
Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul An-Nisa’ 4;59
An-Nisa’ 4;59
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًاࣖ ٥٩
yâ ayyuhalladzîna âmanû athî‘ullâha wa athî‘ur-rasûla wa ulil-amri mingkum, fa in tanâza‘tum fî syai’in fa ruddûhu ilallâhi war-rasûli ing kuntum tu’minûna billâhi wal-yaumil-âkhir, dzâlika khairuw wa aḫsanu ta’wîlâ
Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nabi Muhammad) serta ululamri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunahnya) jika kamu beriman kepada Allah dan hari Akhir. Yang demikian itu lebih baik (bagimu) dan lebih bagus akibatnya (di dunia dan di akhirat).
Asbabun Nuzul An-Nisa’ 4;59
Turunnya ayat ini dilatarbelakangi peristiwa yang terjadi di tengah pasukan mukmin ketika Rasulullah mengutus mereka ke suatu tempat dan menunjuk ‘Abdullàh bin Hužàfah sebagai komandan. Suatu waktu, dalam kondisi marah, ia memaksa pasukannya menceburkan diri ke dalam bara api.
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، وَابْنُ، بَشَّارٍ – وَاللَّفْظُ لاِبْنِ الْمُثَنَّى – قَالاَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ، بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ زُبَيْدٍ، عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَيْدَةَ، عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عَلِيٍّ، أَنَّعليه وسلم بَعَثَ جَيْشًا وَأَمَّرَ عَلَيْهِمْ رَجُلاً فَأَوْقَدَ نَارًا وَقَالَ ادْخُلُوهَا . فَأَرَادَ نَاسٌ أَنْ يَدْخُلُوهَا وَقَالَ الآخَرُونَ إِنَّا قَدْ فَرَرْنَا مِنْهَا . فَذُكِرَ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ لِلَّذِينَ أَرَادُوا أَنْ يَدْخُلُوهَا ” لَوْ دَخَلْتُمُوهَا لَمْ تَزَالُوا فِيهَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ” . وَقَالَ لِلآخَرِينَ قَوْلاً حَسَنًا وَقَالَ ” لاَ طَاعَةَ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْمَعْرُوفِ ”
Telah diriwayatkan dari Abu ‘Abd al-Rahman dari ‘Ali bahwa Rasulullah (ﷺ) mengutus sebuah pasukan (dalam sebuah misi) dan mengangkat seorang lelaki sebagai pemimpin mereka. Dia menyalakan api dan berkata: Masuklah ke dalamnya. Beberapa orang berniat untuk masuk ke dalamnya (melaksanakan perintah pemimpin mereka), tetapi yang lainnya berkata: Kami telah melarikan diri dari api itu (itulah sebabnya kami masuk Islam). Perkara ini dilaporkan kepada Rasulullah (ﷺ). Dia berkata kepada mereka yang mempertimbangkan untuk masuk (ke dalam api atas perintah pemimpin mereka): Jika kalian masuk ke dalamnya, kalian akan tetap di sana hingga Hari Kiamat. Dia memuji tindakan kelompok yang terakhir dan berkata: Tidak ada ketaatan dalam hal yang melanggar perintah Allah. Ketaatan hanya wajib dalam hal yang baik (dan wajar).
dan dalam detail kisah di hadis sahih Bukhari 4340, 7145 dan 7257
Hadis ini mirip dengan hadis sahih Bukhari 4584 dan Muslim 1834
Sumber Asbabun Nuzul An-Nisa’ 4;59
Data ini berasal dari hadis sahih Muslim 1840. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017
hadits.id, quran.com, sunnah.com
Al-Qur’an Kemenag 2019
dan beberapa buku lainnya,-
Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah
Asbabun Nuzul An-Nisa’ 4;59 Asbabun Nuzul An-Nisa’ 4;59 Asbabun Nuzul An-Nisa’ 4;59
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.