
Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul An-Nisa’ 4;65
An-Nisa’ 4;65
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُوْنَ حَتّٰى يُحَكِّمُوْكَ فِيْمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوْا فِيْٓ اَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا ٦٥
fa lâ wa rabbika lâ yu’minûna ḫattâ yuḫakkimûka fîmâ syajara bainahum tsumma lâ yajidû fî anfusihim ḫarajam mimmâ qadlaita wa yusallimû taslîmâ
Demi Tuhanmu, mereka tidak beriman hingga bertahkim* kepadamu (Nabi Muhammad) dalam perkara yang diperselisihkan di antara mereka. Kemudian, tidak ada keberatan dalam diri mereka terhadap putusan yang engkau berikan dan mereka terima dengan sepenuhnya.
*menjadikan Nabi Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan,
Asbabun Nuzul An-Nisa’ 4;65
Ayat ini turun berkaitan seorang pria Ansar yang enggan menerima putusan Rasulullah atas sengketa antara dirinya dengan az-Zubair bin ‘Awwàm dalam hal irigasi ladang mereka. Ia lupa bahwa Rasulullah dalam memutuskan suatu perkara pasti mendapat petunjuk dari Allah.
حَدَّثَنَا عَبْدَانُ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ، قَالَ خَاصَمَ الزُّبَيْرَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ، فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ” يَا زُبَيْرُ اسْقِ ثُمَّ أَرْسِلْ ”. فَقَالَ الأَنْصَارِيُّ إِنَّهُ ابْنُ عَمَّتِكَ. فَقَالَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ ” اسْقِ يَا زُبَيْرُ، ثُمَّ يَبْلُغُ الْمَاءُ الْجَدْرَ، ثُمَّ أَمْسِكْ ”. فَقَالَ الزُّبَيْرُ فَأَحْسِبُ هَذِهِ الآيَةَ نَزَلَتْ فِي ذَلِكَ {َلاَ وَرَبِّكَ لاَ يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ}. قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ الْعَبَّاسِ قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ لَيْسَ أَحَدٌ يَذْكُرُ عُرْوَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، إِلاَّ اللَّيْثُ فَقَطْ.
Dari Urwah: Ketika seorang lelaki dari kalangan Ansar bertengkar dengan Az-Zubair, Nabi (ﷺ) berkata, “Wahai Zubair! Irigasilah (tanahmu) terlebih dahulu dan kemudian biarkan air mengalir (ke tanah orang lain).” “Mendengar itu, lelaki Ansar berkata, (kepada Nabi), “Apakah karena dia adalah anak bibimu?”
Nabi (ﷺ) berkata, “Wahai Zubair! Irigasilah sampai air mencapai dinding antara lubang-lubang di sekitar pohon dan kemudian berhenti (yaitu, biarkan air mengalir penuh ke tanahmu).” Saya pikir ayat berikut diturunkan berkenaan dengan peristiwa ini: “Tetapi tidak, demi Tuhanmu, mereka tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam semua perselisihan di antara mereka.” (4:65)
Hadis ini mirip dengan hadis sahih Bukhari 2708, 2360, 2362, dan Muslim 2357
Sumber Asbabun Nuzul An-Nisa’ 4;65
Data ini berasal dari hadis sahih Bukhari 2361. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017
hadits.id, quran.com, sunnah.com
Al-Qur’an Kemenag 2019
dan beberapa buku lainnya,-
Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah
Asbabun Nuzul An-Nisa’ 4;65 Asbabun Nuzul An-Nisa’ 4;65 Asbabun Nuzul An-Nisa’ 4;65
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.