
Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul An-Nisa’ 4;97
An-Nisa’ 4;97
اِنَّ الَّذِيْنَ تَوَفّٰىهُمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ ظَالِمِيْٓ اَنْفُسِهِمْ قَالُوْا فِيْمَ كُنْتُمْۗ قَالُوْا كُنَّا مُسْتَضْعَفِيْنَ فِى الْاَرْضِۗ قَالُوْٓا اَلَمْ تَكُنْ اَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوْا فِيْهَاۗ فَاُولٰۤىِٕكَ مَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُۗ وَسَاۤءَتْ مَصِيْرًاۙ ٩٧
innalladzîna tawaffâhumul-malâ’ikatu dhâlimî anfusihim qâlû fîma kuntum, qâlû kunnâ mustadl‘afîna fil-ardl, qâlû a lam takun ardlullâhi wâsi‘atan fa tuhâjirû fîhâ, fa ulâ’ika ma’wâhum jahannam, wa sâ’at mashîrâ
Sesungguhnya orang-orang yang dicabut nyawanya oleh malaikat dalam keadaan menzalimi dirinya,* mereka (malaikat) bertanya, “Bagaimana kamu ini?” Mereka menjawab, “Kami adalah orang-orang yang tertindas di bumi (Makkah).” Mereka (malaikat) bertanya, “Bukankah bumi Allah itu luas sehingga kamu dapat berhijrah di sana?” Maka, tempat mereka itu (neraka) Jahanam dan itu seburuk-buruk tempat kembali.
* Ayat ini diturunkan berkenaan dengan beberapa orang muslim yang tidak ikut hijrah ke Madinah dan terpaksa ikut dalam Perang Badar di pihak pasukan musyrik, kemudian mereka terbunuh dalam perang itu
Asbabun Nuzul An-Nisa’ 4;97
Setelah Rasulullah hijrah ke Madinah, ternyata masih ada sekelompok kaum mukmin yang tetap tinggal di Mekah dan menyembunyikan keimanannya. Mereka enggan berhijrah padahal tidak ada uzur yang menghalangi. Ayat ini turun terkait peristiwa tersebut.
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ الْمُقْرِئُ، حَدَّثَنَا حَيْوَةُ، وَغَيْرُهُ، قَالاَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَبُو الأَسْوَدِ، قَالَ قُطِعَ عَلَى أَهْلِ الْمَدِينَةِ بَعْثٌ فَاكْتُتِبْتُ فِيهِ، فَلَقِيتُ عِكْرِمَةَ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ فَأَخْبَرْتُهُ، فَنَهَانِي عَنْ ذَلِكَ أَشَدَّ النَّهْىِ، ثُمَّ قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ عَبَّاسٍ أَنَّ نَاسًا مِنَ الْمُسْلِمِينَ كَانُوا مَعَ الْمُشْرِكِينَ يُكَثِّرُونَ سَوَادَ الْمُشْرِكِينَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَأْتِي السَّهْمُ فَيُرْمَى بِهِ، فَيُصِيبُ أَحَدَهُمْ فَيَقْتُلُهُ أَوْ يُضْرَبُ فَيُقْتَلُ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ {إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلاَئِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ} الآيَةَ. رَوَاهُ اللَّيْثُ عَنْ أَبِي الأَسْوَدِ.
Muhammad bin ‘Abdurrahmàn Abul-Aswad berkata, “Ditetapkanlah keputusan bahwa penduduk Madinah harus mengutus sejumlah pasukan— untuk memberontak terhadap penguasa Umawiyah di Syam.* Aku adalah salah satu dari mereka. Sebelum berangkat aku bertemu ‘Ikrimah, bekas budak Ibnu ‘Abbàs. Aku mengabarkan hal ini kepadanya. Mendengar kabar tersebut, ia benar-benar melarangku untuk ikut dalam pasukan. Ia berkata, ‘Ibnu ‘Abbàs pernah bercerita kepadaku bahwa pada masa Rasulullah ada sejumlah kaum muslim yang berperang bersama pasukan musyrik sehingga jumlah mereka bertambah banyak. Pada perang itu pasukan muslim melepaskan anak panah dan mengenai salah seorang dari mereka—umat Islam yang berperang bersama pasukan musyrik— hingga tewas; atau salah satu dari mereka tertebas pedang pasukan muslim hingga tewas. Allah lalu menurunkan ayat, innal-lažìna tawaffàhumulmalà’ikatu îàlimì anfusihim.’”
Peristiwa ini terjadi pada masa kepemimpinan ‘Abdullàh bin Zubair atas Mekah dan Madinah. Pada masa itu umat Islam terpecah akibat munculnya Dinasti Umawiyah yang memusatkan aktivitas pemerintahannya di Damaskus. Dinasti ini dinilai melenceng dari model pemerintahan yang diajarkan Rasulullah sehingga penduduk Mekah dan Madinah enggan mengakui pemerintahan dinasti ini. Mereka lantas mengangkat ‘Abdullàh bin az-Zubair sebagai khalifah. Mereka bermusyawarah untuk mengadakan perlawanan terhadap Dinasti Umawiyah.
Hadis ini mirip dengan hadis sahih Bukhari 7085
Sumber Asbabun Nuzul An-Nisa’ 4;97
Data ini berasal dari hadis sahih Bukhari 4596. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017
dan beberapa buku lainnya,-
Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.