
Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul Al-Ma’idah 56;75-82
Al-Ma’idah 56;75-82
فَلَآ اُقْسِمُ بِمَوٰقِعِ النُّجُوْمِ ٧٥
وَاِنَّهٗ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُوْنَ عَظِيْمٌۙ ٧٦
اِنَّهٗ لَقُرْاٰنٌ كَرِيْمٌۙ ٧٧
فِيْ كِتٰبٍ مَّكْنُوْنٍۙ ٧٨
لَّا يَمَسُّهٗٓ اِلَّا الْمُطَهَّرُوْنَۙ ٧٩
تَنْزِيْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ ٨٠
اَفَبِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَنْتُمْ مُّدْهِنُوْنَ ٨١
وَتَجْعَلُوْنَ رِزْقَكُمْ اَنَّكُمْ تُكَذِّبُوْنَ ٨٢
fa lâ uqsimu bimawâqi‘in-nujûm,(75) wa innahû laqasamul lau ta‘lamûna ‘adhîm,(76) innahû laqur’ânung karîm,(77) fî kitâbim maknûn,(78) lâ yamassuhû illal-muthahharûn,(79) tanzîlum mir rabbil-‘âlamîn,(80) a fa bihâdzal-ḫadîtsi antum mud-hinûn,(81) wa taj‘alûna rizqakum annakum tukadzdzibûn(82)
Aku bersumpah demi tempat beredarnya bintang-bintang.(75) Sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang sangat besar seandainya kamu mengetahui.(76) Sesungguhnya ia benar-benar Al-Qur’an yang sangat mulia,(77) dalam Kitab yang terpelihara.(78) Tidak ada yang menyentuhnya, kecuali para hamba (Allah) yang disucikan.*(79) (Al-Qur’an) diturunkan dari Tuhan seluruh alam.(80) Apakah kamu menganggap remeh berita ini (Al-Qur’an).(81) dan kamu menjadikan rezeki yang kamu terima (dari Allah) justru untuk mendustakan (Al-Qur’an)?(82)
* Hamba Allah yang disucikan, menurut sebagian ulama, adalah orang-orang yang suci dari hadas besar dan kecil. Adapun menurut sebagian lainnya, maksudnya adalah makhluk Allah yang suci dari dosa dan kesalahan, yakni para malaikat.
Asbabun Nuzul Al-Ma’idah 56;75-82
Pada masa Rasulullah, kaum musyrik menganggap hujan turun karena bertepatan dengan rasi bintang tertentu. Mereka mengingkari hujan itu sebagai rahmat yang Allah turunkan kepada manusia. Terkait hal itulah ayat ini diturunkan.
وَحَدَّثَنِي عَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ الْعَظِيمِ الْعَنْبَرِيُّ، حَدَّثَنَا النَّضْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ، – وَهُوَ ابْنُ عَمَّارٍ – حَدَّثَنَا أَبُو زُمَيْلٍ، قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ عَبَّاسٍ، قَالَ مُطِرَ النَّاسُ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ” أَصْبَحَ مِنَ النَّاسِ شَاكِرٌ وَمِنْهُمْ كَافِرٌ قَالُوا هَذِهِ رَحْمَةُ اللَّهِ . وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَقَدْ صَدَقَ نَوْءُ كَذَا وَكَذَا ” . قَالَ فَنَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةُ { فَلاَ أُقْسِمُ بِمَوَاقِعِ النُّجُومِ} حَتَّى بَلَغَ { وَتَجْعَلُونَ رِزْقَكُمْ أَنَّكُمْ تُكَذِّبُونَ}
Ibnu ‘Abbàs berkata, “Suatu ketika hujan turun pada masa Rasulullah sallallàhu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda, ‘Ada dua golongan manusia dalam menyikapi turunnya hujan; ada yang bersyukur dan ada pula yang ingkar. Golongan pertama mengatakan, ‘Hujan ini adalah rahmat dari Allah,’ sedangkan golongan kedua berkata, ‘Hujan ini turun karena rasi bintang ini dan itu.’ Terkait hal ini turunlah ayat, falà uqsimu bimawàqi‘innujùm … hingga firman-Nya, wataj‘alùna rizqakum annakum tukažžibùn.”
Sumber Data Asbabun Nuzul Asbabun Nuzul Al-Ma’idah 56;75-82
Data ini berasal dari hadis sahih Muslim 73. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017
dan beberapa buku lainnya,-
Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.