
Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul Al-Mumtahanah 60;10
Al-Mumtahanah 60;10
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا جَاۤءَكُمُ الْمُؤْمِنٰتُ مُهٰجِرٰتٍ فَامْتَحِنُوْهُنَّۗ اَللّٰهُ اَعْلَمُ بِاِيْمَانِهِنَّ فَاِنْ عَلِمْتُمُوْهُنَّ مُؤْمِنٰتٍ فَلَا تَرْجِعُوْهُنَّ اِلَى الْكُفَّارِۗ لَا هُنَّ حِلٌّ لَّهُمْ وَلَا هُمْ يَحِلُّوْنَ لَهُنَّۗ وَاٰتُوْهُمْ مَّآ اَنْفَقُوْاۗ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ اَنْ تَنْكِحُوْهُنَّ اِذَآ اٰتَيْتُمُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّۗ وَلَا تُمْسِكُوْا بِعِصَمِ الْكَوَافِرِ وَسْـَٔلُوْا مَآ اَنْفَقْتُمْ وَلْيَسْـَٔلُوْا مَآ اَنْفَقُوْاۗ ذٰلِكُمْ حُكْمُ اللّٰهِۗ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ ١٠
yâ ayyuhalladzîna âmanû idzâ jâ’akumul-mu’minâtu muhâjirâtin famtaḫinûhunn, allâhu a‘lamu bi’îmânihinna fa in ‘alimtumûhunna mu’minâtin fa lâ tarji‘ûhunna ilal-kuffâr, lâ hunna ḫillul lahum wa lâ hum yaḫillûna lahunn, wa âtûhum mâ anfaqû, wa lâ junâḫa ‘alaikum an tangkiḫûhunna idzâ âtaitumûhunna ujûrahunn, wa lâ tumsikû bi‘ishamil-kawâfiri was’alû mâ anfaqtum walyas’alû mâ anfaqû, dzâlikum ḫukmullâh, yaḫkumu bainakum, wallâhu ‘alîmun ḫakîm
Wahai orang-orang yang beriman, apabila perempuan-perempuan mukmin datang berhijrah kepadamu, hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih tahu tentang keimanan mereka. Jika kamu telah mengetahui (keadaan) mereka bahwa mereka (benar-benar sebagai) perempuan-perempuan mukmin, janganlah kamu kembalikan mereka kepada orang-orang kafir (suami mereka). Mereka tidak halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tidak halal pula bagi mereka. Berikanlah kepada (suami) mereka mahar yang telah mereka berikan. Tidak ada dosa bagimu menikahi mereka apabila kamu membayar mahar kepada mereka.
Janganlah kamu tetap berpegang pada tali (pernikahan) dengan perempuan-perempuan kafir. Hendaklah kamu meminta kembali (dari orang-orang kafir) mahar yang telah kamu berikan (kepada istri yang kembali kafir). Hendaklah mereka (orang-orang kafir) meminta kembali mahar yang telah mereka bayar (kepada mantan istrinya yang telah beriman). Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.
Asbabun Nuzul Al-Mumtahanah 60;10
Salah satu butir Perjanjian Hudaibiyah adalah kewajiban bagi Nabi untuk mengembalikan siapa saja dari penduduk Mekah yang menghadap beliau untuk menyatakan masuk Islam. Selang beberapa lama, ada serombongan wanita dari Mekah yang menghadap Nabi dan menyatakan masuk Islam Allah lalu menurunkan ayat di atas untuk meminta Nabi tidak mengembalikan mereka ke Mekah.
