Asbabun Nuzul Al-‘Alaq 96;6-19 – Hadis Sahih Muslim 2797

https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/
https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/

Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul Al-‘Alaq 96;6-19.

Al-‘Alaq 96;6-19


كَلَّآ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَيَطْغٰىٓۙ ۝٦اَنْ رَّاٰهُ اسْتَغْنٰىۗ ۝٧اِنَّ اِلٰى رَبِّكَ الرُّجْعٰىۗ ۝٨اَرَاَيْتَ الَّذِيْ يَنْهٰىۙ ۝٩عَبْدًا اِذَا صَلّٰىۗ ۝١٠اَرَاَيْتَ اِنْ كَانَ عَلَى الْهُدٰىٓۙ ۝١١اَوْ اَمَرَ بِالتَّقْوٰىۗ ۝١٢اَرَاَيْتَ اِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۗ ۝١٣اَلَمْ يَعْلَمْ بِاَنَّ اللّٰهَ يَرٰىۗ ۝١٤كَلَّا لَىِٕنْ لَّمْ يَنْتَهِ ەۙ لَنَسْفَعًا ۢ بِالنَّاصِيَةِۙ ۝١٥نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍۚ ۝١٦فَلْيَدْعُ نَادِيَهٗۙ ۝١٧سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَۙ ۝١٨كَلَّاۗ لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ ۩ࣖ ۝١٩

kallâ innal-insâna layathghâ,(6) ar ra’âhustaghnâ,(7) inna ilâ rabbikar-ruj‘â,(8) ‘a ra’aitalladzî yan-hâ,(9) abdan idzâ shallâ,(10) a ra’aita ing kâna ‘alal-hudâ,(11) au amara bit-taqwâ,(12) a ra’aita ing kadzdzaba wa tawallâ,(13) a lam ya‘lam bi’annallâha yarâ,(14) kallâ la’il lam yantahi lanasfa‘am bin-nâshiyah,(15) nâshiyating kâdzibatin khâthi’ah,(16) falyad‘u nâdiyah,(17) sanad‘uz-zabâniyah,(18) kallâ, lâ tuthi‘hu wasjud waqtarib(19)

Sekali-kali tidak! Sesungguhnya manusia itu benar-benar melampaui batas (6) ketika melihat dirinya serba berkecukupan. (7) Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(-mu). (8) Tahukah kamu tentang orang yang melarang (9) seorang hamba ketika dia melaksanakan salat? (10) Bagaimana pendapatmu kalau terbukti dia berada di dalam kebenaran (11) atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)? (12) Bagaimana pendapatmu kalau dia mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari keimanan)? (13)Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)? (14) Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti (berbuat demikian), niscaya Kami tarik ubun-ubunnya (ke dalam neraka), (15) (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan (kebenaran) dan durhaka. (16) Biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya). (17) Kelak Kami akan memanggil (Malaikat) Zabaniah (penyiksa orang-orang yang berdosa).* (18) Sekali-kali tidak! Janganlah patuh kepadanya, (tetapi) sujud dan mendekatlah (kepada Allah). (19)

* Zabaniah adalah malaikat yang bertugas menyiksa orang-orang yang berdosa.

Asbabun Nuzul Al-‘Alaq 96;6-19

Ayat ini turun berkenaan dengan Abù Jahl yang hendak mencelakakan Nabi yang tengah salat. Niat itu urung terlaksana karena Allah melindungi Rasul-Nya.

