
Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul At-Tahrim 66;1
At-Tahrim 66;1
يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَآ اَحَلَّ اللّٰهُ لَكَۚ تَبْتَغِيْ مَرْضَاتَ اَزْوَاجِكَۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ١
yâ ayyuhan-nabiyyu lima tuḫarrimu mâ aḫallallâhu lak, tabtaghî mardlâta azwâjik, wallâhu ghafûrur raḫîm
Wahai Nabi (Muhammad), mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu? Engkau bermaksud menyenangkan hati istri-istrimu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Asbabun Nuzul At-Tahrim 66;1
Ayat di atas turun berkenaan dengan Nabi yang menyatakan tidak akan lagi meminum madu, hanya karena ingin menyenangkan hati istri-istrinya. Dari ucapan itu terkesan bahwa Nabi ingin mengharamkan dirinya mengonsumsi bahan pangan yang dihalalkan Allah.
وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ، حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ، أَنَّهُ سَمِعَ عُبَيْدَ بْنَ عُمَيْرٍ، يُخْبِرُ أَنَّهُ سَمِعَ عَائِشَةَ، تُخْبِرُ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَمْكُثُ عِنْدَ زَيْنَبَ بِنْتِ جَحْشٍ فَيَشْرَبُ عِنْدَهَا عَسَلاً قَالَتْ فَتَوَاطَأْتُ أَنَا وَحَفْصَةُ أَنَّ أَيَّتَنَا مَا دَخَلَ عَلَيْهَا النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فَلْتَقُلْ إِنِّي أَجِدُ مِنْكَ رِيحَ مَغَافِيرَ أَكَلْتَ مَغَافِيرَ فَدَخَلَ عَلَى إِحْدَاهُمَا فَقَالَتْ ذَلِكَ لَهُ . فَقَالَ ” بَلْ شَرِبْتُ عَسَلاً عِنْدَ زَيْنَبَ بِنْتِ جَحْشٍ وَلَنْ أَعُودَ لَهُ ” . فَنَزَلَ { لِمَ تُحَرِّمُ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكَ} إِلَى قَوْلِهِ { إِنْ تَتُوبَا} لِعَائِشَةَ وَحَفْصَةَ { وَإِذْ أَسَرَّ النَّبِيُّ إِلَى بَعْضِ أَزْوَاجِهِ حَدِيثًا} لِقَوْلِهِ ” بَلْ شَرِبْتُ عَسَلاً ” .
Aisyah radiyallahu anha menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) biasa menghabiskan waktu di rumah Zainab binti Jahsy dan minum madu di sana. Dia (Aisyah) melanjutkan: Aku dan Hafsah sepakat bahwa siapa pun yang pertama kali dikunjungi oleh Rasulullah (ﷺ) harus mengatakan: Aku mencium bau Magafir (getah mimosa) darimu. Dia (Rasulullah) mengunjungi salah satu dari mereka dan dia mengatakan hal itu kepadanya, lalu dia berkata: Aku telah minum madu di rumah Zainab binti Jahsy dan aku tidak akan melakukannya lagi. Pada saat itulah ayat ini diturunkan: ‘Mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu… (hingga) Jika kamu berdua (Aisyah dan Hafsah) bertobat kepada Allah’ hingga: ‘Dan ketika Nabi (ﷺ) menyampaikan suatu informasi kepada salah satu istrinya’ (lxvi. 3). Ini merujuk pada ucapannya: Tetapi aku telah minum madu.
Hadis ini mirip dengan hadis sahih Bukhari 5267 dan 6691
Sumber Data Asbabun Nuzul At-Tahrim 66;1
Data ini berasal dari hadis sahih Muslim 1474. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017
dan beberapa buku lainnya,-
Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.