Asbabun Nuzul Maryam 19;77-80 – Hadis Sahih Bukhari 4735

Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul Maryam 19;77-80.

Maryam 19;77-80

اَفَرَاَيْتَ الَّذِيْ كَفَرَ بِاٰيٰتِنَا وَقَالَ لَاُوْتَيَنَّ مَالًا وَّوَلَدًاۗ ۝٧٧

اَطَّلَعَ الْغَيْبَ اَمِ اتَّخَذَ عِنْدَ الرَّحْمٰنِ عَهْدًاۙ ۝٧٨

كَلَّاۗ سَنَكْتُبُ مَا يَقُوْلُ وَنَمُدُّ لَهٗ مِنَ الْعَذَابِ مَدًّاۙ ۝٧٩

وَّنَرِثُهٗ مَا يَقُوْلُ وَيَأْتِيْنَا فَرْدًا ۝٨٠

a fa ra’aitalladzî kafara bi’âyâtinâ wa qâla la’ûtayanna mâlaw wa waladâ,(77) aththala‘al-ghaiba amittakhadza ‘indar-raḫmâni ‘ahdâ,(78) kallâ, sanaktubu mâ yaqûlu wa namuddu lahû minal-‘adzâbi maddâ,(79) wa naritsuhû mâ yaqûlu wa ya’tînâ fardâ(80)

Lalu, apakah engkau melihat orang yang kufur terhadap ayat-ayat Kami dan dia mengatakan, “(Di akhirat) pasti aku akan diberi harta dan anak.” (77)Apakah dia melihat yang gaib ataukah telah membuat perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pengasih?(78) Sama sekali tidak! Kami akan menulis apa yang dia katakan dan Kami akan memperpanjang azab untuknya secara sempurna.(79) Kami akan mengambil kembali apa yang dia katakan itu (harta dan anak) dan dia datang kepada Kami seorang diri.(80)

Asbabun Nuzul Maryam 19;77-80

Ayat ini turun berkaitan dengan seorang pria kafir bernama al-‘Às bin Wà’il yang enggan membayar utangnya kepada seorang muslim bernama Khabbàb. Ia dengan tegas mengatakan hanya akan membayar utang itu setelah dibangkitkan dari kubur.

حَدَّثَنَا يَحْيَى، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي الضُّحَى، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ خَبَّابٍ، قَالَ كُنْتُ رَجُلاً قَيْنًا، وَكَانَ لِي عَلَى الْعَاصِي بْنِ وَائِلٍ دَيْنٌ فَأَتَيْتُهُ أَتَقَاضَاهُ، فَقَالَ لِي لاَ أَقْضِيكَ حَتَّى تَكْفُرَ بِمُحَمَّدٍ‏.‏ قَالَ قُلْتُ لَنْ أَكْفُرَ بِهِ حَتَّى تَمُوتَ ثُمَّ تُبْعَثَ‏.‏ قَالَ وَإِنِّي لَمَبْعُوثٌ مِنْ بَعْدِ الْمَوْتِ فَسَوْفَ أَقْضِيكَ إِذَا رَجَعْتُ إِلَى مَالٍ وَوَلَدٍ‏.‏ قَالَ فَنَزَلَتْ ‏{‏أَفَرَأَيْتَ الَّذِي كَفَرَ بِآيَاتِنَا وَقَالَ لأُوتَيَنَّ مَالاً وَوَلَدًا * أَطَّلَعَ الْغَيْبَ أَمِ اتَّخَذَ عِنْدَ الرَّحْمَنِ عَهْدًا * كَلاَّ سَنَكْتُبُ مَا يَقُولُ وَنَمُدُّ لَهُ مِنَ الْعَذَابِ مَدًّا * وَنَرِثُهُ مَا يَقُولُ وَيَأْتِينَا فَرْدًا‏}‏‏.‏

Khabbàb radiyallàhu ‘anhu bercerita, “Aku adalah seorang pekerja (yang bekerja kepada al-‘Às bin Wà’il). Dia berutang kepadaku (yakni: belum membayar upahku), lalu aku pun datang untuk menagihnya. Ia mengatakan, ‘Aku tidak akan melunasi utangku, kecuali bila engkau mau mengingkari Muhammad.’ ‘Aku tidak akan melakukan hal itu bahkan hingga engkau meninggal dan dibangkitkan,’ jawabku. ‘Benarkah aku akan dibangkitkan setelah mati? Bila benar, akan aku lunasi utangku andaikata aku mendapatkan kembali harta dan anakku,’ kata al-‘Às dengan nada mengejek. Turunlah setelah itu ayat, afara’aital-lažì kafara bi’àyàtinà waqàla la’ùtayanna màlan wawaladan aííala‘al-gaiba amit-takhaža ‘indar-rahmàni ‘ahdan kallà sanaktubu mà yaqùlu wanamuddu lahù minal-‘ažàbi maddan wanarišuhù mà yaqùlu waya’tìna fardà.”

Sumber Data Asbabun Nuzul Maryam 19;77-80

Data ini berasal dari hadis sahih Bukhari 4735. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017

dan beberapa buku lainnya,-

Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top