Asbabun Nuzul Al-Ahzab 33;23 – Hadis Sahih Bukhari 2805

https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/
https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/

Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul Al-Ahzab 33;23

Al-Ahzab 33;23

وَلَمَّا رَاَ الْمُؤْمِنُوْنَ الْاَحْزَابَۙ قَالُوْا هٰذَا مَا وَعَدَنَا اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗ وَصَدَقَ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗۖ وَمَا زَادَهُمْ اِلَّآ اِيْمَانًا وَّتَسْلِيْمًاۗ ۝٢٢

wa lammâ ra’al-mu’minûnal-aḫzâba qâlû hâdzâ mâ wa‘adanallâhu wa rasûluhû wa shadaqallâhu wa rasûluhû wa mâ zâdahum illâ îmânaw wa taslîmâ

Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Di antara mereka ada yang gugur dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu.* Mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya)
* Yang dimaksud dengan menunggu pada ayat ini adalah menunggu salah satu di antara dua kebaikan, yakni menang atau mati syahid.

Asbabun Nuzul Al-Ahzab 33;23

Anas bin an-Naýr adalah salah satu sahabat yang mati syahid pada Perang Uhud. Beliau gugur setelah bertempur dengan gagah berani, sesuai sumpahnya kepada Allah setelah ia tidak dapat turut serta dalam Perang Badar. Itulah yang melatarbelakangi turunnya ayat ini.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَعِيدٍ الْخُزَاعِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الأَعْلَى، عَنْ حُمَيْدٍ، قَالَ سَأَلْتُ أَنَسًا‏.‏ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ زُرَارَةَ، حَدَّثَنَا زِيَادٌ، قَالَ حَدَّثَنِي حُمَيْدٌ الطَّوِيلُ، عَنْ أَنَسٍ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ غَابَ عَمِّي أَنَسُ بْنُ النَّضْرِ عَنْ قِتَالِ بَدْرٍ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ، غِبْتُ عَنْ أَوَّلِ قِتَالٍ قَاتَلْتَ الْمُشْرِكِينَ، لَئِنِ اللَّهُ أَشْهَدَنِي قِتَالَ الْمُشْرِكِينَ لَيَرَيَنَّ اللَّهُ مَا أَصْنَعُ، فَلَمَّا كَانَ يَوْمُ أُحُدٍ وَانْكَشَفَ الْمُسْلِمُونَ قَالَ ‏”‏ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعْتَذِرُ إِلَيْكَ مِمَّا صَنَعَ هَؤُلاَءِ ـ يَعْنِي أَصْحَابَهُ ـ وَأَبْرَأُ إِلَيْكَ مِمَّا صَنَعَ هَؤُلاَءِ ‏”‏ ـ يَعْنِي الْمُشْرِكِينَ ـ ثُمَّ تَقَدَّمَ، فَاسْتَقْبَلَهُ سَعْدُ بْنُ مُعَاذٍ، فَقَالَ يَا سَعْدُ بْنَ مُعَاذٍ، الْجَنَّةَ، وَرَبِّ النَّضْرِ إِنِّي أَجِدُ رِيحَهَا مِنْ دُونِ أُحُدٍ‏.‏ قَالَ سَعْدٌ فَمَا اسْتَطَعْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا صَنَعَ‏.‏ قَالَ أَنَسٌ فَوَجَدْنَا بِهِ بِضْعًا وَثَمَانِينَ ضَرْبَةً بِالسَّيْفِ أَوْ طَعْنَةً بِرُمْحٍ أَوْ رَمْيَةً بِسَهْمٍ، وَوَجَدْنَاهُ قَدْ قُتِلَ وَقَدْ مَثَّلَ بِهِ الْمُشْرِكُونَ، فَمَا عَرَفَهُ أَحَدٌ إِلاَّ أُخْتُهُ بِبَنَانِهِ‏.‏ قَالَ أَنَسٌ كُنَّا نَرَى أَوْ نَظُنُّ أَنَّ هَذِهِ الآيَةَ نَزَلَتْ فِيهِ وَفِي أَشْبَاهِهِ ‏{‏مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ‏}‏ إِلَى آخِرِ الآيَةِ‏.‏ وَقَالَ إِنَّ أُخْتَهُ وَهْىَ تُسَمَّى الرُّبَيِّعَ كَسَرَتْ ثَنِيَّةَ امْرَأَةٍ فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِالْقِصَاصِ، فَقَالَ أَنَسٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ لاَ تُكْسَرُ ثَنِيَّتُهَا‏.‏ فَرَضُوا بِالأَرْشِ وَتَرَكُوا الْقِصَاصَ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ إِنَّ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ مَنْ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لأَبَرَّهُ ‏”‏‏.‏


Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sa’id al-Khuza’i, telah menceritakan kepada kami Abdul A’la, dari Humayd, ia berkata: “Aku bertanya kepada Anas. Telah menceritakan kepada kami Amru bin Zurarah, telah menceritakan kepada kami Ziyad, ia berkata: Telah menceritakan kepadaku Humayd al-Tawil, dari Anas -semoga Allah meridhoinya- ia berkata: “Pamanku Anas bin an-Nadr tidak hadir dalam Perang Badr. Ia berkata: ‘Wahai Rasulullah, aku tidak hadir dalam pertempuran pertama yang Engkau lakukan melawan orang-orang musyrik. Demi Allah, jika Allah mempertemukanku dengan orang-orang musyrik, pasti Allah akan melihat apa yang akan aku lakukan.’

Ketika hari Uhud dan kaum Muslimin berbalik dan melarikan diri, ia berkata: ‘Ya Allah, aku mohon ampun kepada-Mu atas apa yang telah dilakukan oleh mereka (yaitu sahabat-sahabatnya) dan aku berlepas diri kepada-Mu dari apa yang telah dilakukan oleh mereka (yaitu orang-orang musyrik).’ Kemudian ia maju dan Sa’d bin Mu’adh menemuinya. Ia berkata: ‘Wahai Sa’d bin Mu’adh, surga! Demi Tuhan An-Nadr, aku mencium baunya dari sebelah Uhud.’ Sa’d berkata: ‘Wahai Rasulullah, aku tidak mampu melakukan apa yang telah dilakukannya.’

Anas berkata: ‘Kami menemukan di tubuhnya lebih dari delapan puluh luka sabetan atau tusukan dengan lembing atau lemparan dengan anak panah, dan kami menemukan dia telah terbunuh dan tubuhnya telah dimutilasi oleh orang-orang musyrik, sehingga tidak ada yang mengenalinya kecuali saudarinya dengan jarinya.’ Anas berkata: ‘Kami beranggapan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengannya dan orang-orang sepertinya: {Di antara orang-orang beriman ada lelaki yang menepati janji mereka kepada Allah…}’ (33:23).

Dan ia berkata: ‘Saudarinya yang bernama Ar-Rubbaya’ mematahkan gigi seorang wanita, maka Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk melakukan qisas. Anas berkata: ‘Wahai Rasulullah, demi Dia yang mengutusmu dengan kebenaran, gigi saudariku tidak akan dipatahkan.’ Maka mereka menerima diyat dan meninggalkan qisas. Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah ada yang jika ia bersumpah kepada Allah, Allah akan memenuhi sumpahnya.’

jihHadis ini mirip dengan hadis sahih Muslim 1903

Sumber Data Asbabun Nuzul Al-Ahzab 33;23

Data ini berasal dari hadis sahih Bukhari 2805. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017

hadits.id, quran.comsunnah.com

Al-Qur’an Kemenag 2019

dan beberapa buku lainnya,-

Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top