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ عُقَيْلٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ، أَنَّهُ سَمِعَ مَرْوَانَ، وَالْمِسْوَرَ بْنَ مَخْرَمَةَ، رضى الله عنهما يُخْبِرَانِ عَنْ أَصْحَابِ، رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ لَمَّا كَاتَبَ سُهَيْلُ بْنُ عَمْرٍو يَوْمَئِذٍ كَانَ فِيمَا اشْتَرَطَ سُهَيْلُ بْنُ عَمْرٍو عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ لاَ يَأْتِيكَ مِنَّا أَحَدٌ وَإِنْ كَانَ عَلَى دِينِكَ إِلاَّ رَدَدْتَهُ إِلَيْنَا، وَخَلَّيْتَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُ. فَكَرِهَ الْمُؤْمِنُونَ ذَلِكَ، وَامْتَعَضُوا مِنْهُ، وَأَبَى سُهَيْلٌ إِلاَّ ذَلِكَ، فَكَاتَبَهُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عَلَى ذَلِكَ، فَرَدَّ يَوْمَئِذٍ أَبَا جَنْدَلٍ عَلَى أَبِيهِ سُهَيْلِ بْنِ عَمْرٍو، وَلَمْ يَأْتِهِ أَحَدٌ مِنَ الرِّجَالِ إِلاَّ رَدَّهُ فِي تِلْكَ الْمُدَّةِ، وَإِنْ كَانَ مُسْلِمًا، وَجَاءَ الْمُؤْمِنَاتُ مُهَاجِرَاتٍ، وَكَانَتْ أُمُّ كُلْثُومٍ بِنْتُ عُقْبَةَ بْنِ أَبِي مُعَيْطٍ مِمَّنْ خَرَجَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمَئِذٍ وَهْىَ عَاتِقٌ، فَجَاءَ أَهْلُهَا يَسْأَلُونَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَنْ يَرْجِعَهَا إِلَيْهِمْ، فَلَمْ يَرْجِعْهَا إِلَيْهِمْ لِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فِيهِنَّ {إِذَا جَاءَكُمُ الْمُؤْمِنَاتُ مُهَاجِرَاتٍ فَامْتَحِنُوهُنَّ اللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَانِهِنَّ} إِلَى قَوْلِهِ {وَلاَ هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ}.
Diriwayatkan dari Marwan dan al-Miswar bin Makhramah (dari para sahabat Rasulullah) bahwa ketika Suhail bin Amr menyetujui Perjanjian (Hudaibiyah), salah satu syarat yang diajukan adalah bahwa Nabi ﷺ harus mengembalikan kepada mereka (yaitu orang-orang musyrik) siapapun yang datang kepadanya dari pihak mereka, meskipun dia seorang Muslim; dan tidak akan mengganggu antara mereka dan orang tersebut. Para Muslim tidak menyukai syarat ini dan merasa tidak senang dengan hal itu. Suhail tidak setuju kecuali dengan syarat itu. Maka Nabi ﷺ menyetujui syarat tersebut dan mengembalikan Abu Jandal kepada ayahnya Suhail bin Amr. Sejak saat itu Nabi ﷺ mengembalikan setiap orang dalam periode itu (gencatan senjata) meskipun dia seorang Muslim.
Selama periode itu, beberapa wanita Muslimah yang berhijrah termasuk Um Kulthum binti Uqbah bin Abu Muait yang datang kepada Rasulullah ﷺ dan dia adalah seorang gadis muda saat itu. Kerabatnya datang kepada Nabi ﷺ dan meminta agar beliau mengembalikannya, tetapi Nabi ﷺ tidak mengembalikannya kepada mereka karena Allah telah menurunkan ayat berikut mengenai wanita: “Wahai orang-orang yang beriman! Ketika wanita-wanita yang beriman datang kepada kamu sebagai emigran, uji mereka, Allah lebih mengetahui tentang iman mereka, maka jika kamu mengetahui mereka sebagai orang-orang yang beriman sejati, janganlah kamu mengembalikan mereka kepada orang-orang kafir, karena mereka tidak halal (istri) bagi orang-orang kafir, dan orang-orang kafir tidak halal (suami) bagi mereka.”
Hadis ini mirip dengan hadis sahih Bukhari 2711, 2713, 2731 dan 2732
Sumber Data Asbabun Nuzul Al-Mumtahanah 60;10
Data ini berasal dari hadis sahih Bukhari 2712. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017
dan beberapa buku lainnya,-
Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah
Asbabun Nuzul Al-Mumtahanah 60;10 Asbabun Nuzul Al-Mumtahanah 60;10 Asbabun Nuzul Al-Mumtahanah 60;10 Asbabun Nuzul Al-Mumtahanah 60;10 Asbabun Nuzul Al-Mumtahanah 60;10 Asbabun Nuzul Al-Mumtahanah 60;10
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.