Asbabun Nuzul Al-Mumtahanah 60;1 – Hadis Sahih Bukhari 4890

https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/
https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/

Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul Al-Mumtahanah 60;1

Al-Mumtahanah 60;1

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوْا عَدُوِّيْ وَعَدُوَّكُمْ اَوْلِيَاۤءَ تُلْقُوْنَ اِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوْا بِمَا جَاۤءَكُمْ مِّنَ الْحَقِّۚ يُخْرِجُوْنَ الرَّسُوْلَ وَاِيَّاكُمْ اَنْ تُؤْمِنُوْا بِاللّٰهِ رَبِّكُمْۗ اِنْ كُنْتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَادًا فِيْ سَبِيْلِيْ وَابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِيْ تُسِرُّوْنَ اِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَاَنَا۠ اَعْلَمُ بِمَآ اَخْفَيْتُمْ وَمَآ اَعْلَنْتُمْۗ وَمَنْ يَّفْعَلْهُ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاۤءَ السَّبِيْلِ ۝١

yâ ayyuhalladzîna âmanû lâ tattakhidzû ‘aduwwî wa ‘aduwwakum auliyâ’a tulqûna ilaihim bil-mawaddati wa qad kafarû bimâ jâ’akum minal-ḫaqq, yukhrijûnar-rasûla wa iyyâkum an tu’minû billâhi rabbikum, ing kuntum kharajtum jihâdan fî sabîlî wabtighâ’a mardlâtî tusirrûna ilaihim bil-mawaddati wa ana a‘lamu bimâ akhfaitum wa mâ a‘lantum, wa may yaf‘al-hu mingkum fa qad dlalla sawâ’as-sabîl

Wahai orang-orang yang beriman. Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman setia. Kamu sampaikan kepada mereka (hal-hal yang seharusnya dirahasiakan) karena rasa kasih sayang (kamu kepada mereka). Padahal, mereka telah mengingkari kebenaran yang datang kepadamu. Mereka mengusir Rasul dan kamu (dari Makkah) karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku, (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (hal-hal yang seharusnya dirahasiakan) kepada mereka karena rasa kasih sayang. Aku lebih tahu tentang apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Siapa di antara kamu yang melakukannya sungguh telah tersesat dari jalan yang lurus.

Asbabun Nuzul Al-Mumtahanah 60;1

Rasulullah mengutus tiga sahabatnya untuk mencegat kurir perempuan yang hendak menyampaikan surat kepada kaum musyrik di Mekah. Di surat itu tertulis permintaan seorang muslim di Madinah kepada kaum musyrik di Mekah untuk menjaga keluarganya. Sebagai imbalannya, ia memberitahu mereka detail hal-hal yang direncanakan oleh Rasulullah. Inilah kejadian yang berkaitan dengan turunnya ayat di atas.

حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ، قَالَ حَدَّثَنِي الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ، أَنَّهُ سَمِعَ عُبَيْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي رَافِعٍ، كَاتِبَ عَلِيٍّ يَقُولُ سَمِعْتُ عَلِيًّا ـ رضى الله عنه ـ يَقُولُ بَعَثَنِي رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنَا وَالزُّبَيْرَ وَالْمِقْدَادَ فَقَالَ ‏”‏ انْطَلِقُوا حَتَّى تَأْتُوا رَوْضَةَ خَاخٍ فَإِنَّ بِهَا ظَعِينَةً مَعَهَا كِتَابٌ فَخُذُوهُ مِنْهَا ‏”‏‏.‏ فَذَهَبْنَا تَعَادَى بِنَا خَيْلُنَا حَتَّى أَتَيْنَا الرَّوْضَةَ فَإِذَا نَحْنُ بِالظَّعِينَةِ فَقُلْنَا أَخْرِجِي الْكِتَابَ فَقَالَتْ مَا مَعِي مِنْ كِتَابٍ‏.‏ فَقُلْنَا لَتُخْرِجِنَّ الْكِتَابَ أَوْ لَنُلْقِيَنَّ الثِّيَابَ‏.‏ فَأَخْرَجَتْهُ مِنْ عِقَاصِهَا فَأَتَيْنَا بِهِ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَإِذَا فِيهِ مِنْ حَاطِبِ بْنِ أَبِي بَلْتَعَةَ إِلَى أُنَاسٍ مِنَ الْمُشْرِكِينَ مِمَّنْ بِمَكَّةَ يُخْبِرُهُمْ بِبَعْضِ أَمْرِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ مَا هَذَا يَا حَاطِبُ ‏”‏‏.‏ قَالَ لاَ تَعْجَلْ عَلَىَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي كُنْتُ امْرَأً مِنْ قُرَيْشٍ وَلَمْ أَكُنْ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَكَانَ مَنْ مَعَكَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ لَهُمْ قَرَابَاتٌ يَحْمُونَ بِهَا أَهْلِيهِمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِمَكَّةَ فَأَحْبَبْتُ إِذْ فَاتَنِي مِنَ النَّسَبِ فِيهِمْ أَنْ أَصْطَنِعَ إِلَيْهِمْ يَدًا يَحْمُونَ قَرَابَتِي وَمَا فَعَلْتُ ذَلِكَ كُفْرًا وَلاَ ارْتِدَادًا عَنْ دِينِي‏.‏ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ إِنَّهُ قَدْ صَدَقَكُمْ ‏”‏‏.‏ فَقَالَ عُمَرُ دَعْنِي يَا رَسُولَ اللَّهِ فَأَضْرِبَ عُنُقَهُ‏.‏ فَقَالَ ‏”‏ إِنَّهُ شَهِدَ بَدْرًا وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ اللَّهَ ـ عَزَّ وَجَلَّ ـ اطَّلَعَ عَلَى أَهْلِ بَدْرٍ فَقَالَ اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكُمْ ‏”‏‏.‏ قَالَ عَمْرٌو وَنَزَلَتْ فِيهِ ‏{‏يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ‏}‏ قَالَ لاَ أَدْرِي الآيَةَ فِي الْحَدِيثِ أَوْ قَوْلُ عَمْرٍو‏.‏ حَدَّثَنَا عَلِيٌّ قِيلَ لِسُفْيَانَ فِي هَذَا فَنَزَلَتْ ‏{‏لاَ تَتَّخِذُوا عَدُوِّي‏}‏ قَالَ سُفْيَانُ هَذَا فِي حَدِيثِ النَّاسِ حَفِظْتُهُ مِنْ عَمْرٍو وَمَا تَرَكْتُ مِنْهُ حَرْفًا وَمَا أُرَى أَحَدًا حَفِظَهُ غَيْرِي‏.‏

