Asbabun Nuzul Ali ‘Imran 3;152 – Hadis Sahih Bukhari 4043

https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/
https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/

Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul Ali ‘Imran 3;152

Ali ‘Imran 3;152

وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ اللّٰهُ وَعْدَهٗٓ اِذْ تَحُسُّوْنَهُمْ بِاِذْنِهٖۚ حَتّٰىٓ اِذَا فَشِلْتُمْ وَتَنَازَعْتُمْ فِى الْاَمْرِ وَعَصَيْتُمْ مِّنْۢ بَعْدِ مَآ اَرٰىكُمْ مَّا تُحِبُّوْنَۗ مِنْكُمْ مَّنْ يُّرِيْدُ الدُّنْيَا وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّرِيْدُ الْاٰخِرَةَۚ ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْۚ وَلَقَدْ عَفَا عَنْكُمْۗ وَاللّٰهُ ذُوْ فَضْلٍ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ ۝١٥٢

wa laqad shadaqakumullâhu wa‘dahû idz taḫussûnahum bi’idznih, ḫattâ idzâ fasyiltum wa tanâza‘tum fil-amri wa ‘ashaitum mim ba‘di mâ arâkum mâ tuḫibbûn, mingkum may yurîdud-dun-yâ wa mingkum may yurîdul-âkhirah, tsumma sharafakum ‘an-hum liyabtaliyakum, wa laqad ‘afâ ‘angkum, wallâhu dzû fadllin ‘alal-mu’minîn

Sungguh, Allah benar-benar telah memenuhi janji-Nya kepadamu ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu (dalam keadaan) lemah, berselisih dalam urusan itu,* dan mengabaikan (perintah Rasul) setelah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai.** Di antara kamu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada (pula) orang yang menghendaki akhirat. Kemudian, Allah memalingkan kamu dari mereka***untuk mengujimu. Sungguh, Dia benar-benar telah memaafkan kamu. Allah mempunyai karunia (yang diberikan) kepada orang-orang mukmin.

*Berselisih dalam urusan Nabi berarti melaksanakan perintah Nabi Muhammad agar regu pemanah tetap bertahan pada tempat yang telah ditetapkan dalam keadaan bagaimanapun.
**Yakni kemenangan dan harta rampasan.
***Maksudnya adalah bahwa kaum muslim tidak berhasil mengalahkan mereka.

Asbabun Nuzul Ali ‘Imran 3;152

Ayat ini turun dalam rangka menegur sejumlah pasukan muslim pada Perang Uhud yang tergiur dengan rampasan perang sehingga melanggar arahan Nabi untuk menjaga posisi mereka apa pun yang terjadi.

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى، عَنْ إِسْرَائِيلَ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنِ الْبَرَاءِ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ لَقِينَا الْمُشْرِكِينَ يَوْمَئِذٍ، وَأَجْلَسَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم جَيْشًا مِنَ الرُّمَاةِ، وَأَمَّرَ عَلَيْهِمْ عَبْدَ اللَّهِ وَقَالَ ‏”‏ لاَ تَبْرَحُوا، إِنْ رَأَيْتُمُونَا ظَهَرْنَا عَلَيْهِمْ فَلاَ تَبْرَحُوا وَإِنْ رَأَيْتُمُوهُمْ ظَهَرُوا عَلَيْنَا فَلاَ تُعِينُونَا ‏”‏‏.‏ فَلَمَّا لَقِينَا هَرَبُوا حَتَّى رَأَيْتُ النِّسَاءَ يَشْتَدِدْنَ فِي الْجَبَلِ، رَفَعْنَ عَنْ سُوقِهِنَّ قَدْ بَدَتْ خَلاَخِلُهُنَّ، فَأَخَذُوا يَقُولُونَ الْغَنِيمَةَ الْغَنِيمَةَ‏.‏ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ عَهِدَ إِلَىَّ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَنْ لاَ تَبْرَحُوا‏.‏ فَأَبَوْا، فَلَمَّا أَبَوْا صُرِفَ وُجُوهُهُمْ، فَأُصِيبَ سَبْعُونَ قَتِيلاً، وَأَشْرَفَ أَبُو سُفْيَانَ فَقَالَ أَفِي الْقَوْمِ مُحَمَّدٌ فَقَالَ ‏”‏ لاَ تُجِيبُوهُ ‏”‏‏.‏ فَقَالَ أَفِي الْقَوْمِ ابْنُ أَبِي قُحَافَةَ قَالَ ‏”‏ لاَ تُجِيبُوهُ ‏”‏‏.‏ فَقَالَ أَفِي الْقَوْمِ ابْنُ الْخَطَّابِ فَقَالَ إِنَّ هَؤُلاَءِ قُتِلُوا، فَلَوْ كَانُوا أَحْيَاءً لأَجَابُوا، فَلَمْ يَمْلِكْ عُمَرُ نَفْسَهُ فَقَالَ كَذَبْتَ يَا عَدُوَّ اللَّهِ، أَبْقَى اللَّهُ عَلَيْكَ مَا يُخْزِيكَ‏.‏ قَالَ أَبُو سُفْيَانَ أُعْلُ هُبَلْ‏.‏ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ أَجِيبُوهُ ‏”‏‏.‏ قَالُوا مَا نَقُولُ قَالَ ‏”‏ قُولُوا اللَّهُ أَعْلَى وَأَجَلُّ ‏”‏‏.‏ قَالَ أَبُو سُفْيَانَ لَنَا الْعُزَّى وَلاَ عُزَّى لَكُمْ‏.‏ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ أَجِيبُوهُ ‏”‏‏.‏ قَالُوا مَا نَقُولُ قَالَ ‏”‏ قُولُوا اللَّهُ مَوْلاَنَا وَلاَ مَوْلَى لَكُمْ ‏”‏‏.‏ قَالَ أَبُو سُفْيَانَ يَوْمٌ بِيَوْمِ بَدْرٍ، وَالْحَرْبُ سِجَالٌ، وَتَجِدُونَ مُثْلَةً لَمْ آمُرْ بِهَا وَلَمْ تَسُؤْنِي‏.‏ أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَمْرٍو، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ اصْطَبَحَ الْخَمْرَ يَوْمَ أُحُدٍ نَاسٌ ثُمَّ قُتِلُوا شُهَدَاءَ‏.‏

