Asbabun Nuzul Al-Mumtahanah 60;10 – Hadis Sahih Bukhari 2711

https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/
https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/

Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul Al-Mumtahanah 60;10

Al-Mumtahanah 60;10

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا جَاۤءَكُمُ الْمُؤْمِنٰتُ مُهٰجِرٰتٍ فَامْتَحِنُوْهُنَّۗ اَللّٰهُ اَعْلَمُ بِاِيْمَانِهِنَّ فَاِنْ عَلِمْتُمُوْهُنَّ مُؤْمِنٰتٍ فَلَا تَرْجِعُوْهُنَّ اِلَى الْكُفَّارِۗ لَا هُنَّ حِلٌّ لَّهُمْ وَلَا هُمْ يَحِلُّوْنَ لَهُنَّۗ وَاٰتُوْهُمْ مَّآ اَنْفَقُوْاۗ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ اَنْ تَنْكِحُوْهُنَّ اِذَآ اٰتَيْتُمُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّۗ وَلَا تُمْسِكُوْا بِعِصَمِ الْكَوَافِرِ وَسْـَٔلُوْا مَآ اَنْفَقْتُمْ وَلْيَسْـَٔلُوْا مَآ اَنْفَقُوْاۗ ذٰلِكُمْ حُكْمُ اللّٰهِۗ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ ۝١٠

yâ ayyuhalladzîna âmanû idzâ jâ’akumul-mu’minâtu muhâjirâtin famtaḫinûhunn, allâhu a‘lamu bi’îmânihinna fa in ‘alimtumûhunna mu’minâtin fa lâ tarji‘ûhunna ilal-kuffâr, lâ hunna ḫillul lahum wa lâ hum yaḫillûna lahunn, wa âtûhum mâ anfaqû, wa lâ junâḫa ‘alaikum an tangkiḫûhunna idzâ âtaitumûhunna ujûrahunn, wa lâ tumsikû bi‘ishamil-kawâfiri was’alû mâ anfaqtum walyas’alû mâ anfaqû, dzâlikum ḫukmullâh, yaḫkumu bainakum, wallâhu ‘alîmun ḫakîm

Wahai orang-orang yang beriman, apabila perempuan-perempuan mukmin datang berhijrah kepadamu, hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih tahu tentang keimanan mereka. Jika kamu telah mengetahui (keadaan) mereka bahwa mereka (benar-benar sebagai) perempuan-perempuan mukmin, janganlah kamu kembalikan mereka kepada orang-orang kafir (suami mereka). Mereka tidak halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tidak halal pula bagi mereka. Berikanlah kepada (suami) mereka mahar yang telah mereka berikan. Tidak ada dosa bagimu menikahi mereka apabila kamu membayar mahar kepada mereka.

Janganlah kamu tetap berpegang pada tali (pernikahan) dengan perempuan-perempuan kafir. Hendaklah kamu meminta kembali (dari orang-orang kafir) mahar yang telah kamu berikan (kepada istri yang kembali kafir). Hendaklah mereka (orang-orang kafir) meminta kembali mahar yang telah mereka bayar (kepada mantan istrinya yang telah beriman). Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.

Asbabun Nuzul Al-Mumtahanah 60;10

Salah satu butir Perjanjian Hudaibiyah adalah kewajiban bagi Nabi untuk mengembalikan siapa saja dari penduduk Mekah yang menghadap beliau untuk menyatakan masuk Islam. Selang beberapa lama, ada serombongan wanita dari Mekah yang menghadap Nabi dan menyatakan masuk Islam Allah lalu menurunkan ayat di atas untuk meminta Nabi tidak mengembalikan mereka ke Mekah.

