
Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul Al-Lahab 111;1-5
Al-Lahab 111;1-5
تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّۗ ١
مَآ اَغْنٰى عَنْهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَۗ ٢
سَيَصْلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍۙ ٣
وَّامْرَاَتُهٗۗ حَمَّالَةَ الْحَطَبِۚ ٤
فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍࣖ ٥
tabbat yadâ abî lahabiw wa tabb (1) mâ aghnâ ‘an-hu mâluhû wa mâ kasab (2) sayashlâ nâran dzâta lahab (3) wamra’atuh, ḫammâlatal-ḫathab (4) fî jîdihâ ḫablum mim masad (5)
Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia. (1) Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. (2) Kelak dia akan memasuki api yang bergejolak (neraka),(3) (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).(4) Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal. (5)
Asbabun Nuzul Al-Lahab 111;1-5
Surah ini turun berkenaan dengan Abù Lahab yang memaki-maki Nabi ketika beliau mengajak kaum Quraisy berkumpul untuk mendengarkan dakwahnya.
وَحَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلاَءِ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةُ { وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الأَقْرَبِينَ} وَرَهْطَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ . خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم حَتَّى صَعِدَ الصَّفَا فَهَتَفَ ” يَا صَبَاحَاهْ ” . فَقَالُوا مَنْ هَذَا الَّذِي يَهْتِفُ قَالُوا مُحَمَّدٌ . فَاجْتَمَعُوا إِلَيْهِ فَقَالَ ” يَا بَنِي فُلاَنٍ يَا بَنِي فُلاَنٍ يَا بَنِي فُلاَنٍ يَا بَنِي عَبْدِ مَنَافٍ يَا بَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ ” فَاجْتَمَعُوا إِلَيْهِ فَقَالَ ” أَرَأَيْتَكُمْ لَوْ أَخْبَرْتُكُمْ أَنَّ خَيْلاً تَخْرُجُ بِسَفْحِ هَذَا الْجَبَلِ أَكُنْتُمْ مُصَدِّقِيَّ ” . قَالُوا مَا جَرَّبْنَا عَلَيْكَ كَذِبًا . قَالَ ” فَإِنِّي نَذِيرٌ لَكُمْ بَيْنَ يَدَىْ عَذَابٍ شَدِيدٍ ” . قَالَ فَقَالَ أَبُو لَهَبٍ تَبًّا لَكَ أَمَا جَمَعْتَنَا إِلاَّ لِهَذَا ثُمَّ قَامَ فَنَزَلَتْ هَذِهِ السُّورَةُ تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَقَدْ تَبَّ . كَذَا قَرَأَ الأَعْمَشُ إِلَى آخِرِ السُّورَةِ .
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa ketika ayat ini diturunkan: “Dan berilah peringatan kepada kerabatmu yang terdekat” (dan kelompokmu yang terpilih di antara mereka), Rasulullah (ﷺ) berangkat hingga ia mendaki Safa’ dan memanggil dengan keras: “Waspadalah!” Mereka berkata: Siapa yang memanggil dengan keras? Mereka berkata: Muhammad. Mereka berkumpul di sekelilingnya, dan ia berkata: “Wahai anak-anak si fulan, wahai anak-anak si fulan, wahai anak-anak ‘Abdul Manaf, wahai anak-anak ‘Abdul Muttalib,” dan mereka berkumpul di sekelilingnya.
Ia (Rasul) berkata: “Jika saya memberitahu kalian bahwa ada penunggang kuda yang muncul dari kaki gunung ini, apakah kalian akan mempercayai saya?” Mereka berkata: “Kami tidak pernah mengalami kebohongan darimu.” Ia berkata: “Baiklah, saya adalah pemberi peringatan kepada kalian sebelum azab yang berat.” Ia (penyampai) berkata bahwa Abu Lahab kemudian berkata: “Celaka bagimu! Apakah hanya untuk ini kamu mengumpulkan kami?” Ia (Nabi) kemudian berdiri, dan ayat ini diturunkan: “Celakalah tangan Abu Lahab, dan ia benar-benar binasa” (cxi. 1). A’mash membacakan ini hingga akhir surat.
Hadis ini mirip dengan hadis sahih Bukhari 4770 dan 4971
Sumber Data Asbabun Nuzul Al-Lahab 111;1-5
Data ini berasal dari hadis sahih Muslim 208 . yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017
dan beberapa buku lainnya,-
Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.