Asbabun Nuzul Al-Qasas 28;56 – Hadis Sahih Bukhari 3884

https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/
https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/

Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul Al-Qasas 28;56

Al-Qasas 28;56

اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ اَحْبَبْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۚ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ ۝٥٦

innaka lâ tahdî man aḫbabta wa lâkinnallâha yahdî may yasyâ’, wa huwa a‘lamu bil-muhtadîn

Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) tidak (akan dapat) memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk). Dia paling tahu tentang orang-orang yang (mau) menerima petunjuk.

Asbabun Nuzul Al-Qasas 28;56

Ayat ini turun berkaitan dengan Nabi yang sangat menginginkan pamannya, Abù Íàlib, mengucapkan syahadat agar beliau dapat bersaksi untuk menyelamatkannya dari azab di akhirat nanti. Allah hendak menegaskan bahwa hanya Dialah yang bisa memberi hidayah.

حَدَّثَنَا مَحْمُودٌ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنِ ابْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ أَبَا طَالِبٍ، لَمَّا حَضَرَتْهُ الْوَفَاةُ دَخَلَ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم وَعِنْدَهُ أَبُو جَهْلٍ فَقَالَ ‏”‏ أَىْ عَمِّ، قُلْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ‏.‏ كَلِمَةً أُحَاجُّ لَكَ بِهَا عِنْدَ اللَّهِ ‏”‏‏.‏ فَقَالَ أَبُو جَهْلٍ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي أُمَيَّةَ يَا أَبَا طَالِبٍ، تَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَلَمْ يَزَالاَ يُكَلِّمَانِهِ حَتَّى قَالَ آخِرَ شَىْءٍ كَلَّمَهُمْ بِهِ عَلَى مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ‏.‏ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ لأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ مَا لَمْ أُنْهَ عَنْهُ ‏”‏‏.‏ فَنَزَلَتْ ‏{‏مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ‏}‏ وَنَزَلَتْ ‏{‏إِنَّكَ لاَ تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ‏}

Musayyab mengisahkan bahwa ketika Abù Tàlib sedang sekarat, datanglah Nabi sallallàhu ‘alaihi wasallam untuk menjenguknya. Di sana sudah ada Abù Jahl yang mendampingi Abù Tàlib. Nabi berkata pelan, “Pamanku, katakanlah bahwa tiada Tuhan selain Allah, sebuah kalimat yang dapat aku gunakan untuk membelamu di hadapan Allah.”

Dengan segera Abù Jahl dan ‘Abdullàh bin Abì Umayyah berkata, “Abù Tàlib, apakah engkau benci agama ‘Abdul Muttalib?” Keduanya terus saja membisikinya hingga Abù Tàlib meninggal dalam agama ‘Abdul Muttalib. Nabi lantas berkata di hadapan mayat pamannya itu, “Sungguh, aku akan terus memohon ampun bagimu selama Allah tidak melarangku.” Pada peristiwa ini turunlah ayat, mà kàna lin-nabiyyi wallažìna àmanù an yastagfirù lilmusyrikìna walau kànù ulì qurbà min ba‘di mà tabayyana lahum annahum ashàbul-jahìm dan ayat, innaka là tahdì man ahbabta.

Hadis ini mirip dengan hadis sahih Muslim 24, 25

Sumber Data Asbabun Nuzul Al-Qasas 28;56

Data ini berasal dari hadis sahih Bukhari 3884. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017

dan beberapa buku lainnya,-

Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top