
Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul Al-Ma’idah 5;90.
Al-Ma’idah 5;90.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ ٩٠
yâ ayyuhalladzîna âmanû innamal-khamru wal-maisiru wal-anshâbu wal-azlâmu rijsum min ‘amalisy-syaithâni fajtanibûhu la‘allakum tufliḫûn
Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.
Asbabun Nuzul Al-Ma’idah 5;90
Ayat ini turun ketika terjadi pertengkaran antara kaum Muhajirin dengan kaum Ansar. Mereka saling membanggakan kelompok masing-masing sehingga kelompok yang lain tersinggung. Hal tersebut terjadi karena mereka dalam keadaan mabuk sehingga tidak mampu mengendalikan diri.
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، قَالاَ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُوسَى، حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ، حَدَّثَنَا سِمَاكُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنِي مُصْعَبُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّهُ نَزَلَتْ فِيهِ آيَاتٌ مِنَ الْقُرْآنِ – قَالَ – حَلَفَتْ أُمُّ سَعْدٍ أَنْ لاَ تُكَلِّمَهُ أَبَدًا حَتَّى يَكْفُرَ بِدِينِهِ وَلاَ تَأْكُلَ وَلاَ تَشْرَبَ . قَالَتْ زَعَمْتَ أَنَّ اللَّهَ وَصَّاكَ بِوَالِدَيْكَ وَأَنَا أُمُّكَ وَأَنَا آمُرُكَ بِهَذَا . قَالَ مَكَثَتْ ثَلاَثًا حَتَّى غُشِيَ عَلَيْهَا مِنَ الْجَهْدِ فَقَامَ ابْنٌ لَهَا يُقَالُ لَهُ عُمَارَةُ فَسَقَاهَا فَجَعَلَتْ تَدْعُو عَلَى سَعْدٍ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي الْقُرْآنِ هَذِهِ الآيَةَ { وَوَصَّيْنَا الإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا} { وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ بِي} وَفِيهَا { وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا} قَالَ وَأَصَابَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم غَنِيمَةً عَظِيمَةً فَإِذَا فِيهَا سَيْفٌ فَأَخَذْتُهُ فَأَتَيْتُ بِهِ الرَّسُولَ صلى الله عليه وسلم فَقُلْتُ نَفِّلْنِي هَذَا السَّيْفَ فَأَنَا مَنْ قَدْ عَلِمْتَ حَالَهُ . فَقَالَ ” رُدُّهُ مِنْ حَيْثُ أَخَذْتَهُ ” . فَانْطَلَقْتُ حَتَّى إِذَا أَرَدْتُ أَنْ أُلْقِيَهُ فِي الْقَبَضِ لاَمَتْنِي نَفْسِي فَرَجَعْتُ إِلَيْهِ فَقُلْتُ أَعْطِنِيهِ . قَالَ فَشَدَّ لِي صَوْتَهُ ” رُدُّهُ مِنْ حَيْثُ أَخَذْتَهُ ” . قَالَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ { يَسْأَلُونَكَ عَنِ الأَنْفَالِ} قَالَ وَمَرِضْتُ فَأَرْسَلْتُ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَتَانِي فَقُلْتُ دَعْنِي أَقْسِمْ مَالِي حَيْثُ شِئْتُ . قَالَ فَأَبَى . قُلْتُ فَالنِّصْفَ . قَالَ فَأَبَى . قُلْتُ فَالثُّلُثَ . قَالَ فَسَكَتَ فَكَانَ بَعْدُ الثُّلُثُ جَائِزًا . قَالَ وَأَتَيْتُ عَلَى نَفَرٍ مِنَ الأَنْصَارِ وَالْمُهَاجِرِينَ فَقَالُوا تَعَالَ نُطْعِمْكَ وَنَسْقِيكَ خَمْرًا . وَذَلِكَ قَبْلَ أَنْ تُحَرَّمَ الْخَمْرُ – قَالَ – فَأَتَيْتُهُمْ فِي حَشٍّ – وَالْحَشُّ الْبُسْتَانُ – فَإِذَا رَأْسُ جَزُورٍ مَشْوِيٌّ عِنْدَهُمْ وَزِقٌّ مِنْ خَمْرٍ – قَالَ – فَأَكَلْتُ وَشَرِبْتُ مَعَهُمْ – قَالَ – فَذُكِرَتِ الأَنْصَارُ وَالْمُهَاجِرُونَ عِنْدَهُمْ فَقُلْتُ الْمُهَاجِرُونَ خَيْرٌ مِنَ الأَنْصَارِ – قَالَ – فَأَخَذَ رَجُلٌ أَحَدَ لَحْيَىِ الرَّأْسِ فَضَرَبَنِي بِهِ فَجَرَحَ بِأَنْفِي فَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَأَخْبَرْتُهُ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِيَّ – يَعْنِي نَفْسَهُ – شَأْنَ الْخَمْرِ { إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأَنْصَابُ وَالأَزْلاَمُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ}
Abu Bakr ibn Abi Shaibah dan Zuhayr ibn Harb memberi tahu kami, katanya: Al-Hasan ibn Musa memberi tahu kami, katanya: Zuhayr memberi tahu kami, katanya: Simak ibn Harb memberi tahu kami, katanya: Mus’ab ibn Sa’d memberi tahu saya, berdasarkan keterangan ayahnya, bahwa ayat-ayat Al-Qur’an diturunkan tentang dirinya. Dia berkata: Umm Sa’d bersumpah bahwa dia tidak akan pernah berbicara dengannya lagi sampai dia meninggalkan agamanya, dan bahwa dia tidak akan makan dan minum.
