Asbabun Nuzul Al-Furqan 25;68-70 – Hadis Sahih Bukhari 4810

https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/
https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/

Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul Al-Furqan 25;68-70

Al-Furqan 25;68-70

 

وَالَّذِيْنَ لَا يَدْعُوْنَ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ وَلَا يَقْتُلُوْنَ النَّفْسَ الَّتِيْ حَرَّمَ اللّٰهُ اِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُوْنَۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ يَلْقَ اَثَامًاۙ ۝٦٨

يُّضٰعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَيَخْلُدْ فِيْهٖ مُهَانًاۙ ۝٦٩

اِلَّا مَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَاُولٰۤىِٕكَ يُبَدِّلُ اللّٰهُ سَيِّاٰتِهِمْ حَسَنٰتٍۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا ۝٧٠

walladzîna lâ yad‘ûna ma‘allâhi ilâhan âkhara wa lâ yaqtulûnan-nafsallatî ḫarramallâhu illâ bil-ḫaqqi wa lâ yaznûn, wa may yaf‘al dzâlika yalqa atsâmâ (68) yudlâ‘af lahul-‘adzâbu yaumal-qiyâmati wa yakhlud fîhî muhânâ (69) illâ man tâba wa âmana wa ‘amila ‘amalan shâliḫan fa ulâ’ika yubaddilullâhu sayyi’âtihim ḫasanât, wa kânallâhu ghafûrar raḫîmâ(70)

Dan, orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain, tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Siapa yang melakukan demikian itu niscaya mendapat dosa. (68) Baginya akan dilipatgandakan azab pada hari Kiamat dan dia kekal dengan azab itu dalam kehinaan.(69) Kecuali, orang yang bertobat, beriman, dan beramal saleh. Maka, Allah mengganti kejahatan mereka (dengan) kebaikan. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (70)

(lihat surah an-Nisā’/4: 48). = (Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah berbuat dosa yang sangat besar.)

Asbabun Nuzul Al-Furqan 25;68-70

Beberapa orang musyrik yang bergelimang dosa menghadap Nabi untuk menyatakan masuk Islam. Namun sebelum itu mereka ingin menanyakan kafarat atas dosa-dosa yang telah mereka lakukan selama ini. Turunlah ayat di atas untuk menjawab pertanyaan tersebut.

حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى، أَخْبَرَنَا هِشَامُ بْنُ يُوسُفَ، أَنَّ ابْنَ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَهُمْ قَالَ يَعْلَى إِنَّ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ أَخْبَرَهُ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ـ رضى الله عنهما ـ أَنَّ نَاسًا، مِنْ أَهْلِ الشِّرْكِ كَانُوا قَدْ قَتَلُوا وَأَكْثَرُوا وَزَنَوْا وَأَكْثَرُوا، فَأَتَوْا مُحَمَّدًا صلى الله عليه وسلم فَقَالُوا إِنَّ الَّذِي تَقُولُ وَتَدْعُو إِلَيْهِ لَحَسَنٌ لَوْ تُخْبِرُنَا أَنَّ لِمَا عَمِلْنَا كَفَّارَةً‏.‏ فَنَزَلَ ‏{‏وَالَّذِينَ لاَ يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلاَ يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَلاَ يَزْنُونَ‏}‏ وَنَزَلَ ‏{‏قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لاَ تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ‏}

Ibnu Abbàs radiyallàhu ‘anhumà bercerita bahwa ada sekelompok kaum musyrik yang selama ini banyak melakukan pembunuhan dan perzinaan. Mereka kemudian menghadap Nabi Muhammad sallallàhu ‘alaihi wasallam (untuk menyatakan masuk Islam, namun di hati kecil mereka tersisa kekhawatiran atas dosa-dosa yang telah mereka perbuat).

Mereka berkata, “Kami mengakui apa yang kaukatakan dan dakwahkan adalah hal yang baik. Andai saja engkau dapat memberitahu kami kafarat (penghapus) atas dosa-dosa yang telah kami lakukan, (kami tidak akan ragu lagi untuk menyatakan masuk Islam).” Berkaitan dengan kejadian ini turunlah firman Allah, wallažìna là yad‘ùna ma‘allàhi ilàhan àkhara walà yaqtulùnannafsal-latì harramallàhu illà bil-haqqi walà yaznùn, dan firman Allah, qul yà ‘ibàdiyal-lažìna asrafù ‘alà anfusihim là taqnatù min rahmatillàh

Hadis ini mirip dengan hadis sahih Muslim 122

Sumber Data Asbabun Nuzul Al-Furqan 25;68-70

Data ini berasal dari hadis sahih Bukhari 4810. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017

dan beberapa buku lainnya,-

Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top