
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, sangat mencintai umatnya. hal ini dibuktikan dengan Doa Nabi Muhammad untuk Penguasa yang mengatur umatnya agar dapat berlaku adil.
Berikut doanya:
اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ
“Ya Allah! Siapa pun yang diserahi urusan umatku, kemudian ia mempersulit mereka, maka persulitlah ia. Dan siapa pun yang diserahi urusan umatku, kemudian ia bersikap lemah lembut (mempermudah) kepada mereka, maka berbuat lemah lembutlah kepadanya.”
Dari mana sumber Doa Nabi Muhammad untuk Penguasa?
Doa ini bersumber dari hadis sahih Muslim 1828 yang berbunyi :
حَدَّثَنِي هَارُونُ بْنُ سَعِيدٍ الأَيْلِيُّ، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، بْنِ شُمَاسَةَ قَالَ أَتَيْتُ عَائِشَةَ أَسْأَلُهَا عَنْ شَىْءٍ، فَقَالَتْ مِمَّنْ أَنْتَ فَقُلْتُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ مِصْرَ . فَقَالَتْ كَيْفَ كَانَ صَاحِبُكُمْ لَكُمْ فِي غَزَاتِكُمْ هَذِهِ فَقَالَ مَا نَقَمْنَا مِنْهُ شَيْئًا إِنْ كَانَ لَيَمُوتُ لِلرَّجُلِ مِنَّا الْبَعِيرُ فَيُعْطِيهِ الْبَعِيرَ وَالْعَبْدُ فَيُعْطِيهِ الْعَبْدَ وَيَحْتَاجُ إِلَى النَّفَقَةِ فَيُعْطِيهِ النَّفَقَةَ فَقَالَتْ أَمَا إِنَّهُ لاَ يَمْنَعُنِي الَّذِي فَعَلَ فِي مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ أَخِي أَنْ أُخْبِرَكَ مَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ فِي بَيْتِي هَذَا ” اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ ” .
Telah menceritakan kepada kami Harun bin Said Al-Aili, telah menceritakan kepada kami Ibn Wahab, telah menceritakan kepada kami Harmalah, dari Abdurrahman bin Syumasa, ia berkata: “Aku datang kepada Aisyah untuk bertanya sesuatu darinya. Ia bertanya: ‘Dari mana kamu?’ Aku menjawab: ‘Aku seorang lelaki dari penduduk Mesir.’ Ia berkata: ‘Bagaimana perilaku pemimpin kalian terhadap kalian dalam peperangan ini?’ Aku menjawab: ‘Kami tidak mengalami sesuatu yang buruk darinya. Jika unta seorang dari kami mati, ia akan memberikannya unta. Jika ada di antara kami yang kehilangan budaknya, ia akan memberikannya budak. Jika ada yang membutuhkan kebutuhan pokok, ia akan memberikannya nafkah.’ Ia berkata: ‘Sesungguhnya perlakuan yang diberikan kepada saudaraku, Muhammad bin Abu Bakar, tidak menghalangiku untuk memberitahumu apa yang aku dengar dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم di rumahku ini: ‘Ya Allah, siapa yang berkuasa atas urusan umatku dan menyulitkan mereka, maka siksalah dia, dan siapa yang berkuasa atas urusan umatku dan berlemah lembut kepada mereka, maka berlemah lembutlah Engkau kepadanya.'”
Apa Makna Doa Nabi Muhammad untuk Penguasa?
Penguasa harus berlaku adil karena keadilan merupakan landasan utama dalam menjalankan kekuasaan dan pemerintahan yang baik. Berikut beberapa alasan mengapa penguasa perlu berlaku adil:
- Menciptakan Kedamaian dan Ketertiban: Keadilan membantu menjaga harmonisasi di masyarakat, mengurangi konflik, dan menciptakan suasana yang damai serta tertib.
- Menjaga Kepercayaan Rakyat: Penguasa yang berlaku adil akan mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari rakyatnya, sehingga kekuasaan yang dijalankan menjadi efektif dan stabil.
- Mewujudkan Kesejahteraan: Keadilan memastikan distribusi sumber daya dan kesempatan secara merata, membantu meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat.
- Menegakkan Hak Asasi Manusia: Penguasa yang adil akan menghormati dan melindungi hak-hak rakyat, menghindari diskriminasi dan penindasan.
- Menjadi Teladan yang Baik: Penguasa yang berlaku adil dapat menjadi contoh moral bagi rakyat dan pemimpin lain, mendorong terciptanya budaya keadilan dalam masyarakat.
- Menegakkan Hukum dan Keadilan: Keadilan adalah inti dari sistem hukum, sehingga penguasa yang adil akan memastikan penegakan hukum berjalan secara objektif dan tanpa diskriminasi.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, berlaku adil adalah kunci untuk menciptakan pemerintahan yang legitimate, efektif, dan mampu mewujudkan masyarakat yang makmur dan harmonis.
Disclaimer :
Penomoran hadis tidak selalu sama di beberapa buku hadis, karena tergantung dari penerbit buku serta metode seleksi dan indeks yang digunakan.
Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.