Kafarat Melakukan Hubungan Badan Saat Puasa – Hadis Sahih Bukhari 1936

https://hasanah.info/category/kajian/rukun-islam/puasa/
https://hasanah.info/category/kajian/rukun-islam/puasa/

Saat berpuasa sejak waktu imsak, subuh hingga menjelang adzan magrib kita wajib menahan nafsu syahwat. Baru kemudian kita diperbolehkan berhubungan suami istri di malam hari. Lantas bagaimana jika melakukan hubungan suami istri di siang hari puasa Ramadan?

Apa Itu Puasa Ramadan?

Puasa Ramadan adalah menahan diri dari makan, minum, menahan nafsu syahwat. dan hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari selama bulan Ramadan.Mengenai bagaimana jika melakukan hubungan suami istri di siang hari puasa Ramadan, terdapat hadis sahih Bukhari yang berkaitan dengan hal tersebut, yang bunyinya:

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ أَخْبَرَنِي حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ، فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلَكْتُ‏.‏ قَالَ ‏”‏ مَا لَكَ ‏”‏‏.‏ قَالَ وَقَعْتُ عَلَى امْرَأَتِي وَأَنَا صَائِمٌ‏.‏ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ هَلْ تَجِدُ رَقَبَةً تُعْتِقُهَا ‏”‏‏.‏ قَالَ لاَ‏.‏ قَالَ ‏”‏ فَهَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تَصُومَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ ‏”‏‏.‏ قَالَ لاَ‏.‏ فَقَالَ ‏”‏ فَهَلْ تَجِدُ إِطْعَامَ سِتِّينَ مِسْكِينًا ‏”‏‏.‏ قَالَ لاَ‏.‏ قَالَ فَمَكَثَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم، فَبَيْنَا نَحْنُ عَلَى ذَلِكَ أُتِيَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بِعَرَقٍ فِيهَا تَمْرٌ ـ وَالْعَرَقُ الْمِكْتَلُ ـ قَالَ ‏”‏ أَيْنَ السَّائِلُ ‏”‏‏.‏ فَقَالَ أَنَا‏.‏ قَالَ ‏”‏ خُذْهَا فَتَصَدَّقْ بِهِ ‏”‏‏.‏ فَقَالَ الرَّجُلُ أَعَلَى أَفْقَرَ مِنِّي يَا رَسُولَ اللَّهِ فَوَاللَّهِ مَا بَيْنَ لاَبَتَيْهَا ـ يُرِيدُ الْحَرَّتَيْنِ ـ أَهْلُ بَيْتٍ أَفْقَرُ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي، فَضَحِكَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم حَتَّى بَدَتْ أَنْيَابُهُ ثُمَّ قَالَ ‏”‏ أَطْعِمْهُ أَهْلَكَ ‏”‏‏.

Arti

Abu al-Yaman meriwayatkan kepada kami, katanya: Syu’aib memberitahukan kepada kami, dari al-Zuhri, yang berkata: Humayd ibn ‘Abdurrahman memberitahukan kepadaku bahwa Abu Hurairah (semoga Allah meridainya) berkata: Ketika kami sedang duduk bersama Nabi (shalawat dan salam kepadanya), seorang laki-laki datang kepadanya dan berkata, “Wahai Rasulullah, aku telah binasa!” Beliau bertanya, “Ada apa denganmu?”

Laki-laki itu menjawab, “Aku telah bersetubuh dengan istriku ketika aku sedang berpuasa.” Maka Rasulullah salallahu alaihi wasallam bertanya, ‘Apakah kamu mampu memerdekakan seorang budak?’ Ia menjawab: ‘Tidak.’ Nabi Muhammad salallahu alaihi wasallam bertanya: ‘Apakah kamu mampu berpuasa dua bulan berturut-turut?’ Ia menjawab: ‘Tidak.’  Beliau bertanya,  ‘Apakah kamu mampu memberi makan enam puluh orang miskin?’ Ia menjawab: ‘Tidak.’

Nabi (shalawat dan salam kepadanya) terdiam. Sementara kami sedang berdiskusi, Nabi salallahu alaihi wasallam diberi sekeranjang kurma. Beliau bertanya, “Di manakah orang yang bertanya?” Lalu orang itu menjawab, “Akulah orangnya.” Beliau berkata, “Ambillah dan berikanlah sebagai sedekah.” Orang itu berkata, ‘Haruskah saya berikan kepada orang yang lebih miskin dari saya? Demi Allah, tidak ada keluarga antara dua bukit ini yang lebih miskin dari keluarga saya.’  Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam tersenyum hingga gigi gerahamnya terlihat, lalu beliau berkata, “Berikanlah kepada keluargamu.”

Beratnya Kafarat Berhubungan Saat Puasa

Berdasarkan hadis sahih Bukhari 1936 diatas, menunjukkan bahwa kafarat atau denda yang harus dilakukan karena sengaja bersetubuh adalah :

  1. membebaskan seorang budak; jika tidak mampu maka
  2. berpuasa selama 2 bulan berturut-turut; jika tidak mampu maka
  3. memberi makan 60 orang miskin;

Tahapan Kafarat 1,2 atau 3 perlu diusahakan terlebih dahulu. Bukan serta merta dapat memilih hukuman kafarat yang paling ringan.

Jangan sampai bulan suci Ramadan dikotori oleh kelakuan kita. Mari kita isi Ramadan ini dengan kegiatan yang bermanfaat untuk memperbanyak amal kebaikan, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, dan dzikir.

Tips Menjalankan Puasa Ramadan yang Berkualitas

Agar ibadah puasa Anda berjalan lancar dan penuh berkah, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  1. Persiapkan Diri Secara Psikologis dan Fisik
  • Menjaga pola makan sehat menjelang Ramadan.
  • Mengurangi begadang dan kebiasaan yang tidak bermanfaat.
  • Memotivasi diri untuk menjalankan ibadah dengan niat tulus.
  1. Perbanyak Ibadah dan Amalan Sunnah
  • Melaksanakan salat malam secara rutin.
  • Membaca dan tadabbur Al-Qur’an setiap hari.
  • Melakukan dzikir dan doa untuk memohon keberkahan.
  • Melakukan sedekah secara rutin sebagai bentuk rasa syukur.
Kesimpulan

Puasa Ramadan bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri secara spiritual dan kesehatan. Dengan mempersiapkan diri secara matang dan menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan, Ramadan akan menjadi bulan yang penuh berkah dan manfaat. Jangan sampai bulan suci Ramadan dikotori oleh kelakuan kita. Mari tingkatkan ibadah dan amal saleh demi mendapatkan keberkahan Ramadan yang tiada ternilai.

Semoga artikel ini membantu Anda memahami pentingnya menjalankan puasa Ramadan secara optimal. Selamat menjalankan ibadah puasa dan semoga Ramadan tahun ini penuh berkah!

Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top