Asbabun Nuzul Al-Isra’ 17;110 – Hadis Sahih Muslim 446

https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/
https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/

Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul Al-Isra’ 17;110

Al-Isra’ 17;110

قُلِ ادْعُوا اللّٰهَ اَوِ ادْعُوا الرَّحْمٰنَۗ اَيًّا مَّا تَدْعُوْا فَلَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذٰلِكَ سَبِيْلًا ۝١١٠

qulid‘ullâha awid‘ur-raḫmân, ayyam mâ tad‘û fa lahul-asmâ’ul-ḫusnâ, wa lâ taj-har bishalâtika wa lâ tukhâfit bihâ wabtaghi baina dzâlika sabîlâ

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Serulah ‘Allah’ atau serulah ‘Ar-Raḥmān’! Nama mana saja yang kamu seru, (maka itu baik) karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asmaulhusna). Janganlah engkau mengeraskan (bacaan) salatmu dan janganlah (pula) merendahkannya. Usahakan jalan (tengah) di antara (kedua)-nya!”

Asbabun Nuzul Al-Isra’ 17;110

Ayat ini turun untuk membimbing Nabi supaya membaca Al-Qur’an dengan suara sedang; tidak terlalu lantang dan tidak pula terlampau lirih.

حَدَّثَنَا أَبُو جَعْفَرٍ، مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ وَعَمْرٌو النَّاقِدُ جَمِيعًا عَنْ هُشَيْمٍ، – قَالَ ابْنُ الصَّبَّاحِ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ، – أَخْبَرَنَا أَبُو بِشْرٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، فِي قَوْلِهِ عَزَّ وَجَلَّ ‏{‏ وَلاَ تَجْهَرْ بِصَلاَتِكَ وَلاَ تُخَافِتْ بِهَا‏}‏ قَالَ نَزَلَتْ وَرَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مُتَوَارٍ بِمَكَّةَ فَكَانَ إِذَا صَلَّى بِأَصْحَابِهِ رَفَعَ صَوْتَهُ بِالْقُرْآنِ فَإِذَا سَمِعَ ذَلِكَ الْمُشْرِكُونَ سَبُّوا الْقُرْآنَ وَمَنْ أَنْزَلَهُ وَمَنْ جَاءَ بِهِ فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى لِنَبِيِّهِ صلى الله عليه وسلم ‏{‏ وَلاَ تَجْهَرْ بِصَلاَتِكَ‏}‏ فَيَسْمَعَ الْمُشْرِكُونَ قِرَاءَتَكَ ‏{‏ وَلاَ تُخَافِتْ بِهَا‏}‏ عَنْ أَصْحَابِكَ أَسْمِعْهُمُ الْقُرْآنَ وَلاَ تَجْهَرْ ذَلِكَ الْجَهْرَ وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلاً يَقُولُ بَيْنَ الْجَهْرِ وَالْمُخَافَتَةِ ‏.‏

bn Abbas melaporkan: Firman Allah yang Maha Agung dan Maha Perkasa: wa lâ taj-har bishalâtika wa lâ tukhâfit bihâ diturunkan ketika Rasulullah (ﷺ) sedang bersembunyi di Mekah. Ketika beliau shalat bersama para sahabatnya, beliau mengangkat suaranya (saat membaca) Al-Qur’an. Dan ketika orang-orang musyrik mendengar itu, mereka mencela Al-Qur’an dan Dia yang menurunkannya serta Dia yang membawanya. Maka Allah Yang Maha Tinggi berfirman kepada Nabi-Nya (ﷺ): “Janganlah kamu mengeraskan suara dalam shalatmu sehingga orang-orang musyrik mendengar bacaanmu dan janganlah merendahkannya sehingga tidak terdengar kepada sahabat-sahabatmu. Biarkan mereka mendengar Al-Qur’an, tetapi janganlah kamu membacanya dengan suara keras dan carilah jalan tengah antara keduanya. Bacalah antara suara keras dan pelan.

Hadis ini mirip dengan hadis sahih Bukhari 4722

Sumber Data Asbabun Nuzul Al-Isra’ 17;110

Data ini berasal dari hadis sahih Muslim 446. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017

dan beberapa buku lainnya,-

Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top