‏.‏ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ لأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ مَا لَمْ أُنْهَ عَنْهُ ‏”‏‏.‏ فَنَزَلَتْ ‏{‏مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ‏}‏ وَنَزَلَتْ ‏{‏إِنَّكَ لاَ تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ‏}

Musayyab mengisahkan bahwa ketika Abù Tàlib sedang sekarat, datanglah Nabi sallallàhu ‘alaihi wasallam untuk menjenguknya. Di sana sudah ada Abù Jahl yang mendampingi Abù Tàlib. Nabi berkata pelan, “Pamanku, katakanlah bahwa tiada Tuhan selain Allah, sebuah kalimat yang dapat aku gunakan untuk membelamu di hadapan Allah.” Dengan segera Abù Jahl dan ‘Abdullàh bin Abì Umayyah berkata, “Abù Tàlib, apakah engkau benci agama ‘Abdul Muttalib?” Keduanya terus saja membisikinya hingga Abù Tàlib meninggal dalam agama ‘Abdul Muttalib. Nabi lantas berkata di hadapan mayat pamannya itu, “Sungguh, aku akan terus memohon ampun bagimu selama Allah tidak melarangku.” Pada peristiwa ini turunlah ayat, mà kàna lin-nabiyyi wallažìna àmanù an yastagfirù lilmusyrikìna walau kànù ulì qurbà min ba‘di mà tabayyana lahum annahum ashàbul-jahìm dan ayat, innaka là tahdì man hëbabta.

Hadis ini mirip dengan hadis sahih Muslim 24

Sumber Data Asbabun Nuzul At-Taubah 9;113

Data ini berasal dari hadis sahih Bukhari 3884. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017

dan beberapa buku lainnya,-

Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top