
Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul Ali ‘Imran 3;188
Ali ‘Imran 3;188
لَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ يَفْرَحُوْنَ بِمَآ اَتَوْا وَّيُحِبُّوْنَ اَنْ يُّحْمَدُوْا بِمَا لَمْ يَفْعَلُوْا فَلَا تَحْسَبَنَّهُمْ بِمَفَازَةٍ مِّنَ الْعَذَابِۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ ١٨٨
lâ taḫsabannalladzîna yafraḫûna bimâ ataw wa yuḫibbûna ay yuḫmadû bimâ lam yaf‘alû fa lâ taḫsabannahum bimafâzatim minal-‘adzâb, wa lahum ‘adzâbun alîm
Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang yang gembira dengan apa (perbuatan buruk) yang telah mereka kerjakan dan suka dipuji atas perbuatan (yang mereka anggap baik) yang tidak mereka lakukan, kamu jangan sekali-kali mengira bahwa mereka akan lolos dari azab. Mereka akan mendapat azab yang sangat pedih.
Asbabun Nuzul Ali ‘Imran 3;188
Banyak Ahli Kitab yang bangga karena menganggap diri mereka pemimpin yang ditaati. Mereka suka dipuji sebagai orang alim yang menguasai isi Taurat dan Injil, meski pada kenyataannya tidak demikian. Kaum munafik juga mempunyai sifat yang demikian. Allah menurunkan ayat di atas untuk menegaskan bahwa mereka tidak akan selamat dari azab Allah.
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ، أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، قَالَ حَدَّثَنِي زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ ـ رضى الله عنه ـ أَنَّ رِجَالاً مِنَ الْمُنَافِقِينَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِلَى الْغَزْوِ تَخَلَّفُوا عَنْهُ، وَفَرِحُوا بِمَقْعَدِهِمْ خِلاَفَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَإِذَا قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم اعْتَذَرُوا إِلَيْهِ وَحَلَفُوا، وَأَحَبُّوا أَنْ يُحْمَدُوا بِمَا لَمْ يَفْعَلُوا، فَنَزَلَتْ {لاَ يَحْسِبَنَّ الَّذِينَ يَفْرَحُونَ} الآيَةَ.
Abù Sa‘ìd al-Khudri radiyallàhu ‘anhu berkata, “Pada masa Rasulullah sallallàhu ‘alaihi wasallam ada beberapa orang munafik. Bila Rasulullah berangkat berperang, mereka enggan menyertai beliau dan merasa gembira dengan hal itu. Begitu Rasulullah kembali ke Madinah, mereka mencari-cari alasan untuk disampaikan kepadanya; mereka bersumpah telah berkata jujur dan ingin mendapat pujian atas apa yang tidak mereka kerjakan. Allah lalu menurunkan ayat berikut,
Hadis ini mirip dengan hadis sahih Muslim 2777
Sumber Asbabun Nuzul Ali ‘Imran 3;188
Data ini berasal dari hadis sahih Bukhari 4567. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017
dan beberapa buku lainnya,-
Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.