Doa Ketika Marah; Doa Nabi Yunus dalam Perut Ikan

Gambar PNG berasal dari id.pngtree.com/
Gambar PNG berasal dari id.pngtree.com/

Saat kondisi tidak sesuai harapan, terkadang kita marah, kepada keadaan, diri sendiri ataupun kepada orang lain. Dalam hal ini kita dianjurkan untuk membaca doa ketika marah.

Marah adalah emosi dasar manusia yang wajar, ditandai dengan perasaan tidak senang, kecewa, jengkel, atau frustrasi. Namun jika Jika berlebihan atau tidak terkontrol, marah dapat mengganggu kesehatan, menyebabkan perilaku kasar yang merusak hubungan ataupun benda sekitar, dan merugikan diri sendiri serta orang lain.

Oleh karena itu kita perlu untuk mengelola emosi tersebut. salah satunya dengan cara berdoa untuk mencapai ketenangan jiwa. doanya yaitu:

اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَۚ

al lâ ilâha illâ anta sub-ḫânaka innî kuntu minadh-dhâlimîn

“Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.”

Mengapa membaca Doa Ketika Marah itu penting?

Doa ketika marah itu penting karena dapat membantu menenangkan pikiran dan hati, sehingga kita tidak terbawa emosi yang berlebihan. Dengan berdoa, kita diajak untuk mengendalikan amarah, memohon kekuatan dan ketenangan dari Allah, serta merenungkan kembali tindakan yang tepat.

Hal ini juga membantu mencegah kita melakukan tindakan yang menyesal di kemudian hari, menjaga hubungan baik dengan orang lain, dan mendapatkan solusi yang lebih bijaksana.

Dari mana sumber Doa Ketika Marah?

Doa ini bersumber dari al-Qur’an surah al-Anbiya’ ayat 87. Ayat ini mengisahkan tentang Nabi Yunus alaihi salam yang marah dan pergi meninggalkan kaumnya, Kaum Ninawa, karena kaumnya tetap menolak untuk beriman setelah diberitahu bahwa azab akan mendatangi mereka jika tidak menyembah Allah.

Kaum Ninawa tersebut mengira bahwa beliau hanya membual tanpa bukti nyata azab akan datang. Mendengar cemoohan kaumnya itu, Nabi Yunus alaihi salam kemudian pergi dengan menaiki kapal.

Namun ditengah laut kapal tersebut mengalami kendala cuaca buruk yang dianggap sebagai amarah laut. Menurut kepercayaan orang pada saat itu maka seseorang harus dikorbankan untuk meredakan amarah laut. Sehingga terpilihlah Nabi Yunus alaihi salam untuk dibuang ke laut dan dimakan oleh ikan besar (Nun).

Di Malam hari, dalam perut ikan di dasar laut itulah Nabi Yunus alaihi salam merenungi kesalahannya. sehingga Nabi Yunus pun berdoa, al-Qur’an surah al-Anbiya’ ayat 87:

وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ

اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَۚ ۝٨٧

(Ingatlah pula) Zun Nun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdoa dalam kegelapan* yang berlapis-lapis, “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.”

*Maksudnya adalah kegelapan perut ikan, kegelapan laut yang dalam, dan kegelapan malam hari.

Berkat atas pertolongan Allah, Nabi Yunus alaihi salam pun dapat keluar dari perut ikan Nun dan kembali ke kaumnya untuk melanjutkan dakwah.

Ternyata selama Nabi Yunus alaihi salam berada di dalam perut ikan, kaum Ninawa telah melihat tanda-tanda akan datangnya azab, sehingga mereka mencari Nabi Yunus. Saat mencari, mereka menyadari bahwa Nabi Yunus alaihi salam telah menghilang dan mengira beliau pergi karena tidak ingin ikut terkena azab. Semakin yakinlah mereka akan Keesaan Allah dan Nabinya. Hingga kaumnya tersebut akhirnya mau untuk bertaubat.

Kesimpulan

Singkatnya, membaca doa saat marah adalah cara untuk mengelola emosi secara positif dan memperkuat karakter diri.

Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top