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ، وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الأَعْلَى الْقَيْسِيُّ، قَالاَ حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ، عَنْ أَبِيهِ، حَدَّثَنِي نُعَيْمُ بْنُ أَبِي هِنْدٍ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ أَبُو جَهْلٍ هَلْ يُعَفِّرُ مُحَمَّدٌ وَجْهَهُ بَيْنَ أَظْهُرِكُمْ قَالَ فَقِيلَ نَعَمْ ‏.‏ فَقَالَ وَاللاَّتِ وَالْعُزَّى لَئِنْ رَأَيْتُهُ يَفْعَلُ ذَلِكَ لأَطَأَنَّ عَلَى رَقَبَتِهِ أَوْ لأُعَفِّرَنَّ وَجْهَهُ فِي التُّرَابِ – قَالَ – فَأَتَى رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ يُصَلِّي زَعَمَ لِيَطَأَ عَلَى رَقَبَتِهِ – قَالَ – فَمَا فَجِئَهُمْ مِنْهُ إِلاَّ وَهُوَ يَنْكِصُ عَلَى عَقِبَيْهِ وَيَتَّقِي بِيَدَيْهِ – قَالَ – فَقِيلَ لَهُ مَا لَكَ فَقَالَ إِنَّ بَيْنِي وَبَيْنَهُ لَخَنْدَقًا مِنْ نَارٍ وَهَوْلاً وَأَجْنِحَةً ‏.‏ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ لَوْ دَنَا مِنِّي لاَخْتَطَفَتْهُ الْمَلاَئِكَةُ عُضْوًا عُضْوًا ‏”‏ ‏.‏ قَالَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لاَ نَدْرِي فِي حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ أَوْ شَىْءٌ بَلَغَهُ ‏{‏ كَلاَّ إِنَّ الإِنْسَانَ لَيَطْغَى * أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَى * إِنَّ إِلَى رَبِّكَ الرُّجْعَى * أَرَأَيْتَ الَّذِي يَنْهَى * عَبْدًا إِذَا صَلَّى * أَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ عَلَى الْهُدَى * أَوْ أَمَرَ بِالتَّقْوَى * أَرَأَيْتَ إِنْ كَذَّبَ وَتَوَلَّى‏}‏ – يَعْنِي أَبَا جَهْلٍ – ‏{‏ أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللَّهَ يَرَى * كَلاَّ لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ لَنَسْفَعًا بِالنَّاصِيَةِ * نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ * فَلْيَدْعُ نَادِيَهُ * سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَ * كَلاَّ لاَ تُطِعْهُ‏}‏ زَادَ عُبَيْدُ اللَّهِ فِي حَدِيثِهِ قَالَ وَأَمَرَهُ بِمَا أَمَرَهُ بِهِ ‏.‏ وَزَادَ ابْنُ عَبْدِ الأَعْلَى فَلْيَدْعُ نَادِيَهُ يَعْنِي قَوْمَهُ.‏

Abù Hurairah bercerita, “Abù Jahal berkata, ‘Apakah Muhammad menempelkan mukanya di tanah—bersujud—saat berada di tengah-tengah kalian?’
Terdengar seseorang menjawab, ‘Ya.’ Abù Jahl berkata, ‘Demi Làta dan ‘Uzzà, jika aku melihatnya melakukan hal itu, pasti akan kuinjak lehernya dan kubenamkan mukanya di tanah. Abù Jahl lalu menghampiri Rasulullah sallallàhu ‘alaihi wasallam ketika beliau sedang salat karena ingin menginjak leher beliau.

Tiba-tiba semua orang terheran-heran melihat Abù Jahl mundur dan berusaha melindungi tubuhnya dengan tangan. Mereka bertanya, ‘Apa yang terjadi?’ ‘Di antara aku dan dia kulihat sebuah parit penuh api, siksaan, dan sayap-sayap yang mengepak,’ jawabnya. Rasulullah lalu bersabda, ‘Andaikata ia memaksa mendekatiku, pasti para malaikat akan mencabik-cabik tubuhnya hingga remuk.’ Allah ‘azza wajalla lalu menurunkan ayat—entah kalimat ini memang ada dalam kisah yang disampaikan oleh Abù Hurairah ataukah Abù Hazim (perawi) mendengarnya dari orang lain—

Sumber Data Asbabun Nuzul Al-‘Alaq 96;6-19

Data ini berasal dari hadis sahih Muslim 2797. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017

dan beberapa buku lainnya,-

Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top