Asbabun Nuzul Al-Ahzab 33;23 – Hadis Sahih Muslim 1903

https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/
https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/

Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul Al-Ahzab 33;23

Al-Ahzab 33;23

وَلَمَّا رَاَ الْمُؤْمِنُوْنَ الْاَحْزَابَۙ قَالُوْا هٰذَا مَا وَعَدَنَا اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗ وَصَدَقَ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗۖ وَمَا زَادَهُمْ اِلَّآ اِيْمَانًا وَّتَسْلِيْمًاۗ ۝٢٢

wa lammâ ra’al-mu’minûnal-aḫzâba qâlû hâdzâ mâ wa‘adanallâhu wa rasûluhû wa shadaqallâhu wa rasûluhû wa mâ zâdahum illâ îmânaw wa taslîmâ

Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Di antara mereka ada yang gugur dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu.* Mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya)
* Yang dimaksud dengan menunggu pada ayat ini adalah menunggu salah satu di antara dua kebaikan, yakni menang atau mati syahid.

Asbabun Nuzul Al-Ahzab 33;23

Anas bin an-Naýr adalah salah satu sahabat yang mati syahid pada Perang Uhud. Beliau gugur setelah bertempur dengan gagah berani, sesuai sumpahnya kepada Allah setelah ia tidak dapat turut serta dalam Perang Badar. Itulah yang melatarbelakangi turunnya ayat ini.


وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ، حَدَّثَنَا بَهْزٌ، حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ الْمُغِيرَةِ، عَنْ ثَابِتٍ، قَالَ قَالَ أَنَسٌ عَمِّيَ الَّذِي سُمِّيتُ بِهِ لَمْ يَشْهَدْ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بَدْرًا – قَالَ – فَشَقَّ عَلَيْهِ قَالَ أَوَّلُ مَشْهَدٍ شَهِدَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم غُيِّبْتُ عَنْهُ وَإِنْ أَرَانِيَ اللَّهُ مَشْهَدًا فِيمَا بَعْدُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لَيَرَانِيَ اللَّهُ مَا أَصْنَعُ – قَالَ – فَهَابَ أَنْ يَقُولَ غَيْرَهَا – قَالَ – فَشَهِدَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ أُحُدٍ – قَالَ – فَاسْتَقْبَلَ سَعْدُ بْنُ مُعَاذٍ فَقَالَ لَهُ أَنَسٌ يَا أَبَا عَمْرٍو أَيْنَ فَقَالَ وَاهًا لِرِيحِ الْجَنَّةِ أَجِدُهُ دُونَ أُحُدٍ – قَالَ – فَقَاتَلَهُمْ حَتَّى قُتِلَ – قَالَ – فَوُجِدَ فِي جَسَدِهِ بِضْعٌ وَثَمَانُونَ مِنْ بَيْنِ ضَرْبَةٍ وَطَعْنَةٍ وَرَمْيَةٍ – قَالَ – فَقَالَتْ أُخْتُهُ عَمَّتِيَ الرُّبَيِّعُ بِنْتُ النَّضْرِ فَمَا عَرَفْتُ أَخِي إِلاَّ بِبَنَانِهِ ‏.‏ وَنَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةُ ‏{‏ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلاً‏}‏ قَالَ فَكَانُوا يُرَوْنَ أَنَّهَا نَزَلَتْ فِيهِ وَفِي أَصْحَابِهِ ‏.‏

Telah diriwayatkan dari Anas yang berkata: Paman saya yang dinamai dengan namanya tidak hadir bersama Rasulullah (ﷺ) pada hari Badr. Ia merasa sangat sedih tentang hal itu. Ia berkata: ‘Saya telah kehilangan pertempuran pertama yang dihadapi oleh Rasulullah (ﷺ), dan jika Allah sekarang memberi saya kesempatan untuk melihat medan perang bersama Rasulullah (ﷺ), Allah akan melihat apa yang saya lakukan di dalamnya.’ Ia takut untuk mengatakan lebih dari itu (agar tidak gagal memenuhi janjinya kepada Allah).

Ia hadir bersama Rasulullah (ﷺ) pada hari Uhud. Ia bertemu dengan Sa’d bin Mu’adh (yang sedang mundur). Anas berkata kepadanya: ‘Wahai Abu ‘Amr, ke mana (kamu pergi)? Celaka (bagimu)! Saya menemukan aroma surga di dekat gunung Uhud.’ (Menyalahkan Sa’d dengan kata-kata ini) ia maju dan melawan mereka (musuh) hingga ia terbunuh.

(Perawi berkata). Lebih dari delapan puluh luka yang ditimbulkan oleh pedang, tombak, dan anak panah ditemukan di tubuhnya. Saudarinya, bibi saya, ar-Rubayyi’, putri Nadr, berkata: ‘Saya tidak dapat mengenali tubuh saudara saya (itu sangat hancur) kecuali dari ujung jarinya.’ (Pada kesempatan ini) ayat Al-Qur’an: “Di antara orang-orang beriman ada lelaki yang telah memenuhi janji mereka kepada Allah. Di antara mereka ada yang telah menyelesaikan nazar mereka (hingga akhir), dan ada yang masih menunggu: tetapi mereka tidak pernah mengubah (tekad mereka) sedikit pun” (xxxiii. 23) diturunkan. Perawi berkata bahwa ayat tersebut diturunkan tentangnya (Anas bin Nadr) dan para sahabatnya.

Hadis ini mirip dengan hadis sahih Bukhari 2805

Sumber Data Asbabun Nuzul Al-Ahzab 33;23

Data ini berasal dari hadis sahih Muslim 1903. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017

hadits.id, quran.comsunnah.com

Al-Qur’an Kemenag 2019

dan beberapa buku lainnya,-

Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top