
Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul Al-Ahzab 33;51
Al-Ahzab 33;51
تُرْجِيْ مَنْ تَشَاۤءُ مِنْهُنَّ وَتُـــْٔـوِيْٓ اِلَيْكَ مَنْ تَشَاۤءُۗ وَمَنِ ابْتَغَيْتَ مِمَّنْ عَزَلْتَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكَۗ ذٰلِكَ اَدْنٰٓى اَنْ تَقَرَّ اَعْيُنُهُنَّ وَلَا يَحْزَنَّ وَيَرْضَيْنَ بِمَآ اٰتَيْتَهُنَّ كُلُّهُنَّۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا فِيْ قُلُوْبِكُمْۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَلِيْمًا ٥١
turjî man tasyâ’u min-hunna wa tu’wî ilaika man tasyâ’, wa manibtaghaita mim man ‘azalta fa lâ junâḫa ‘alaîk, dzâlika adnâ an taqarra a‘yunuhunna wa lâ yaḫzanna wa yardlaina bimâ âtaitahunna kulluhunn, wallâhu ya‘lamu mâ fî qulûbikum, wa kânallâhu ‘alîman ḫalîmâ
Engkau (Nabi Muhammad) boleh menangguhkan (menggauli) siapa yang engkau kehendaki di antara mereka (para istrimu) dan (boleh pula) menggauli siapa (di antara mereka) yang engkau kehendaki. Siapa yang engkau ingini untuk menggaulinya kembali dari istri-istrimu yang telah engkau sisihkan, tidak ada dosa bagimu. Itu adalah lebih dekat untuk menyenangkan hati mereka. Mereka tidak merasa sedih dan mereka semua rela dengan apa yang telah engkau berikan kepada mereka. Allah mengetahui apa yang (tersimpan) dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.
* Menurut as-Suyùtiy,, pada suatu ketika istri-istri Nabi Muhammad ada yang cemburu dan ada yang meminta tambahan belanja. Maka, Nabi Muhammad memutuskan hubungan dengan mereka sampai sebulan lamanya. Oleh karena takut diceraikan Nabi, mereka datang kepada Nabi menyatakan kerelaannya atas apa saja yang akan diperbuat Nabi terhadap mereka. Turunnya ayat ini memberikan izin kepada Nabi untuk menggauli atau tidak menggauli istri yang dikehendakinya serta merujuk istri-istrinya, jika sudah ada yang diceraikannya. Meski ayat ini memberi Nabi keleluasaan untuk menginap di
rumah istri mana pun yang beliau mau, namun nyatanya beliau tetap berlaku adil kepada mereka.Lihat: as-Suyùíiy, Lubàb an-Nuqùl, hlm. 276.
Ibnu Hajar mengemukakan tiga penafsiran atas frasa turjì man tasyà’u minhunna wa tu’wì ilaika man tasyà’. Pertama, engkau (Muhammad) diperkenankan menceraikan atau tidak menceraikan siapa saja dari istrimu yang engkau kehendaki; kedua, engkau dipersilakan untuk tidak memberi giliran bermalam, tanpa perlu menceraikannya, kepada istri yang engkau mau, dan dipersilakan pula memberi giliran bermalam kepada istri yang engkau mau; ketiga, engkau diperkenankan menerima atau tidak menerima wanita yang menawarkan diri untuk engkau nikahi. Hadis di atas menguatkan tafsiran ketiga dan kedua, namun teks ayat tersebut terbuka untuk dipahami dengan ketiga penafsiran ini. Berdasarkan informasi dari ‘À’isyah diketahui bahwa Nabi tidak pernah mengurangi atau menghilangkan jatah bermalam kepada satu pun istrinya. Beliau selalu membagi jatah bermalam dengan adil. Lihat: Ibnu Hajar, Fath al-Bàrì, juz 8, hlm. 397.
Asbabun Nuzul Al-Ahzab 33;51
‘À’isyah menganggap para wanita yang menawarkan diri untuk diperistri Nabi tidak tahu malu. Menanggapi hal ini, turunlah ayat di atas dalam rangka memberi Nabi kebebasan untuk menikahi atau tidak menikahi mereka.
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلاَءِ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ كُنْتُ أَغَارُ عَلَى اللاَّتِي وَهَبْنَ أَنْفُسَهُنَّ لِرَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَأَقُولُ وَتَهَبُ الْمَرْأَةُ نَفْسَهَا فَلَمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ { تُرْجِي مَنْ تَشَاءُ مِنْهُنَّ وَتُؤْوِي إِلَيْكَ مَنْ تَشَاءُ وَمَنِ ابْتَغَيْتَ مِمَّنْ عَزَلْتَ} قَالَتْ قُلْتُ وَاللَّهِ مَا أَرَى رَبَّكَ إِلاَّ يُسَارِعُ لَكَ فِي هَوَاكَ.
Aisyah (semoga Allah meridhainya) berkata: Aku merasa cemburu kepada wanita-wanita yang menawarkan diri mereka kepada Rasulullah (ﷺ) dan berkata: Ketika Allah, Yang Maha Tinggi dan Maha Agung, menurunkan ayat ini: “Kamu dapat menunda siapa yang kamu kehendaki di antara mereka dan mengambil kepada dirimu siapa yang kamu kehendaki; dan jika kamu menginginkan yang telah kamu sisihkan (tidak ada dosa atasmu)” (xxxiii. 51), aku (Aisyah) berkata: Sepertinya Tuhanmu bersegera untuk memenuhi keinginanmu.
Hadis ini mirip dengan hadis sahih Bukhari 4788
Sumber Data Asbabun Nuzul Al-Ahzab 33;51
Data ini berasal dari hadis sahih Muslim 1464. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017
hadits.id, quran.com, sunnah.com
Al-Qur’an Kemenag 2019
dan beberapa buku lainnya,-
Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.