Arti

Telah menceritakan kepada kami Al-Humaidi, telah menceritakan kepada kami Sufyan, telah menceritakan kepada kami Amru bin Dinar, ia berkata: ‘Telah menceritakan kepada saya Al-Hasan bin Muhammad bin Ali, bahwa ia mendengar Ubaidullah bin Abi Rafi berkata: ‘Aku mendengar Ali radiyallahu ‘anhu berkata: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus aku, Az-Zubair, dan Al-Miqdad dan bersabda: ‘Berangkatlah hingga kalian tiba di Raudat Khakh, karena di sana ada seorang wanita yang sedang bepergian dengan unta. Dia memiliki sebuah surat. Ambil surat itu darinya.’

Maka kami berangkat, dan kuda-kuda kami berlari kencang hingga kami tiba di Raudah Khakh, dan tiba-tiba kami melihat wanita itu dan berkata (kepadanya): ‘Keluarkan surat itu!’ Dia berkata: ‘Saya tidak memiliki surat.’ Kami berkata: ‘Keluarkan surat itu atau kami akan menanggalkan pakaianmu.’ Maka dia mengeluarkannya dari ikatan rambutnya. Kami membawa surat itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan ternyata di dalamnya terdapat surat dari Hatib bin Abi Balta’a kepada beberapa orang musyrikin di Mekkah, memberitahukan mereka tentang beberapa urusan Nabi.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Apa ini, wahai Hatib?’ Hatib menjawab: ‘Jangan terburu-buru terhadapku, wahai Rasulullah! Aku adalah seorang dari kalangan Anshar dan tidak termasuk di antara mereka (musyrikin Quraisy), sedangkan para emigran yang bersamamu memiliki kerabat yang melindungi keluarga dan harta mereka di Mekkah. Maka, untuk menutupi ketidakhadiranku dalam hal hubungan darah dengan mereka, aku ingin melakukan sesuatu untuk mereka agar mereka melindungi kerabatku (di Mekkah), dan aku tidak melakukan ini karena kekufuran atau niat untuk meninggalkan agamaku.’ Nabi kemudian bersabda kepada para sahabatnya: ‘Dia (Hatib) telah mengatakan yang sebenarnya.’

Umar berkata: ‘Wahai Rasulullah, izinkan aku untuk memenggal kepalanya?’ Nabi bersabda: ‘Dia adalah salah satu yang menyaksikan (berperang di) Badar, dan apa yang kamu ketahui, mungkin Allah melihat kepada orang-orang Badar dan berkata: ‘Lakukanlah apa yang kalian inginkan, karena Aku telah mengampuni kalian.’ ‘ Amru, seorang perawi, berkata: ‘Ayat ini diturunkan tentangnya (Hatib): ‘Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan musuh-Ku dan musuh kalian sebagai teman atau pelindung.’ (60:1) Diriwayatkan dari Ali:

Sufyan ditanya apakah (ayat): ‘Janganlah kalian menjadikan musuh-Ku dan musuh kalian…’ diturunkan berkenaan dengan Hatib. Sufyan menjawab: ‘Ini hanya terdapat dalam riwayat orang-orang. Aku menghafal hadits ini dari Amru, tanpa mengabaikan satu huruf pun darinya, dan aku tidak tahu ada orang lain yang menghafalnya selain diriku.’

Hadis ini mirip dengan hadis sahih Bukhari 4274 dan Muslim 2494

Sumber Data Asbabun Nuzul Al-Mumtahanah 60;1

Data ini berasal dari hadis sahih Bukhari 4890. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017hadits.id, quran.comsunnah.com

dan beberapa buku lainnya,-

Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top