
Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul Al-Muddassir 74;1-5
Al-Muddassir 74;1-5
يٰٓاَيُّهَا الْمُدَّثِّرُۙ ١
قُمْ فَاَنْذِرْۖ ٢
وَرَبَّكَ فَكَبِّرْۖ ٣
وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْۖ ٤
وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْۖ ٥
yâ ayyuhal-muddatstsir (1) qum fa andzir (2) wa rabbaka fa kabbir (3) wa tsiyâbaka fa thahhir (4) war-rujza fahjur (5)
Wahai orang yang berselimut (Nabi Muhammad), (1) bangunlah, lalu berilah peringatan! (2) Tuhanmu, agungkanlah! (3) Pakaianmu, bersihkanlah! (4) Segala (perbuatan) yang keji, tinggalkanlah! (5)
Asbabun Nuzul Al-Muddassir 74;1-5
Ayat-ayat di atas turun di masa-masa awal Nabi Muhammad diangkat menjadi rasul. Sepulang dari menyepi di Gua Hira’, Nabi dipanggil oleh Jibril. Merasakan ketakutan yang sangat, Nabi pun berlari pulang dan minta diselimuti oleh Khadìjah.
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ، حَدَّثَنَا حَرْبٌ، حَدَّثَنَا يَحْيَى، قَالَ سَأَلْتُ أَبَا سَلَمَةَ أَىُّ الْقُرْآنِ أُنْزِلَ أَوَّلُ فَقَالَ {يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ} فَقُلْتُ أُنْبِئْتُ أَنَّهُ {اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ} فَقَالَ أَبُو سَلَمَةَ سَأَلْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ أَىُّ الْقُرْآنِ أُنْزِلَ أَوَّلُ فَقَالَ {يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ} فَقُلْتُ أُنْبِئْتُ أَنَّهُ {اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ} فَقَالَ لاَ أُخْبِرُكَ إِلاَّ بِمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ” جَاوَرْتُ فِي حِرَاءٍ فَلَمَّا قَضَيْتُ جِوَارِي، هَبَطْتُ فَاسْتَبْطَنْتُ الْوَادِيَ فَنُودِيتُ، فَنَظَرْتُ أَمَامِي وَخَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي فَإِذَا هُوَ جَالِسٌ عَلَى عَرْشٍ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ، فَأَتَيْتُ خَدِيجَةَ فَقُلْتُ دَثِّرُونِي وَصُبُّوا عَلَىَّ مَاءً بَارِدًا، وَأُنْزِلَ عَلَىَّ {يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ * قُمْ فَأَنْذِرْ * وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ}”
Ishaq bin Mansur meriwayatkan kepada kami, katanya: ‘Abdul Samad meriwayatkan kepada kami, katanya: Harb meriwayatkan kepada kami, katanya: Yahya meriwayatkan kepada kami, katanya: Aku bertanya kepada Abu Salamah, “Bagian Al-Qur’an manakah yang diturunkan pertama kali?” Dia menjawab, “{Wahai orang-orang yang berselimut (dengan pakaian)}.” Aku berkata, “Aku diberitahu bahwa itu adalah {Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan}.”
Abu Salamah berkata, “Aku bertanya kepada Jabir bin ‘Abdullah, ‘Bagian Al-Qur’an manakah yang diturunkan pertama kali?’ Dia menjawab, ‘Wahai orang-orang yang berselimut (dengan pakaian)} Wahai orang-orang yang berselimut! Maka aku berkata, “Aku telah diberitahu bahwa itu adalah: ‘Bacalah dengan nama Tuhanmu.’” Dia berkata, “Aku tidak akan memberitahumu kecuali apa yang dikatakan oleh Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam.” Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda, “Aku tinggal di Hira, dan setelah selesai tinggal di sana, aku turun ke lembah dan aku dipanggil. Aku melihat ke depan, ke belakang, ke kanan, dan ke kiri, dan di sanalah Dia, duduk di atas singgasana di antara langit dan bumi.”
Maka aku pergi kepada Khadijah dan berkata, “Selubungi aku dan siramkan air dingin kepadaku.” Kemudian ayat itu diturunkan kepadaku: “Wahai orang-orang yang berselubung! Bangunlah dan peringatkanlah! Dan agungkanlah Tuhanmu!”
Hadis ini mirip dengan hadis sahih Bukhari 4922 dan Muslim 161
Sumber Data Asbabun Nuzul Al-Muddassir 74;1-5
Data ini berasal dari hadis sahih Bukhari 4924. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017
dan beberapa buku lainnya,-
Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.