
Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul An-Nisa’ 4;88
An-Nisa’ 4;88
فَمَا لَكُمْ فِى الْمُنٰفِقِيْنَ فِئَتَيْنِ وَاللّٰهُ اَرْكَسَهُمْ بِمَا كَسَبُوْاۗ اَتُرِيْدُوْنَ اَنْ تَهْدُوْا مَنْ اَضَلَّ اللّٰهُۗ وَمَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهٗ سَبِيْلًا ٨٨
fa mâ lakum fil-munâfiqîna fi’ataini wallâhu arkasahum bimâ kasabû, a turîdûna an tahdû man adlallallâh, wa may yudllilillâhu fa lan tajida lahû sabîlâ
Mengapa kamu (wahai orang mukmin) (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah mengembalikan mereka (pada kekufuran) karena usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang yang telah dibiarkan sesat oleh Allah? Siapa yang dibiarkan sesat oleh Allah niscaya engkau (Nabi Muhammad) tidak akan menemukan jalan baginya (untuk diberi petunjuk).
Asbabun Nuzul An-Nisa’ 4;88
Sebelum Perang Uhud terjadi, sebagian pasukan muslim kembali ke Madinah karena takut melihat kekuatan musuh dan termakan hasutan ‘Abdullah bin Ubay. Sebagian sahabat bersikeras menumpas mereka, namun sebagian lainnya ingin agar mereka dibiarkan. Untuk meredakan perselisihan itulah ayat ini diturunkan.
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ، وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ، قَالاَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَدِيٍّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِت ٍ ـ رضى الله عنه ـ {فَمَا لَكُمْ فِي الْمُنَافِقِينَ فِئَتَيْنِ} رَجَعَ نَاسٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مِنْ أُحُدٍ، وَكَانَ النَّاسُ فِيهِمْ فِرْقَتَيْنِ فَرِيقٌ يَقُولُ اقْتُلْهُمْ. وَفَرِيقٌ يَقُولُ لاَ فَنَزَلَتْ {فَمَا لَكُمْ فِي الْمُنَافِقِينَ فِئَتَيْنِ} وَقَالَ ” إِنَّهَا طَيْبَةُ تَنْفِي الْخَبَثَ كَمَا تَنْفِي النَّارُ خَبَثَ الْفِضَّةِ ”.
Zaid bin Šàbit berkata, mengenai ayat famà lakum fil-munàfiqìna fi’ataini wallàhu arkasahum bimà kasabù.” Nabi (ﷺ) bersabda, “Sesungguhnya itu baik dan menghapus dosa sebagaimana api menghapus kotoran dari perak.” Beberapa sahabat Nabi (ﷺ) kembali dari perang Uhud (yaitu menolak untuk bertempur) di mana orang-orang Muslim terpecah menjadi dua kelompok; salah satunya mendukung eksekusi mereka dan yang lainnya tidak. Maka turunlah, ayat tersebut, Kemudian Nabi (ﷺ) bersabda: ‘Madinah adalah tempat yang baik, ia mengeluarkan kotoran sebagaimana api mengeluarkan kotoran perak.’
Hadis ini mirip dengan hadis sahih Bukhari 1884, 4050 dan Muslim 2776
Sumber Asbabun Nuzul An-Nisa’ 4;88
Data ini berasal dari hadis sahih Bukhari 4589. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017
hadits.id, quran.com, sunnah.com
Al-Qur’an Kemenag 2019
dan beberapa buku lainnya,-
Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah
Asbabun Nuzul An-Nisa’ 4;88 Asbabun Nuzul An-Nisa’ 4;88 Asbabun Nuzul An-Nisa’ 4;88
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.