
Puasa Ramadan bukan hanya sekadar kewajiban menahan lapar dan dahaga, melainkan juga sebuah perjalanan spiritual yang penuh makna, didalamnya diturunkan Al-Qur’an serta terdapat malam Lailatul Qadr, inilah yang membuat bulan Ramadan begitu istimewa.
Nabi Muhammad sampai tidak menganjurkan untuk berpuasa sunnah 1 – 2 hari menjelang datangnya Ramadan. Hal ini tercantum dalam hadis sahih Bukhari 1914 yang berbunyi :
حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا هِشَامٌ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ” لاَ يَتَقَدَّمَنَّ أَحَدُكُمْ رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ، إِلاَّ أَنْ يَكُونَ رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمَهُ فَلْيَصُمْ ذَلِكَ الْيَوْمَ ”.
Diriwayatkan oleh Muslim bin Ibrahim, diriwayatkan oleh Hisham, diriwayatkan oleh Yahya bin Abi Kathir, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah radiyallahu anhu, dari Nabi salallahu alaihi wasallam, yang bersabda: “Tidak seorang pun di antara kalian boleh berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadan, kecuali jika itu adalah hari yang menjadi kebiasaan seseorang untuk berpuasa, maka hendaklah ia berpuasa pada hari itu.”
Mengapa Dilarang?
Dari Hadis diatas dikatakan bahwa dalam kurun waktu 1 atau 2 hari menjelang Ramadan kita dilarang berpuasa sunnah, kecuali bagi orang yang rajin menjalankan puasa sunnah. Mengapa :
Kehati-hatian. Karena penentuan awal Ramadan memerlukan rukyat dan hisab sehingga perlu kehati-hatian dalam berpuasa sunnah.
Perlu ada jeda yang jelas antara puasa Sunnah dan puasa Wajib (Ramadan).Sebagai Contoh jika kita hendak puasa sunnah Senin/Kamis kemudian setelah dilihat dan dihitung ternyata keesokan harinya adalah Ramadan. Hal ini mengakibatkan tidak ada jeda puasa.
Larangan di sini adalah larangan haram, menurut banyak pendapat lebih kuat karena hukum asal larangan demikian sampai ada dalil lain yang menyatakan berbeda.
Menghormati bulan Ramadan. Bulan Ramadan didalamnya diturunkan Al-Qur’an serta terdapat malam Lailatul Qadr, inilah yang membuat bulan ini begitu istimewa.
Persiapan. Kita perlu persiapan yang matang, berupa fisik dan mental spiritual dalam menjalani puasa Ramadan.
Dikecualikan jika seseorang terbiasa puasa Senin Kamis, atau puasa Daud (sehari puasa, sehari tidak puasa), kalau dilakukan satu atau dua hari sebelum maka tidaklah mengapa.
Begitu pula dikecualikan jika seseorang ingin melaksanakan puasa wajib, seperti puasa nadzar, kafarat atau qodho’ puasa Ramadhan yang lalu, itu pun masih dibolehkan dan tidak termasuk dalam larangan hadits yang kita kaji.
Tips Menemukan Kebahagiaan Berpuasa
Agar pengalaman berpuasa Anda maksimal, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
- Berdoa dan Bersyukur Setiap Hari
Luangkan waktu untuk berdoa dan memanjatkan syukur atas nikmat Ramadan. - Menjalankan Ibadah dengan Khusyuk
Lakukan salat, membaca Al-Qur’an, dan dzikir dengan penuh khusyuk untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mendapatkan ketenangan hati. - Berbagi dengan Sesama
Berbagi makanan, sedekah, dan perhatian kepada sesama dapat meningkatkan rasa bahagia dan kepuasan batin. - Menjaga Pola Makan Seimbang
Konsumsi makanan bergizi saat sahur dan berbuka agar tubuh tetap sehat dan energik menjalani aktivitas puasa. - Mengisi Waktu dengan Aktivitas Positif
Selain ibadah, lakukan kegiatan yang memperkaya diri seperti belajar, membaca buku, atau berolahraga ringan.
Kesimpulan
Kebahagiaan berpuasa bukan hanya soal menahan lapar, tetapi juga tentang menemukan kedamaian dan rasa syukur dalam hati. Jadi, mari jadikan bulan suci ini sebagai momen untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan mendapatkan kebahagiaan yang abadi.
Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah,
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.