Dia berkata: Kamu mengaku bahwa Allah telah memerintahkanmu untuk berbuat baik kepada orang tuamu, dan aku adalah ibumu, dan aku memerintahkanmu untuk melakukan ini. Dia tinggal selama tiga hari sampai dia pingsan karena kelelahan. Kemudian putranya, yang bernama ‘Umarah, memberinya air minum, dan dia mulai mengutuk Sa’d. Maka Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Mulia menurunkan ayat ini dalam Al-Quran: {Dan Kami telah memerintahkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada orang tuanya} {Dan jika mereka berusaha menyekutukan-Ku denganmu} dan di dalamnya {Dan temani mereka di dunia ini dengan kebaikan.}
Dia berkata, “Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam memperoleh banyak harta rampasan perang, dan di antaranya ada sebuah pedang. Aku mengambilnya dan membawanya kepada Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam, dan berkata, ‘Berikanlah pedang ini kepadaku, karena engkau mengetahui keadaanku.’ Beliau berkata, ‘Kembalikanlah ke tempat engkau mengambilnya.’ Maka aku pergi, dan ketika aku hendak memasukkannya ke dalam tempat anak panah, hati nuraniku mencelaku, maka aku kembali kepadanya.” Maka aku berkata, “Berikanlah kepadaku.” Beliau meninggikan suaranya dan berkata, “Kembalikanlah ke tempat engkau mengambilnya.”
Kemudian Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Mulia menurunkan firman-Nya, “Mereka bertanya kepadamu tentang harta rampasan perang.” Aku jatuh sakit, lalu aku mengirim pesan kepada Nabi (shalawat dan salam kepadanya), dan beliau datang kepadaku. Aku berkata, “Izinkan aku membagi hartaku sesuai keinginanku.” Beliau menolak. Aku berkata, “Kalau begitu setengahnya.” Beliau menolak. Aku berkata, “Kalau begitu sepertiganya.” Beliau tetap diam. Kemudian, setelah sepertiga, hal itu diperbolehkan.
Beliau berkata, “Aku bertemu dengan sekelompok Ansar dan Muhajirin, dan mereka berkata, ‘Mari, kami beri kalian makan dan minum anggur.’ Ini sebelum anggur dilarang.” Beliau berkata, “Maka aku datang kepada mereka di sebuah kebun—dan kebun itu adalah kebun yang subur—dan di sana ada kepala unta panggang dan kantung anggur.” Beliau berkata, “Maka aku makan dan minum bersama mereka.” Beliau berkata, “Kemudian kaum Ansar disebutkan.” Dan kaum Muhajirin ada bersama mereka, maka aku berkata, “Kaum Muhajirin lebih baik daripada kaum Ansar.” Dia berkata, “Kemudian seorang pria mengambil salah satu rahang kepala itu dan memukulku dengannya, melukai hidungku.
Maka aku datang kepada Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam dan memberitahukannya, lalu Allah Yang Maha Kuasa menurunkan wahyu tentangku—maksudnya dirinya sendiri—tentang minuman keras: {Sesungguhnya minuman keras, perjudian, berhala, dan ramalan dengan panah hanyalah kenajisan dari perbuatan setan.}”
Sumber Data Asbabun Nuzul Al-Ma’idah 5;90
Sumber data Asbabun Nuzul Al-Ma’idah 5;90 ini berasal dari hadis sahih Muslim 1748. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017
dan beberapa buku lainnya,-
Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.