Asbabun Nuzul An-Nur 24;6 – Hadis Sahih Muslim 1492

https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/
https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/

Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul An-Nur 24;6

An-Nur 24;6

وَالَّذِيْنَ يَرْمُوْنَ اَزْوَاجَهُمْ وَلَمْ يَكُنْ لَّهُمْ شُهَدَاۤءُ اِلَّآ اَنْفُسُهُمْ فَشَهَادَةُ اَحَدِهِمْ اَرْبَعُ شَهٰدٰتٍ ۢ بِاللّٰهِۙ اِنَّهٗ لَمِنَ الصّٰدِقِيْنَ ۝٦

walladzîna yarmûna azwâjahum wa lam yakul lahum syuhadâ’u illâ anfusuhum fa syahâdatu aḫadihim arba‘u syahâdâtim billâhi innahû laminash-shâdiqîn

Orang-orang yang menuduh istrinya berzina, padahal mereka tidak mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka kesaksian masing-masing orang itu ialah empat kali bersumpah atas (nama) Allah, bahwa sesungguhnya dia termasuk orang yang benar.

Asbabun Nuzul An-Nur 24;6

Ayat ini turun berkenaan dengan ‘Uwaimir yang memergoki istrinya di dalam kamar bersama pria lain. Allah memerintahkan keduanya untuk bersumpah li‘àn, yakni sumpah yang dilakukan ketika seorang suami menuduh istrinya telah berzina, namun sang suami tidak mampu menghadirkan saksi.

وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، أَنَّ سَهْلَ بْنَ سَعْدٍ، السَّاعِدِيَّ أَخْبَرَهُ أَنَّ عُوَيْمِرًا الْعَجْلاَنِيَّ جَاءَ إِلَى عَاصِمِ بْنِ عَدِيٍّ الأَنْصَارِيِّ فَقَالَ لَهُ أَرَأَيْتَ يَا عَاصِمُ لَوْ أَنَّ رَجُلاً وَجَدَ مَعَ امْرَأَتِهِ رَجُلاً أَيَقْتُلُهُ فَتَقْتُلُونَهُ أَمْ كَيْفَ يَفْعَلُ فَسَلْ لِي عَنْ ذَلِكَ يَا عَاصِمُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ فَسَأَلَ عَاصِمٌ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَكَرِهَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم الْمَسَائِلَ وَعَابَهَا حَتَّى كَبُرَ عَلَى عَاصِمٍ مَا سَمِعَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَلَمَّا رَجَعَ عَاصِمٌ إِلَى أَهْلِهِ جَاءَهُ عُوَيْمِرٌ فَقَالَ يَا عَاصِمُ مَاذَا قَالَ لَكَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ عَاصِمٌ لِعُوَيْمِرٍ لَمْ تَأْتِنِي بِخَيْرٍ قَدْ كَرِهَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم الْمَسْأَلَةَ الَّتِي سَأَلْتُهُ عَنْهَا ‏.‏ قَالَ عُوَيْمِرٌ وَاللَّهِ لاَ أَنْتَهِي حَتَّى أَسْأَلَهُ عَنْهَا ‏.‏ فَأَقْبَلَ عُوَيْمِرٌ حَتَّى أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَسَطَ النَّاسِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ رَجُلاً وَجَدَ مَعَ امْرَأَتِهِ رَجُلاً أَيَقْتُلُهُ فَتَقْتُلُونَهُ أَمْ كَيْفَ يَفْعَلُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ قَدْ نَزَلَ فِيكَ وَفِي صَاحِبَتِكَ فَاذْهَبْ فَأْتِ بِهَا ‏”‏ ‏.‏ قَالَ سَهْلٌ فَتَلاَعَنَا وَأَنَا مَعَ النَّاسِ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَلَمَّا فَرَغَا قَالَ عُوَيْمِرٌ كَذَبْتُ عَلَيْهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ أَمْسَكْتُهَا ‏.‏ فَطَلَّقَهَا ثَلاَثًا قَبْلَ أَنْ يَأْمُرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ فَكَانَتْ سُنَّةَ الْمُتَلاَعِنَيْنِ ‏.‏

Arti

Sahl bin Sa’d al-Sa’idi melaporkan bahwa ‘Uwaimir al-‘Ajlani datang kepada ‘Asim bin ‘Adiy al-Ansari dan berkata kepadanya: “Ceritakan padaku tentang seorang yang menemukan seorang laki-laki dengan istrinya; apakah dia harus membunuhnya, dan kemudian dibunuh sebagai balasan; atau bagaimana seharusnya dia bertindak?” ‘Asim, mintalah fatwa (tentang hal itu) dari Rasulullah (ﷺ).

Maka ‘Asim bertanya kepada Rasulullah (ﷺ) dan beliau tidak menyukai pertanyaan ini dan sangat membencinya sehingga ‘Asim merasa tertekan dengan apa yang dia dengar dari Rasulullah (ﷺ). Ketika ‘Asim kembali ke keluarganya, ‘Uwaimir datang kepadanya dan berkata: ‘Asim, apa yang Rasulullah (ﷺ) katakan kepadamu? ‘Asim berkata kepada ‘Uwaimir: “Kau tidak membawa sesuatu yang baik. Rasulullah (ﷺ) tidak menyukai fatwa yang aku minta darinya.”

‘Uwaimir berkata: “Demi Allah, aku tidak akan berhenti sampai aku bertanya kepadanya tentang hal itu.” ‘Uwaimir melanjutkan hingga ia datang kepada Rasulullah (ﷺ) saat beliau duduk di tengah orang-orang, dan berkata: “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan seorang yang menemukan seorang laki-laki dengan istrinya? Apakah dia harus membunuhnya, dan kemudian kalian akan membunuhnya, atau bagaimana seharusnya dia bertindak?” Maka Rasulullah (ﷺ) berkata: “Ayat telah diturunkan mengenai kamu dan istrimu; maka pergi dan bawalah dia.”

Sahl berkata bahwa mereka berdua saling bersumpah li‘àn (dan selanjutnya berkata): “Aku berada bersama orang-orang di hadapan Rasulullah (ﷺ). Dan ketika mereka telah selesai, ‘Uwaimir berkata: “Wahai Rasulullah, aku akan berbohong padanya jika aku menyimpannya (sekarang).” Maka dia menceraikannya dengan tiga kali talak sebelum Rasulullah (ﷺ) memerintahkannya. Ibn Shihab berkata: “Kemudian itu adalah praktik dari orang-orang yang saling sumpah li‘àn.”

Hadis ini mirip dengan hadis sahih Bukhari 4745, dalam cerita lain dikaitkan pada hadis sahih Bukhari 4747

Sumber Data Asbabun Nuzul An-Nur 24;6

Data ini berasal dari hadis sahih Muslim 1492. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017

dan beberapa buku lainnya,-

Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top