Asbabun Nuzul Ali ‘Imran 3;77 – Hadis Sahih Muslim 138

https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/
https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/

Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul Ali ‘Imran 3;77

Ali ‘Imran 3;77

اِنَّ الَّذِيْنَ يَشْتَرُوْنَ بِعَهْدِ اللّٰهِ وَاَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيْلًا اُولٰۤىِٕكَ لَا خَلَاقَ لَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللّٰهُ وَلَا يَنْظُرُ اِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيْهِمْۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ ۝٧٧

innalladzîna yasytarûna bi‘ahdillâhi wa aimânihim tsamanang qalîlan ulâ’ika lâ khalâqa lahum fil-âkhirati wa lâ yukallimuhumullâhu wa lâ yandhuru ilaihim yaumal-qiyâmati wa lâ yuzakkîhim wa lahum ‘adzâbun alîm

Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga murah, mereka itu tidak memperoleh bagian di akhirat, Allah tidak akan menyapa mereka, tidak akan memperhatikan mereka pada hari Kiamat, dan tidak akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.

Asbabun Nuzul Ali ‘Imran 3;77

Ayat ini turun dilatarbelakangi perselisihan antara seorang sahabat bernama al-Asy‘aš bin Qais dengan seorang Yahudi terkait kepemilikian sebuah sumur. Sebetulnya sumur itu benar milik sahabat tersebut, namun karena ia tidak mempunyai saksi, sedangkan pria Yahudi itu berani bersumpah bahwa sumur itu miliknya, sumur itu pun berpindah kepemilikan.

وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، ح وَحَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، وَوَكِيعٌ، ح وَحَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْحَنْظَلِيُّ، – وَاللَّفْظُ لَهُ – أَخْبَرَنَا وَكِيعٌ، حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏”‏ مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِينِ صَبْرٍ يَقْتَطِعُ بِهَا مَالَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ هُوَ فِيهَا فَاجِرٌ لَقِيَ اللَّهَ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ ‏”‏ ‏.‏ قَالَ فَدَخَلَ الأَشْعَثُ بْنُ قَيْسٍ فَقَالَ مَا يُحَدِّثُكُمْ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالُوا كَذَا وَكَذَا ‏.‏ قَالَ صَدَقَ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ فِيَّ نَزَلَتْ كَانَ بَيْنِي وَبَيْنَ رَجُلٍ أَرْضٌ بِالْيَمَنِ فَخَاصَمْتُهُ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ ‏”‏ هَلْ لَكَ بَيِّنَةٌ ‏”‏ ‏.‏ فَقُلْتُ لاَ ‏.‏ قَالَ ‏”‏ فَيَمِينُهُ ‏”‏ ‏.‏ قُلْتُ إِذًا يَحْلِفُ ‏.‏ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عِنْدَ ذَلِكَ ‏”‏ مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِينِ صَبْرٍ يَقْتَطِعُ بِهَا مَالَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ هُوَ فِيهَا فَاجِرٌ لَقِيَ اللَّهَ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ ‏”‏ ‏.‏ فَنَزَلَتْ ‏{‏ إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلاً‏}‏ إِلَى آخِرِ الآيَةِ ‏.‏

Telah diriwayatkan dari Abdullah bahwa Rasulullah (ﷺ) bersabda: “Siapa yang bersumpah dengan sumpah yang dusta untuk mengambil harta seorang Muslim, padahal dia adalah seorang pendusta, maka dia akan menemui Allah dalam keadaan Dia marah kepadanya.” Dia (perawi) berkata: Datanglah al-Asy‘aš bin Qais dan berkata (kepada orang-orang): Apa yang diceritakan Abu Abdurrahman kepada kalian? Mereka menjawab: Begini dan begitu. Maka dia berkata: Abu Abdurrahman benar. Ini (perintah) diturunkan dalam kasusku. Ada sebidang tanah di Yaman yang menjadi sengketa antara aku dan orang lain. Aku mengajukan sengketa itu kepada Rasulullah (untuk diputuskan). Beliau (Nabi) bertanya: “Apakah kamu bisa menghadirkan bukti (untuk mendukungmu)?” Aku menjawab: Tidak. Beliau (Nabi) bersabda: “Kalau begitu, keputusan akan diambil berdasarkan sumpahnya.” Aku berkata: Jika demikian, dia pasti akan bersumpah. Maka Rasulullah (ﷺ) bersabda: “Siapa yang bersumpah dengan sumpah yang dusta untuk mengambil harta seorang Muslim, padahal dia adalah seorang pendusta, maka dia akan menemui Allah dalam keadaan Dia marah kepadanya.” Ayat ini kemudian diturunkan: “Sesungguhnya orang-orang yang menukarkan perjanjian Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit…” (iii 77).

Hadis ini mirip dengan hadis sahih Bukhari 2416 dan 2356

Sumber Asbabun Nuzul Ali ‘Imran 3;77

Data ini berasal dari hadis sahih Muslim 138. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017

dan beberapa buku lainnya,-

Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top