Asbabun Nuzul Al-Furqan 25;68 – Hadis Sahih Bukhari 4761

https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/
https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/

Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul Al-Furqan 25;68

Al-Al-Furqan 25;68

وَالَّذِيْنَ لَا يَدْعُوْنَ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ وَلَا يَقْتُلُوْنَ النَّفْسَ الَّتِيْ حَرَّمَ اللّٰهُ اِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُوْنَۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ يَلْقَ اَثَامًاۙ ۝٦٨

walladzîna lâ yad‘ûna ma‘allâhi ilâhan âkhara wa lâ yaqtulûnan-nafsallatî ḫarramallâhu illâ bil-ḫaqqi wa lâ yaznûn, wa may yaf‘al dzâlika yalqa atsâmâ

Dan, orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain, tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Siapa yang melakukan demikian itu niscaya mendapat dosa.

Asbabun Nuzul Al-Furqan 25;68

Ayat ini turun untuk mengonfirmasi jawaban Rasulullah atas pertanyaan ‘Abdullàh bin Mas‘ùd tentang dosa yang paling besar di sisi Allah.

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ سُفْيَانَ، قَالَ حَدَّثَنِي مَنْصُورٌ، وَسُلَيْمَانُ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ أَبِي مَيْسَرَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ،‏.‏ قَالَ وَحَدَّثَنِي وَاصِلٌ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ سَأَلْتُ ـ أَوْ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ـ أَىُّ الذَّنْبِ عِنْدَ اللَّهِ أَكْبَرُ قَالَ ‏”‏ أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهْوَ خَلَقَكَ ‏”‏‏.‏ قُلْتُ ثُمَّ أَىٌّ قَالَ ‏”‏ ثُمَّ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَطْعَمَ مَعَكَ‏”‏‏.‏ قُلْتُ ثُمَّ أَىٌّ قَالَ ‏”‏ أَنْ تُزَانِيَ بِحَلِيلَةِ جَارِكَ ‏”‏‏.‏ قَالَ وَنَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةُ تَصْدِيقًا لِقَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏{‏وَالَّذِينَ لاَ يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلاَ يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ‏}

‘Abdullàh (bin Mas‘ùd) radiyallàhu ‘anhu berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah sallallàhu ‘alaihi wasallam, ‘Dosa apakah yang paling besar di sisi Allah?’ Beliau menjawab, ‘(Dosa yang paling besar adalah) apabila engkau menyekutukan Allah, padahal Dia-lah yang menciptakanmu.’ Aku bertanya lagi, ‘Lalu apa lagi?’ ‘Apabila engkau membunuh anakmu hanya karena khawatir ia kelak makan bersamamu (yakni: karena takut miskin, penerj.),’ jawab beliau. ‘Lalu apa lagi?’ tanyaku untuk ketiga kalinya. ‘Apabila engkau berzina dengan istri tetanggamu,’ jawab beliau. Ayat berikut ini lantas turun untuk membenarkan jawaban beliau, wallažìna là yad‘ùna ma‘allàhi ilàhan àkhara walà yaqtulùnan-nafsal-latì ëarramallàhu illà bil-haqqi walà yaznùn.”

Hadis ini mirip dengan hadis sahih Muslim 86

Sumber Data Asbabun Nuzul Al-Furqan 25;68

Data ini berasal dari hadis sahih Bukhari 4761. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017

dan beberapa buku lainnya,-

Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top