
Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul Al-Hujurat 49;2-3
Al-Hujurat 49;2-3
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَرْفَعُوْٓا اَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوْا لَهٗ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ اَنْ تَحْبَطَ اَعْمَالُكُمْ وَاَنْتُمْ لَا تَشْعُرُوْنَ ٢
اِنَّ الَّذِيْنَ يَغُضُّوْنَ اَصْوَاتَهُمْ عِنْدَ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ امْتَحَنَ اللّٰهُ قُلُوْبَهُمْ لِلتَّقْوٰىۗ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ عَظِيْمٌ ٣
yâ ayyuhalladzîna âmanû lâ tarfa‘û ashwâtakum fauqa shautin-nabiyyi wa lâ taj-harû lahû bil-qauli kajahri ba‘dlikum liba‘dlin an taḫbatha a‘mâlukum wa antum lâ tasy‘urûn (2)
innalladzîna yaghudldlûna ashwâtahum ‘inda rasûlillâhi ulâ’ikalladzînamtaḫanallâhu qulûbahum lit-taqwâ, lahum maghfiratuw wa ajrun ‘adhîm (3)
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah meninggikan suaramu melebihi suara Nabi dan janganlah berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap yang lain. Hal itu dikhawatirkan akan membuat (pahala) segala amalmu terhapus, sedangkan kamu tidak menyadarinya. (2)
Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang telah diuji hatinya oleh Allah untuk bertakwa. Mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar. (3)
Asbabun Nuzul Al-Hujurat 49;2-3
Ayat ini turun berkenaan dengan perdebatan antara Abù Bakr dan ‘Umar Keduanya berdebat sekian lama di hadapan Nabi dengan nada suara yang makin meninggi.
حَدَّثَنَا يَسَرَةُ بْنُ صَفْوَانَ بْنِ جَمِيلٍ اللَّخْمِيُّ، حَدَّثَنَا نَافِعُ بْنُ عُمَرَ، عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ، قَالَ كَادَ الْخَيِّرَانِ أَنْ يَهْلِكَا ـ أَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ رَفَعَا أَصْوَاتَهُمَا عِنْدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم حِينَ قَدِمَ عَلَيْهِ رَكْبُ بَنِي تَمِيمٍ، فَأَشَارَ أَحَدُهُمَا بِالأَقْرَعِ بْنِ حَابِسٍ أَخِي بَنِي مُجَاشِعٍ، وَأَشَارَ الآخَرُ بِرَجُلٍ آخَرَ ـ قَالَ نَافِعٌ لاَ أَحْفَظُ اسْمَهُ ـ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ لِعُمَرَ مَا أَرَدْتَ إِلاَّ خِلاَفِي. قَالَ مَا أَرَدْتُ خِلاَفَكَ. فَارْتَفَعَتْ أَصْوَاتُهُمَا فِي ذَلِكَ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لاَ تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ} الآيَةَ. قَالَ ابْنُ الزُّبَيْرِ فَمَا كَانَ عُمَرُ يُسْمِعُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بَعْدَ هَذِهِ الآيَةِ حَتَّى يَسْتَفْهِمَهُ. وَلَمْ يَذْكُرْ ذَلِكَ عَنْ أَبِيهِ، يَعْنِي أَبَا بَكْرٍ.
Ibnu Abì Mulaikah berkata, Suatu ketika, kedua orang saleh, yaitu Abu Bakar dan Umar, berada di ambang kehancuran (dan itu karena): Ketika utusan Bani Tamim datang kepada Nabi, salah seorang dari mereka (baik Abu Bakar atau Umar) merekomendasikan Al-Aqra’ bin H’Abis at-Tamimi Al-Hanzali, saudara Bani Majashi (untuk diangkat sebagai pemimpin mereka), sementara yang lain merekomendasikan orang lain.
Abu Bakar berkata kepada Umar, “Kamu hanya bermaksud menentangku.” Umar berkata, “Aku tidak bermaksud menentangmu!” Kemudian suara mereka semakin keras di hadapan Nabi (saw), lalu turunlah firman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian meninggikan suara kalian melebihi suara Nabi… pahala yang besar.’ (49.2-3) Ibnu Az-Zubair berkata, ‘Sejak saat itu, ketika Umar berbicara kepada Nabi, ia berbicara seperti orang yang membisikkan rahasia dan bahkan gagal membuat Nabi mendengarnya, dalam hal ini Nabi akan memintanya (untuk mengulangi kata-katanya).
Hadis ini mirip dengan hadis sahih Bukhari 4845
Sumber Data Asbabun Nuzul Al-Hujurat 49;2-3
Data ini berasal dari hadis sahih Bukhari 7302. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017
dan beberapa buku lainnya,-
Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.