
Kita sebagai manusia tentu memiliki banyak dosa. Dalam hal ini Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, telah mengajarkan kepada kita sebagai umatnya untuk senantiasa membaca doa memohon ampunan.
Berikut adalah doanya:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَىَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ
allahuma anta rabbi, laa ilaha illa anta, khalaqtani wa ana ‘abduka, wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastato’tu, a’udzu bika min syarri ma sona’tu, ‘abuu ‘ulaka bini’matika ‘alayya wa abuu ‘ulaka bidzanbi, faghfir lii, fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta
“Ya Allah! Engkau adalah Rabb-ku, Tiada Tuhan dengan haq selain Engkau. Saya adalah hamba-Mu, yang selalu berusaha menepati janji dan ikatan dengan-Mu semampuku. Saya berlindung kepada Engkau dari keburukan perbuatan saya. Saya mengakui segala kenikmatan dari Engkau terhadap diri ini, dan saya juga mengakui segala dosa saya. Maka ampunilah saya, karena tidak ada yang bisa memberikan ampunan selain Engkau.”
Dari mana sumber Doa Memohon Ampunan?
Doa ini bersumber dari hadis sahih Bukhari 6306 yang berbunyi:
حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ، حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ، عَنْ بُشَيْرِ بْنِ كَعْبٍ الْعَدَوِيِّ، قَالَ حَدَّثَنِي شَدَّادُ بْنُ أَوْسٍ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ” سَيِّدُ الاِسْتِغْفَارِ أَنْ تَقُولَ اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَىَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ ”. قَالَ ” وَمَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا، فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِيَ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهْوَ مُوقِنٌ بِهَا، فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ، فَهْوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ”.
Abu Hurairah رضي الله عنه berkata: Saya mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Sebaik-baik cara meminta ampun kepada Allah adalah: Ya Allah! Engkau adalah Rabb-ku, Tiada Tuhan dengan haq selain Engkau. Saya adalah hamba-Mu, yang selalu berusaha menepati janji dan ikatan dengan-Mu semampuku. Saya berlindung kepada Engkau dari keburukan perbuatan saya. Saya mengakui segala kenikmatan dari Engkau terhadap diri ini, dan saya juga mengakui segala dosa saya. Maka ampunilah saya, karena tidak ada yang bisa memberikan ampunan selain Engkau.” Rasulullah صلى الله عليه وسلم menambahkan: “Jika seseorang mengucapkannya di siang hari dengan keyakinan, dan meninggal pada hari itu sebelum malam, maka dia termasuk ahli surga; dan jika seseorang mengucapkannya di malam hari dengan keyakinan, dan meninggal sebelum pagi, maka dia termasuk ahli surga.”
Disclaimer :
Penomoran hadis tidak selalu sama di beberapa buku hadis, karena tergantung dari penerbit buku serta metode seleksi dan indeks yang digunakan.
Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.