
Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul Al-Hujurat 49;9
Al-Hujurat 49;9
وَاِنْ طَاۤىِٕفَتٰنِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اقْتَتَلُوْا فَاَصْلِحُوْا بَيْنَهُمَاۚ فَاِنْۢ بَغَتْ اِحْدٰىهُمَا عَلَى الْاُخْرٰى فَقَاتِلُوا الَّتِيْ تَبْغِيْ حَتّٰى تَفِيْۤءَ اِلٰٓى اَمْرِ اللّٰهِۖ فَاِنْ فَاۤءَتْ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَاَقْسِطُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ ٩
wa in thâ’ifatâni minal-mu’minînaqtatalû fa ashliḫû bainahumâ, fa im baghat iḫdâhumâ ‘alal-ukhrâ fa qâtilullatî tabghî ḫattâ tafî’a ilâ amrillâh, fa in fâ’at fa ashliḫû bainahumâ bil-‘adli wa aqsithû, innallâha yuḫibbul-muqsithîn
Jika ada dua golongan orang-orang mukmin bertikai, damaikanlah keduanya. Jika salah satu dari keduanya berbuat aniaya terhadap (golongan) yang lain, perangilah (golongan) yang berbuat aniaya itu, sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), damaikanlah keduanya dengan adil. Bersikaplah adil! Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bersikap adil.
Asbabun Nuzul Al-Hujurat 49;9
Suatu hari terjadilah percekcokan antara para sahabat Nabi dengan sejumlah kaum munafik yang dipicu oleh kelancangan ‘Abdullàh bin Ubay mengusir Nabi. Allah lalu menurunkan ayat ini untuk mendamaikan kedua belah pihak tersebut
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الأَعْلَى الْقَيْسِيُّ، حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ قِيلَ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم لَوْ أَتَيْتَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أُبَىٍّ قَالَ فَانْطَلَقَ إِلَيْهِ وَرَكِبَ حِمَارًا وَانْطَلَقَ الْمُسْلِمُونَ وَهِيَ أَرْضٌ سَبِخَةٌ فَلَمَّا أَتَاهُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم قَالَ إِلَيْكَ عَنِّي فَوَاللَّهِ لَقَدْ آذَانِي نَتْنُ حِمَارِكَ . قَالَ فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ وَاللَّهِ لَحِمَارُ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَطْيَبُ رِيحًا مِنْكَ – قَالَ – فَغَضِبَ لِعَبْدِ اللَّهِ رَجُلٌ مِنْ قَوْمِهِ – قَالَ – فَغَضِبَ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا أَصْحَابُهُ – قَالَ – فَكَانَ بَيْنَهُمْ ضَرْبٌ بِالْجَرِيدِ وَبِالأَيْدِي وَبِالنِّعَالِ – قَالَ – فَبَلَغَنَا أَنَّهَا نَزَلَتْ فِيهِمْ { وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا} .
Anas radiyallàhu ‘anhumà berkata “Seseorang memberi usulan kepada Nabi sallallàhu ‘alaihi wasallam, ‘Mungkin ada baiknya bila engkau menemui ‘Abdullàh bin Ubay.’ Setuju dengan usulan tersebut, Rasulullah lalu bertolak mengendarai keledai, diiringi sejumlah kaum muslim sembari berjalan kaki. Bertemulah mereka di sebuah tanah lapang yang tandus.
Begitu Nabi menghampirinya, ‘Abdullàh bin Ubay membentak, ‘Pergi jauhjauh! Demi Allah, bau busuk keledaimu membuatku mual.’ Seorang pria Ansar menyergah, ‘Demi Allah, bau keledai Rasulullah bahkan lebih wangi dibanding baumu!’ Bermaksud membela ‘Abdullàh bin Ubay, seorang kawannya balik memarahi dan memaki pria itu.
Merasa tidak terima, kawan-kawan mereka pun saling membela kawan masing-masing. Tidak cukup saling maki, mereka bahkan saling pukul dengan pelepah kurma, tangan kosong, juga alas kaki. Lalu sampailah kepada kami bahwa pada peristiwa itu turunlah firman Allah, wa’in íà’ifatàni minal-mu’minìnaqtatalù fa’aslihù bainahumà …”
Hadis ini mirip dengan hadis sahih Bukhari 2691
Sumber Data Asbabun Nuzul Al-Hujurat 49;9
Data ini berasal dari hadis sahih Muslim 1799. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017
dan beberapa buku lainnya,-
Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.