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ عُقَيْلٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ، أَنَّهُ سَمِعَ مَرْوَانَ، وَالْمِسْوَرَ بْنَ مَخْرَمَةَ، رضى الله عنهما يُخْبِرَانِ عَنْ أَصْحَابِ، رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ لَمَّا كَاتَبَ سُهَيْلُ بْنُ عَمْرٍو يَوْمَئِذٍ كَانَ فِيمَا اشْتَرَطَ سُهَيْلُ بْنُ عَمْرٍو عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ لاَ يَأْتِيكَ مِنَّا أَحَدٌ وَإِنْ كَانَ عَلَى دِينِكَ إِلاَّ رَدَدْتَهُ إِلَيْنَا، وَخَلَّيْتَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُ‏.‏ فَكَرِهَ الْمُؤْمِنُونَ ذَلِكَ، وَامْتَعَضُوا مِنْهُ، وَأَبَى سُهَيْلٌ إِلاَّ ذَلِكَ، فَكَاتَبَهُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عَلَى ذَلِكَ، فَرَدَّ يَوْمَئِذٍ أَبَا جَنْدَلٍ عَلَى أَبِيهِ سُهَيْلِ بْنِ عَمْرٍو، وَلَمْ يَأْتِهِ أَحَدٌ مِنَ الرِّجَالِ إِلاَّ رَدَّهُ فِي تِلْكَ الْمُدَّةِ، وَإِنْ كَانَ مُسْلِمًا، وَجَاءَ الْمُؤْمِنَاتُ مُهَاجِرَاتٍ، وَكَانَتْ أُمُّ كُلْثُومٍ بِنْتُ عُقْبَةَ بْنِ أَبِي مُعَيْطٍ مِمَّنْ خَرَجَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمَئِذٍ وَهْىَ عَاتِقٌ، فَجَاءَ أَهْلُهَا يَسْأَلُونَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَنْ يَرْجِعَهَا إِلَيْهِمْ، فَلَمْ يَرْجِعْهَا إِلَيْهِمْ لِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فِيهِنَّ ‏{‏إِذَا جَاءَكُمُ الْمُؤْمِنَاتُ مُهَاجِرَاتٍ فَامْتَحِنُوهُنَّ اللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَانِهِنَّ‏}‏ إِلَى قَوْلِهِ ‏{‏وَلاَ هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ‏}‏‏.‏

Marwàn (bin al-Hakam) dan al-Miswar bin Makhramah radiyallàhu ‘anhumà mengutip beberapa sahabat Rasulullah sallallàhu ‘alaihi wasallam bercerita “Sebelum Suhail bin ‘Amr menandatangani perjanjian (Hudaibiyah), salah satu pasal yang disyaratkannya kepada Nabi adalah bahwa ‘Jika ada dari golongan kami (Quraisy) orang yang datang kepadamu, meskipun ia beragama Islam, engkau wajib mengembalikannya kepada kami dan membiarkannya tetap berada di antara kami.’

Kaum mukmin keberatan dengan syarat tersebut. Mereka merasa dirugikan, namun Suhail tetap pada pendiriannya dan bersikeras mengajukan syarat itu. Akhirnya Nabi pun menerimanya. Hari itu pula beliau mengembalikan Abù Jandal kepada ayahnya, Suhail bin ‘Amr. Rasulullah juga mengembalikan semua orang Quraisy yang menghadap beliau selama masa perjanjian itu berlangsung, sekalipun ia seorang muslim.

Beberapa waktu berselang, berhijrahlah beberapa wanita mukmin ke Madinah, salah satunya Ummu Kulšùm binti ‘Uqbah bin Abì Mu‘aií, seorang budak yang telah dibebaskan oleh tuannya. Mengetahui Ummu Kulšùm hijrah ke Madinah, keluarganya datang dan meminta Nabi mengembalikannya kepada mereka, namun beliau henolak karena Allah telah menurunkan firman tentang wanita-wanita tersebut, ižà jà’akumul-mu’minàtu muhàjiràtin famtahinùhunn, allàhu a‘lamu bi’ìmànihinn … hingga firman-Nya, walà hum yahillùna lahunn.”

‘Urwah berkata, “‘À’isyah radiyallàhu ‘anhà mengabariku bahwa Rasulullah selalu menguji keimanan wanita-wanita yang datang kepada beliau selama masa perjanjian itu karena adanya ayat ini, yà ayyuhal-lažìna àmanù ižà jà’akumulmu’minàtu muhàjiràtin famtahinùhunn … hingga firman-Nya, gafùrur-rahìm. Begitu mereka mau menerima ketentuan itu, Rasulullah lalu bersabda, ‘Aku setuju membaiat kalian.’ Demikianlah cara beliau membaiat mereka. Demi Allah, tangan beliau sama sekali tidak menyentuh tangan seorang wanita pun dalam baiat. Beliau membaiat mereka hanya dengan ucapan seperti itu.”

Hadis ini mirip dengan hadis sahih Bukhari 2712, 2713, 2731 dan 2732

Sumber Data Asbabun Nuzul Al-Mumtahanah 60;10

Data ini berasal dari hadis sahih Bukhari 2711. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017

dan beberapa buku lainnya,-

Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah

Asbabun Nuzul Al-Mumtahanah 60;10 Asbabun Nuzul Al-Mumtahanah 60;10 Asbabun Nuzul Al-Mumtahanah 60;10 Asbabun Nuzul Al-Mumtahanah 60;10 Asbabun Nuzul Al-Mumtahanah 60;10 Asbabun Nuzul Al-Mumtahanah 60;10


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top