
Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul An-Nisa 4;95
An-Nisa 4;95
لَا يَسْتَوِى الْقٰعِدُوْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ غَيْرُ اُولِى الضَّرَرِ وَالْمُجٰهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْۗ فَضَّلَ اللّٰهُ الْمُجٰهِدِيْنَ بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْ عَلَى الْقٰعِدِيْنَ دَرَجَةًۗ وَكُلًّا وَّعَدَ اللّٰهُ الْحُسْنٰىۗ وَفَضَّلَ اللّٰهُ الْمُجٰهِدِيْنَ عَلَى الْقٰعِدِيْنَ اَجْرًا عَظِيْمًاۙ ٩٥
lâ yastawil-qâ‘idûna minal-mu’minîna ghairu ulidl-dlarari wal-mujâhidûna fî sabîlillâhi bi’amwâlihim wa anfusihim, fadldlalallâhul-mujâhidîna bi’amwâlihim wa anfusihim ‘alal-qâ‘idîna darajah, wa kullaw wa‘adallâhul-ḫusnâ, wa fadldlalallâhul-mujâhidîna ‘alal-qâ‘idîna ajran ‘adhîmâ
Tidak sama orang-orang mukmin yang duduk (tidak turut berperang) tanpa mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang tanpa uzur). Kepada masing-masing, Allah menjanjikan (pahala) yang terbaik (surga), (tetapi) Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang-orang yang duduk dengan pahala yang besar.
Asbabun Nuzul An-Nisa 4;95
Ayat ini turun berkaitan dengan ‘Abdullàh bin Ummi Maktùm yang berkecil hati karena tidak mampu berjihad di jalan Allah. Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang memiliki uzur sehingga tidak bisa berperang di jalan Allah tetap akan ditinggikan derajatnya oleh Allah.
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، – وَاللَّفْظُ لاِبْنِ الْمُثَنَّى – قَالاَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، أَنَّهُ سَمِعَ الْبَرَاءَ، يَقُولُ فِي هَذِهِ الآيَةِ لاَ يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم زَيْدًا فَجَاءَ بِكَتِفٍ يَكْتُبُهَا فَشَكَا إِلَيْهِ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ ضَرَارَتَهُ فَنَزَلَتْ { لاَ يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ} قَالَ شُعْبَةُ وَأَخْبَرَنِي سَعْدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ رَجُلٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ فِي هَذِهِ الآيَةِ لاَ يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ بِمِثْلِ حَدِيثِ الْبَرَاءِ وَقَالَ ابْنُ بَشَّارٍ فِي رِوَايَتِهِ سَعْدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ رَجُلٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ .
Telah diriwayatkan dari Abu Ishaq, bahwa ia mendengar Al-Bara’ berbicara tentang ayat Al-Qur’an: ‘Orang-orang yang duduk (di rumah) dari kalangan orang-orang beriman dan orang-orang yang pergi berjuang di jalan Allah tidaklah sama’. (iv. 95). (Ia berkata) Rasulullah (ﷺ) memerintahkan Zaid (untuk menulis ayat tersebut). Ia membawa tulang belikat (unta yang disembelih) dan menuliskannya di sana.
Ibn Umm Maktum mengeluhkan kebutaannya kepada Nabi (ﷺ). (Pada saat itu) wahyu turun: ‘Orang-orang beriman yang duduk (di rumah) tanpa ada kesulitan (penyakit, ketidakmampuan, disabilitas)’. (iv. 95). Tradisi ini telah disampaikan melalui dua jalur periwayatan lainnya.
Hadis ini mirip dengan hadis sahih Bukhari 2831, 4592, 4593 dan 4594
Sumber Data Asbabun Nuzul An-Nisa 4;95
Data ini berasal dari hadis sahih Muslim 1898, yang ada di dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017
hadits.id, quran.com, sunnah.com
Al-Qur’an Kemenag 2019
dan beberapa buku lainnya,-
Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah
Asbabun Nuzul An-Nisa 4;95 Asbabun Nuzul An-Nisa 4;95 Asbabun Nuzul An-Nisa 4;95 Asbabun Nuzul An-Nisa 4;95
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.