
Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul An-Nisa’ 4;94
An-Nisa’ 4;94
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا ضَرَبْتُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ فَتَبَيَّنُوْا وَلَا تَقُوْلُوْا لِمَنْ اَلْقٰىٓ اِلَيْكُمُ السَّلٰمَ لَسْتَ مُؤْمِنًاۚ تَبْتَغُوْنَ عَرَضَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۖ فَعِنْدَ اللّٰهِ مَغَانِمُ كَثِيْرَةٌۗ كَذٰلِكَ كُنْتُمْ مِّنْ قَبْلُ فَمَنَّ اللّٰهُ عَلَيْكُمْ فَتَبَيَّنُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرًا ٩٤
yâ ayyuhalladzîna âmanû idzâ dlarabtum fî sabîlillâhi fa tabayyanû wa lâ taqûlû liman alqâ ilaikumus-salâma lasta mu’minâ, tabtaghûna ‘aradlal-ḫayâtid-dun-yâ fa ‘indallâhi maghânimu katsîrah, kadzâlika kuntum ming qablu fa mannallâhu ‘alaikum fa tabayyanû, innallâha kâna bimâ ta‘malûna khabîrâ
Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, bertabayunlah (carilah kejelasan) dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan salam kepadamu, “Kamu bukan seorang mukmin,” (lalu kamu membunuhnya) dengan maksud mencari harta benda kehidupan dunia karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Demikianlah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya kepadamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Asbabun Nuzul An-Nisa’ 4;94
Allah meminta orang-orang yang berperang di daerah musuh agar teliti kepada siapa pun yang mereka temui; tidak begitu saja menuduhnya tidak beriman. Hal ini bertujuan melindungi darah setiap mukmin agar tidak dilukai tanpa sebab yang dibenarkan oleh syariat.
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَإِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، وَأَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ الضَّبِّيُّ، – وَاللَّفْظُ لاِبْنِ أَبِي شَيْبَةَ – قَالَ حَدَّثَنَا وَقَالَ الآخَرَانِ، أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَمْرٍو، عَنْ عَطَاءٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ لَقِيَ نَاسٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ رَجُلاً فِي غُنَيْمَةٍ لَهُ فَقَالَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ . فَأَخَذُوهُ فَقَتَلُوهُ وَأَخَذُوا تِلْكَ الْغُنَيْمَةَ فَنَزَلَتْ { وَلاَ تَقُولُوا لِمَنْ أَلْقَى إِلَيْكُمُ السَّلَمَ لَسْتَ مُؤْمِنًا} وَقَرَأَهَا ابْنُ عَبَّاسٍ السَّ
Ibnu ‘Abbàs berkisah, “Beberapa pasukan muslim berpapasan dengan seorang pria yang sedang menggiring beberapa ekor kambing miliknya. Pria itu mengucapkan, ‘Assalàmu‘alikum.’ Tiba-tiba mereka menangkap pria itu, membunuhnya, dan merampas kambing-kambingnya. Terkait peristiwa ini Allah menurunkan firman-Nya, wa là taqùlù liman alqà ilaikumus-salama lasta mu’minà.” Ibnu ‘Abbàs memanjangkan lam pada kata assalam—as-salàm.
Hadis ini mirip dengan hadis sahih Bukhari 4591
Al-Bukhàri dan Muslim tidak menyebut nama-nama orang-orang yang terlibat dalam peristiwa ini. Nama mereka muncul dalam riwayat yang disebutkan oleh Ibnu Abì Hàtim. Di antara pasukan yang membunuh terdapat Abù Qatàdah al-Ansàriy, Muhallim bin Jaššàmah bin Qais, dan Abù Hadrad al-Aslamiy, sedangkan pria yang dibunuh adalah ‘Àmir bin Adbaí al-Asyja‘iy. Lihat: Ibnu Abì Hàtim, Tafsìr al-Qur’àn al-‘Aîìm, juz 3, hlm. 1040, hadis nomor 5826.
Sumber Asbabun Nuzul An-Nisa’ 4;94
Data ini berasal dari hadis sahih Muslim 3025. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017
dan beberapa buku lainnya,-
Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.