Kebolehan Tidak Puasa saat Perjalanan – Hadis Sahih Bukhari 1947

https://hasanah.info/category/kajian/rukun-islam/puasa/
https://hasanah.info/category/kajian/rukun-islam/puasa/

Puasa memerintahkan kita untuk tidak makan dan minum sejak terbit fajar (Subuh) hingga terbenam matahari (Maghrib). Akan tetapi bagaimana jika kita sedang dalam perjalanan yang melelahkan?

Dalam hal ini terdapat hadis sahih Bukhari 1947 yang berbunyi:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ حُمَيْدٍ الطَّوِيلِ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ كُنَّا نُسَافِرُ مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَلَمْ يَعِبِ الصَّائِمُ عَلَى الْمُفْطِرِ، وَلاَ الْمُفْطِرُ عَلَى الصَّائِمِ‏.‏

Anas bin Malik berkata: “Kami biasa bepergian bersama Nabi ﷺ dan tidak ada yang mengkritik orang yang berpuasa terhadap orang yang berbuka, dan tidak pula orang yang berbuka mengkritik orang yang berpuasa.”

Tidak Berpuasa saat Perjalanan

Dari hadis diatas diperlihatkan bahwa, tidak adayang melarang orang yang berbuka puasa (Nabi pun mendiamkan). Hal itu menandakan bahwa tidak mengapa kita tidak berpuasa, akan tetapi kita tetap wajib untuk menggantinya (qadha) di lain hari diluar Ramadan. Sedangkan bagi yang masih merasa kuat untuk berpuasa maka boleh melanjutkan dan mendapatkan keberkahan puasa Ramadan.

Dalam perjalanan, kita dianggap sebagai musafir. Musafir adalah sebutan bagi orang yang melakukan perjalanan jauh (safar) melampaui jarak tertentu, umumnya sekitar 80-90 km lebih, dengan tujuan bukan untuk bermaksiat. Islam memberikan keringanan (rukhsah) bagi musafir, seperti:

1. mengqashar salat, yaitu meringkas 4 rakaat menjadi 2 rakaat salat, dalam salat Dzuhur, Asar, dan Isya

2. menjamak salat (menggabungkan 2 waktu salat), Dzuhur dengan Asar, Magrib dengan Isya

3. tidak berpuasa Ramadan, akan tetapi wajib mengqadha (menggantinya) dengan berpuasa di luar bulan Ramadan

4. tidak salat Jumat, akan tetapi wajib salat Dzuhur

Seseorang dianggap musafir selama tidak berniat menetap di tempat tujuan selama 4 hari atau lebih (tidak termasuk hari kedatangan dan keberangkatan).

Keringanan ini diberikan sebagai bentuk kasih sayang Allah agar ibadah tidak memberatkan hamba-Nya saat dalam perjalanan. Jika seseorang melakukan perjalanan untuk tujuan maksiat, maka ia tidak berhak mendapatkan keringanan tersebut. 

Tips Menjalankan Puasa Ramadan yang Berkualitas

Agar ibadah puasa Anda berjalan lancar dan penuh berkah, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

Persiapkan Diri Secara Psikologis dan Fisik

  • Menjaga pola makan sehat menjelang Ramadan.
  • Mengurangi begadang dan kebiasaan yang tidak bermanfaat.
  • Memotivasi diri untuk menjalankan ibadah dengan niat tulus.

Atur Pola Makan Saat Sahur dan Buka Puasa

  • Konsumsi makanan bergizi dan seimbang.
  • Hindari makanan berlemak dan terlalu manis.
  • Minum cukup air untuk menjaga hidrasi tubuh.

Jaga Kesehatan dan Kebersihan

  • Cuci tangan sebelum dan sesudah makan.
  • Hindari makanan yang tidak higienis.
  • Istirahat yang cukup agar tubuh tetap fit.

Kesimpulan

Bagi orang yang sedang dalam perjalanan, dibolehkan untuk tidak berpuasa. Akan tetapi, dengan mempersiapkan diri secara matang kita bisa melanjutkan untuk berpuasa dan menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan, Sehingga bulan Ramadan akan menjadi bulan yang penuh berkah dan manfaat. Mari tingkatkan ibadah dan amal saleh demi mendapatkan keberkahan Ramadan yang tiada ternilai.

Semoga artikel ini membantu Anda memahami pentingnya menjalankan puasa Ramadan secara optimal. Selamat menjalankan ibadah puasa dan semoga Ramadan tahun ini penuh berkah!

Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top