Asbabun Nuzul An-Nisa’ 4;97 – Hadis Sahih Bukhari 7085

https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/
https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/

Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul An-Nisa’ 4;97

An-Nisa’ 4;97

اِنَّ الَّذِيْنَ تَوَفّٰىهُمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ ظَالِمِيْٓ اَنْفُسِهِمْ قَالُوْا فِيْمَ كُنْتُمْۗ قَالُوْا كُنَّا مُسْتَضْعَفِيْنَ فِى الْاَرْضِۗ قَالُوْٓا اَلَمْ تَكُنْ اَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوْا فِيْهَاۗ فَاُولٰۤىِٕكَ مَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُۗ وَسَاۤءَتْ مَصِيْرًاۙ ۝٩٧

innalladzîna tawaffâhumul-malâ’ikatu dhâlimî anfusihim qâlû fîma kuntum, qâlû kunnâ mustadl‘afîna fil-ardl, qâlû a lam takun ardlullâhi wâsi‘atan fa tuhâjirû fîhâ, fa ulâ’ika ma’wâhum jahannam, wa sâ’at mashîrâ

Sesungguhnya orang-orang yang dicabut nyawanya oleh malaikat dalam keadaan menzalimi dirinya,* mereka (malaikat) bertanya, “Bagaimana kamu ini?” Mereka menjawab, “Kami adalah orang-orang yang tertindas di bumi (Makkah).” Mereka (malaikat) bertanya, “Bukankah bumi Allah itu luas sehingga kamu dapat berhijrah di sana?” Maka, tempat mereka itu (neraka) Jahanam dan itu seburuk-buruk tempat kembali.
* Ayat ini diturunkan berkenaan dengan beberapa orang muslim yang tidak ikut hijrah ke Madinah dan terpaksa ikut dalam Perang Badar di pihak pasukan musyrik, kemudian mereka terbunuh dalam perang itu

Asbabun Nuzul An-Nisa’ 4;97

Setelah Rasulullah hijrah ke Madinah, ternyata masih ada sekelompok kaum mukmin yang tetap tinggal di Mekah dan menyembunyikan keimanannya. Mereka enggan berhijrah padahal tidak ada uzur yang menghalangi. Ayat ini turun terkait peristiwa tersebut.

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ، حَدَّثَنَا حَيْوَةُ، وَغَيْرُهُ، قَالاَ حَدَّثَنَا أَبُو الأَسْوَدِ،‏.‏ وَقَالَ اللَّيْثُ عَنْ أَبِي الأَسْوَدِ، قَالَ قُطِعَ عَلَى أَهْلِ الْمَدِينَةِ بَعْثٌ فَاكْتُتِبْتُ فِيهِ فَلَقِيتُ عِكْرِمَةَ فَأَخْبَرْتُهُ فَنَهَانِي أَشَدَّ النَّهْىِ ثُمَّ قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ عَبَّاسٍ أَنَّ أُنَاسًا مِنَ الْمُسْلِمِينَ كَانُوا مَعَ الْمُشْرِكِينَ يُكَثِّرُونَ سَوَادَ الْمُشْرِكِينَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَيَأْتِي السَّهْمُ فَيُرْمَى فَيُصِيبُ أَحَدَهُمْ، فَيَقْتُلُهُ أَوْ يَضْرِبُهُ فَيَقْتُلُهُ‏.‏ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى ‏{‏إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلاَئِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ‏}

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yazid, telah menceritakan kepada kami Haywah dan yang lainnya, mereka berkata: “Telah menceritakan kepada kami Abu Al-Aswad, dan Al-Laits berkata dari Abu Al-Aswad, bahwa telah dipanggil dari penduduk Madinah untuk suatu pasukan, dan namaku dicatat di dalamnya. Lalu aku bertemu dengan Ikrimah, dan ketika aku memberitahunya, ia sangat mencegahku dan berkata: ‘Ibn Abbas memberitahuku bahwa ada beberapa orang Muslim yang bersama orang-orang musyrik untuk menambah jumlah orang-orang musyrik melawan Rasulullah (ﷺ), sehingga anak panah akan mengenai salah satu dari mereka dan membunuhnya, atau seorang Muslim akan memukulnya (dengan pedangnya) dan membunuhnya.’ Maka Allah menurunkan: ‘Sesungguhnya orang-orang yang dicabut nyawanya oleh para malaikat dalam keadaan mereka menganiaya diri sendiri.’ (4:97)

Peristiwa ini terjadi pada masa kepemimpinan ‘Abdullàh bin Zubair atas Mekah dan Madinah. Pada masa itu umat Islam terpecah akibat munculnya Dinasti Umawiyah yang memusatkan aktivitas pemerintahannya di Damaskus. Dinasti ini dinilai melenceng dari model pemerintahan yang diajarkan Rasulullah sehingga penduduk Mekah dan Madinah enggan mengakui pemerintahan dinasti ini. Mereka lantas mengangkat ‘Abdullàh bin az-Zubair sebagai khalifah. Mereka bermusyawarah untuk mengadakan perlawanan terhadap Dinasti Umawiyah.

Hadis ini mirip dengan hadis sahih Bukhari 4596

Sumber Asbabun Nuzul An-Nisa’ 4;97

Data ini berasal dari hadis sahih Bukhari 7085. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017

dan beberapa buku lainnya,-

Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top