Asbabun Nuzul Al-An’am 6;52 – Hadis Sahih Muslim 2413

https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/
https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/

Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul Al-An’am 6;52

Al-An’am 6;52

وَلَا تَطْرُدِ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدٰوةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهٗۗ مَا عَلَيْكَ مِنْ حِسَابِهِمْ مِّنْ شَيْءٍ وَّمَا مِنْ حِسَابِكَ عَلَيْهِمْ مِّنْ شَيْءٍ فَتَطْرُدَهُمْ فَتَكُوْنَ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۝٥٢

wa lâ tathrudilladzîna yad‘ûna rabbahum bil-ghadâti wal-‘asyiyyi yurîdûna waj-hah, mâ ‘alaika min ḫisâbihim min syai’iw wa mâ min ḫisâbika ‘alaihim min syai’in fa tathrudahum fa takûna minadh-dhâlimîn

Janganlah engkau (Nabi Muhammad) mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan petang hari, sedangkan mereka mengharapkan keridaan-Nya. Engkau tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka dan mereka (pun) tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu, sehingga engkau (tidak berhak) mengusir mereka. (Jika dilakukan,) engkau termasuk orang-orang yang zalim.*
*Ketika Rasulullah saw. sedang duduk-duduk bersama beberapa orang mukmin yang dianggap hina dan miskin oleh kaum Quraisy, datanglah beberapa pemuka Quraisy hendak berbicara dengan Rasulullah. Mereka enggan duduk bersama dengan orang mukmin itu dan mendesak beliau untuk mengusir orang-orang mukmin itu supaya mereka dapat berbicara dengan Rasulullah secara nyaman. Ayat ini turun sebagai teguran terhadap sikap tersebut.

Asbabun Nuzul Al-An’am 6;52

Suatu ketika Nabi sallallàhu ‘alaihi wasallam berjalan bersama beberapa sahabatnya. Ketika berpapasan dengan beberapa orang musyrik, mereka
meminta Nabi mengusir para sahabatnya itu. Ayat ini turun berkaitan dengan peristiwa tersebut.

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الأَسَدِيُّ، عَنْ إِسْرَائِيلَ، عَنِ الْمِقْدَامِ بْنِ شُرَيْحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ سَعْدٍ، قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم سِتَّةَ نَفَرٍ فَقَالَ الْمُشْرِكُونَ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم اطْرُدْ هَؤُلاَءِ لاَ يَجْتَرِئُونَ عَلَيْنَا ‏.‏ قَالَ وَكُنْتُ أَنَا وَابْنُ مَسْعُودٍ وَرَجُلٌ مِنْ هُذَيْلٍ وَبِلاَلٌ وَرَجُلاَنِ لَسْتُ أُسَمِّيهِمَا فَوَقَعَ فِي نَفْسِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَقَعَ فَحَدَّثَ نَفْسَهُ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ ‏{‏ وَلاَ تَطْرُدِ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ‏}

Sa‘d bin Abì Waqqàs bercerita, “Kami berenam berjalan bersama Nabi sallallàhu ‘alaihi wasallam. Tiba-tiba beberapa orang musyrik yang kami
temui berkata kepada Nabi, ‘Usirlah mereka! Kami tidak mau mereka mengganggu kami.’ Saat itu ada aku, Ibnu Mas‘ùd, seorang pria dari kabilah
Hužail, Bilàl, dan dua pria yang tidak bisa aku sebut namanya. Akibat perkataan mereka, terbesitlah sesuatu, entah pikiran seperti apa, di hati
Rasulullah yang membuat beliau bergumam. Berkaitan dengan kejadian ini, Allah ‘azza wajalla menurunkan ayat walà taírudil-lažìna yad‘ùna rabbahum bil-gadàti wal-‘asyiyyi yurìdùna wajhah.”

Sumber Data Asbabun Nuzul Al-An’am 6;52

Data ini berasal dari hadis sahih Muslim 2413. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017

dan beberapa buku lainnya,-

Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top