
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia selalu mencari ketenangan, keberkahan, dan kedamaian hati. Salah satu cara yang paling efektif dan sederhana untuk mencapai hal tersebut adalah melalui dzikir untuk membersihkan hati, meningkatkan keimanan, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Berikut adalah bacaan dzikir yang diajarkan Nabi Muhammad salallahu alaihi wasallam, kepada kita:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
subhanallah wa bihamdih ‘adada khalqih wa ridhaa nafsih wa zinata ‘arsyih wa midada kalimatih 3x
“Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, sebanyak bilangan makhluk-Nya, sebesar keridhaan diri-Nya, seberat timbangan Arsy (singgasana-Nya), dan sebanyak kalimat-Nya.” 3x
Dibaca minimal 3x di pagi hari.
Sumber Bacaan Dzikir Nabi Muhammad di Pagi Hari
Dzikir ini berasal dari hadis sahih Muslim 2726 yang berbunyi :
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، وَعَمْرٌو النَّاقِدُ، وَابْنُ أَبِي عُمَرَ، – وَاللَّفْظُ لاِبْنِ أَبِي عُمَرَ – قَالُوا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، مَوْلَى آلِ طَلْحَةَ عَنْ كُرَيْبٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنْ جُوَيْرِيَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم خَرَجَ مِنْ عِنْدِهَا بُكْرَةً حِينَ صَلَّى الصُّبْحَ وَهِيَ فِي مَسْجِدِهَا ثُمَّ رَجَعَ بَعْدَ أَنْ أَضْحَى وَهِيَ جَالِسَةٌ فَقَالَ ” مَا زِلْتِ عَلَى الْحَالِ الَّتِي فَارَقْتُكِ عَلَيْهَا ” . قَالَتْ نَعَمْ . قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ” لَقَدْ قُلْتُ بَعْدَكِ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ لَوْ وُزِنَتْ بِمَا قُلْتِ مُنْذُ الْيَوْمِ لَوَزَنَتْهُنَّ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ ” .
Juwairiya melaporkan bahwa Rasulullah (ﷺ) keluar dari (apartemennya) di pagi hari ketika ia sedang sibuk melaksanakan shalat subuh di tempat ibadahnya. Ia kembali di siang hari dan ia masih duduk di sana. Ia (Nabi yang Mulia) berkata kepadanya: “Engkau masih di tempat yang sama sejak aku meninggalkanmu.” Ia menjawab: “Ya.” Kemudian Rasulullah (ﷺ) berkata: “Aku telah mengucapkan empat kalimat tiga kali setelah aku meninggalkanmu dan jika kalimat-kalimat ini ditimbang dengan apa yang telah kau ucapkan sejak pagi, kalimat-kalimat ini akan lebih berat, yaitu: “Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, sebanyak bilangan makhluk-Nya, sebesar keridhaan diri-Nya, seberat timbangan Arsy (singgasana-Nya), dan sebanyak kalimat-Nya.”
Mengapa Dzikir kepada Allah Sangat Penting?
- Mendekatkan Diri kepada Allah
Dzikir adalah salah satu cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dengan rutin berdzikir, hati menjadi lebih tenang dan hati nurani semakin tajam dalam menilai mana yang benar dan salah. - Menghapus Dosa dan Meningkatkan Keimanan
Dzikir mampu membersihkan hati dari dosa-dosa dan kesalahan, serta meningkatkan keimanan kepada Allah. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya hati menjadi keras sebagaimana besi berkarat, dan penghapusnya adalah dzikir.” (HR. Tirmidzi) - Mendatangkan Keberkahan dan Rezeki
Selain mendekatkan diri kepada Allah, dzikir juga dipercaya dapat membuka pintu rezeki dan keberkahan dalam hidup. Allah berfirman dalam Al-Qur’an: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28) - Menjaga Hati dari Perbuatan Buruk
Dzikir membantu menjaga hati dari perbuatan maksiat dan menjaga keikhlasan dalam beribadah serta berinteraksi dengan sesama.
Manfaat Dzikir kepada Allah untuk Kehidupan Sehari-hari
- Menumbuhkan Ketentraman Jiwa
Dalam situasi sulit maupun bahagia, dzikir mampu memberikan ketenangan dan kekuatan mental. - Memperkuat Ketakwaan
Dengan rutin berdzikir, tingkat ketakwaan kita kepada Allah semakin meningkat, sehingga hidup akan selalu berada dalam berkah dan keberkahan. - Menjadi Penyebab Dikabulkannya Doa
Dzikir yang dilakukan dengan khusyuk akan mempermudah dikabulkannya doa-doa kita kepada Allah.
Cara Melakukan Dzikir kepada Allah yang Mudah dan Efektif
- Lakukan Dzikir Secara Konsisten
Disarankan untuk berdzikir setiap hari, baik di waktu pagi, sore, maupun malam hari. Konsistensi adalah kunci utama keberhasilan amalan ini. - Pilih Waktu yang Tepat
Waktu-waktu utama berdzikir adalah setelah salat, pagi hari, dan sebelum tidur. Selain itu, dzikir bisa dilakukan kapan saja di mana saja. - Lakukan Dengan Khusyuk dan Penuh Penghayatan
Dzikir bukan hanya sekadar mengucapkan, tetapi juga harus disertai hati yang penuh penghayatan dan rasa takut serta rasa cinta kepada Allah.
Kesimpulan
Dzikir kepada Allah adalah amalan sederhana yang memiliki manfaat luar biasa dalam kehidupan seorang Muslim. Selain mendekatkan hati kepada Sang Pencipta, dzikir juga menumbuhkan ketenangan, keberkahan, dan keberhasilan dalam hidup. Mari tingkatkan kualitas ibadah kita dengan rutin berdzikir dan rasakan sendiri manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Ingatlah, Allah selalu dekat dan siap mengabulkan doa hamba-Nya yang tulus dan penuh keikhlasan.
Jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada kerabat dan keluarga agar mereka juga mendapatkan keberkahan dari dzikir kepada Allah. Semoga kita semua selalu diberikan kekuatan untuk istiqomah dalam mengamalkan dzikir dan mendapatkan rahmat-Nya.
Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.