Asbabun Nuzul Ali ‘Imran 3;77 – Hadis Sahih Bukhari 2356

https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/
https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/

Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul Ali ‘Imran 3;77

Ali ‘Imran 3;77

اِنَّ الَّذِيْنَ يَشْتَرُوْنَ بِعَهْدِ اللّٰهِ وَاَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيْلًا اُولٰۤىِٕكَ لَا خَلَاقَ لَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللّٰهُ وَلَا يَنْظُرُ اِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيْهِمْۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ ۝٧٧

innalladzîna yasytarûna bi‘ahdillâhi wa aimânihim tsamanang qalîlan ulâ’ika lâ khalâqa lahum fil-âkhirati wa lâ yukallimuhumullâhu wa lâ yandhuru ilaihim yaumal-qiyâmati wa lâ yuzakkîhim wa lahum ‘adzâbun alîm

Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga murah, mereka itu tidak memperoleh bagian di akhirat, Allah tidak akan menyapa mereka, tidak akan memperhatikan mereka pada hari Kiamat, dan tidak akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.

Asbabun Nuzul Ali ‘Imran 3;77

Ayat ini turun dilatarbelakangi perselisihan antara seorang sahabat bernama al-Asy‘aš bin Qais dengan seorang Yahudi terkait kepemilikian sebuah sumur. Sebetulnya sumur itu benar milik sahabat tersebut, namun karena ia tidak mempunyai saksi, sedangkan pria Yahudi itu berani bersumpah bahwa sumur itu miliknya, sumur itu pun berpindah kepemilikan.

حَدَّثَنَا عَبْدَانُ، عَنْ أَبِي حَمْزَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ شَقِيقٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏”‏ مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِينٍ يَقْتَطِعُ بِهَا مَالَ امْرِئٍ، هُوَ عَلَيْهَا فَاجِرٌ، لَقِيَ اللَّهَ وَهْوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ‏”‏ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى ‏{‏إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلاً‏}‏ الآيَةَ‏.‏ فَجَاءَ الأَشْعَثُ فَقَالَ مَا حَدَّثَكُمْ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ، فِيَّ أُنْزِلَتْ هَذِهِ الآيَةُ، كَانَتْ لِي بِئْرٌ فِي أَرْضِ ابْنِ عَمٍّ لِي فَقَالَ لِي ‏”‏ شُهُودَكَ ‏”‏‏.‏ قُلْتُ مَا لِي شُهُودٌ‏.‏ قَالَ ‏”‏ فَيَمِينَهُ ‏”‏‏.‏ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِذًا يَحْلِفَ‏.‏ فَذَكَرَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم هَذَا الْحَدِيثَ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ ذَلِكَ تَصْدِيقًا لَهُ‏.‏

‘Abdullàh (bin Mas‘ùd) radiyallàhu ‘anhu mengatakan bahwa Rasulullah sallallàhu ‘alaihi wasallam bersabda, “Siapa pun yang bersumpah palsu untuk merampas harta seorang muslim, ia akan bertemu dengan Allah dalam keadaan murka kepadanya.” Allah lalu menurunkan firman-Nya, innallažìna yasytarùna bi‘ahdillàhi wa’aimànihim šamanan qalìlan … hingga akhir ayat. al-Asy‘aš (bin Qais) berkata, “Apa yang Abù ‘Abdurrahmàn ceritakan kepada kalian? Sebenarnya ayat ini turun tentang diriku. Dulu aku punya sebuah sumur di tanah sepupuku. Kami berselisih tentang kepemilikan sumur itu. Rasulullah menanyaiku, ‘Datangkanlah saksimu?’ Aku menjawab, ‘Aku tidak mempunyai saksi.’ Beliau bersabda, ‘Jika demikian, dia harus bersumpah.’ Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, jika engkau memintanya bersumpah, pasti dia akan melakukannya.’ Nabi lalu mengucapkan hadis ini, lalu Allah menurunkan ayat di atas sebagai pembenaran atas putusan beliau.

Hadis ini mirip dengan hadis sahih Bukhari 2416 dan Muslim 138

Sumber Asbabun Nuzul Ali ‘Imran 3;77

Data ini berasal dari hadis sahih Bukhari 2356. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017

dan beberapa buku lainnya,-

Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top