Ketentuan Hilal; Penentu Awal dan Akhir Ramadan – Hadis Sahih Bukhari 1900

https://id.wikipedia.org/wiki/Hilal#/media/Berkas:Screenshot_from_2021-08-09_20-06-58.png
https://id.wikipedia.org/wiki/Hilal#/media/Berkas:Screenshot_from_2021-08-09_20-06-58.png

Hilal adalah bulan sabit muda pertama yang terlihat di ufuk barat sesaat setelah matahari terbenam. Hal ini menandai awal bulan baru dalam kalender Hijriah (seperti Ramadhan, dan Syawal). 

Apa Dasar Penentuan Awal dan Akhir Ramadan?

Dasar hukum penentuan awal dan akhir bulan Ramadan didasarkan atas hadis nabi yang berbunyi

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ، قَالَ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ، عَنْ عُقَيْلٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي سَالِمٌ، أَنَّ ابْنَ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏”‏ إِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَصُومُوا، وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ ‏”‏‏.‏ وَقَالَ غَيْرُهُ عَنِ اللَّيْثِ حَدَّثَنِي عُقَيْلٌ وَيُونُسُ لِهِلاَلِ رَمَضَانَ‏.‏

Dari Ibn ‘Umar: Saya mendengar Rasulullah (ﷺ) bersabda, “Ketika kalian melihat bulan sabit (bulan Ramadan), mulailah berpuasa, dan ketika kalian melihat bulan sabit (bulan Syawal), berhentilah berpuasa; dan jika langit mendung (dan kalian tidak bisa melihatnya) maka anggaplah bulan Ramadan sebagai 30 hari.”

(Hadis Sahih Bukhari 1900)

Kapan Kita Bisa Melihat Hilal?

Hilal biasanya dapat dilihat pada rentang waktu sebelum matahari terbenam di arah dekat matahari terbenam. Namun, Hilal hanya muncul sebentar saja, yakni sekitar 15 menit hingga satu jam sebelum akhirnya ikut tenggelam bersama matahari akibat rotasi bumi yang lebih cepat dari gerakan rotasi bulan.

Karena Hilal digunakan sebagai acuan untuk permulaan bulan dalam kalender Islam, maka biasanya, Hilal mulai diamati pada hari ke-29 dari bulan Islam untuk menentukan apakah hari berikutnya sudah terjadi pergantian bulan atau belum. Bila hilal terlihat, artinya sudah berganti bulan dalam penanggalan Hijriah. Sebaliknya, jika belum terlihat, artinya belum berganti bulan (masih dalam bulan yang sama) dalam penanggalan Hijriah dan digenapkan menjadi 30 hari.

Bagaimana Penentuannya di Indonesia?

Cara penentuan awal dan akhir Ramadan dapat dilakukan melalui rukyatul hilal (pengamatan langsung dengan mata dan alat bantu seperti teleskop) atau bisa juga melalui hisab (perhitungan astronomi).

Dalam rukyatul hilal terdapat ketentuan yang didasarkan atas kesepakatan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yaitu (1) Tinggi hilal minimal 3 derajat dari cakrawala. Serta (2) jarak elongasi (jarak sudut) bulan-matahari minimal 6,4 derajat.

Sedangkan Hisab adalah metode matematis dan astronomis atau falak untuk menentukan posisi bulan. Pendekatan hisab ini memungkinkan kalender dibuat jauh hari sebelumnya tanpa harus menunggu pengamatan fisik (rukyatul hilal). 

Hilal sangat tipis sehingga sering sulit terlihat langsung, terutama jika langit mendung atau ufuk tertutup awan. Hal inilah yang menyebabkan sering terjadinya perbedaan waktu penentuan awal dan akhir bulan Ramadan antara yang menggunakan hisab dan rukyat

Kesimpulan : Bagaimana Sikap Kita Menghadapi Perbedaan?

Hisab dan Rukyat, masing-masing memiliki cara dan dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Alangkah baiknya kita menghormati pilihan masing-masing. sehingga tidak terjadi kekacauan sosial yang memperkeruh bulan suci Ramadan. Terlebih penting adalah bagaimana kita mengisi bulan suci ini dengan amal dan iman yang teguh.

Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top