Al-Bara’ bin ‘Azib meriwayatkan bahwa pada hari Perang Uhud, Nabi ﷺ menempatkan sekelompok pemanah pada posisi tertentu dan mengangkat Abdullah bin Jubair sebagai pemimpin mereka. Beliau bersabda kepada mereka: “Jangan tinggalkan posisi ini. Jika kalian melihat kami menang, jangan tinggalkan posisi. Jika kalian melihat kami kalah, jangan datang membantu kami.”

Ketika peperangan berkecamuk, kaum musyrikin melarikan diri hingga terlihat para wanita mereka naik ke bukit. Kaum Muslimin berkata, “Ghanimah! Ghanimah!” Abdullah bin Jubair mengingatkan, “Rasulullah telah berpesan kepadaku agar tidak meninggalkan posisi.” Namun mayoritas mereka tetap pergi. Akibatnya, Allah menimpakan kekacauan pada mereka sehingga mereka tidak mengetahui arah, dan tujuh puluh orang gugur.

Abu Sufyan kemudian naik ke tempat tinggi dan berseru, “Apakah Muhammad ada di tengah kalian?” Nabi ﷺ bersabda: “Jangan jawab.” Ia bertanya lagi tentang Abu Bakar dan Umar, dan Nabi tetap melarang menjawab. Abu Sufyan berkata, “Seandainya mereka hidup, mereka pasti menjawab.” Umar pun tidak dapat menahan diri dan berkata, “Engkau pendusta, wahai musuh Allah! Allah mengekalkan apa yang membuatmu hina.”

Abu Sufyan meneriakkan, “Tinggi dan jaya Hubal!” Nabi ﷺ bersabda, “Jawablah dia.” Para sahabat bertanya, “Apa yang kami katakan?” Nabi ﷺ bersabda, “Katakan: Allah lebih tinggi dan lebih agung!” Abu Sufyan berkata lagi, “Kami punya Al-‘Uzza, kalian tidak!” Nabi ﷺ memerintahkan menjawab: “Allah adalah penolong kami, sedangkan kalian tidak memiliki penolong.” Abu Sufyan berkata: “Hari ini membalas hari Badr; perang silih berganti.”

Lalu ia menyebutkan bahwa kaum musyrikin memutilasi sebagian syuhada, namun ia mengaku tidak memerintahkannya dan tidak menyesal. Jabir meriwayatkan bahwa sebagian orang meminum khamr pada pagi hari Uhud sebelum khamr diharamkan, dan mereka gugur sebagai syuhada.

Hadis ini mirip dengan hadis sahih Bukhari 3039

Sumber AAsbabun Nuzul Ali ‘Imran 3;152

Data ini berasal dari hadis sahih Bukhari 4043. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017

dan beberapa buku lainnya,-

Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top