
Setiap manusia terkadang merasa bersalah atas apa yang tidak bisa ia tangani karena berada diluar kemampuan dirinya dan atas konflik yang terjadi, terlebih dengan konflik yang melibatkan saudara atau keluarga. Dalam hal ini kisah Nabi Musa alaihi salam dan Harun alaihi salam memberi contoh kepada kita untuk melakukan doa memohon ampunan.
Kisah ini diawali ketika Nabi Musa alaihi salam sedang menerima wahyu Taurat di Gunung Sinai selama 40 hari. Sedangkan Nabi Harun alaihi salam ditugaskan oleh Nabi Musa alaihi salam untuk menjaga kaumnya.
Selang 40 hari setelah menerima wahyu, Nabi Musa alaihi salam pulang dan kaget karena kaumnya telah menyimpang dengan menyembah berhala berupa patung sapi yang dibuat Samiri. Tentu Nabi Musa alaihi salam sangat marah sampai-sampai membuang Taurat dan menarik kepala Nabi Harun alaihi salam, seraya bertanya mengapa hal tersebut bisa terjadi.
Nabi Harun alaihi salam pun membela diri karena sudah berusaha mencegah kaumnya tersebut. Namun kaumnya itu tidak peduli dengan Nabi Harun alaihi salam dan bahkan mengancam hendak membunuhnya jika mengganggu.
Mendengar hal itu, Nabi Musa alaihi salam meredakan amarahnya, kemudian mengambil lagi Tauratnya seraya berdoa yang tercantum dalam surah Al-A’raf ayat 151:
قَالَ
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِاَخِيْ وَاَدْخِلْنَا فِيْ رَحْمَتِكَ ۖوَاَنْتَ اَرْحَمُ الرّٰحِمِيْنَ ࣖ
rabbighfir lî wa li’akhî wa adkhilnâ fî raḫmatika wa anta ar-ḫamur-râḫimîn
Dia (Musa) berdoa,
“Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku serta masukkanlah kami ke dalam rahmat-Mu. Engkaulah Maha Penyayang dari semua yang penyayang.”
Mengapa Doa Memohon Ampun itu Penting?
Doa memohon ampunan sangat penting karena memiliki beberapa makna dan manfaat yang signifikan, di antaranya:
- Penyelesaian Konflik; Ayat ini menjelaskan betapa pentingnya memohon rahmat Allah, dan penyelesaian konflik antara saudara dengan jernih. Tidak saling menyalahkan tanpa bukti yang jelas.
- Mengakui Kesalahan dan Kelemahan: Dengan berdoa memohon ampunan, seseorang menyadari dan mengakui kesalahan serta kekurangan dirinya di hadapan Allah. Hal ini menunjukkan kerendahan hati dan kesadaran akan kebutuhan akan rahmat-Nya.
- Membersihkan Diri dari Dosa: Doa ini adalah sarana untuk membersihkan hati dan jiwa dari dosa-dosa yang telah dilakukan, sehingga hati menjadi bersih dan tenang.
- Mendekatkan Diri kepada Allah: Memohon ampunan adalah bentuk pengakuan atas keesaan dan kebesaran Allah, serta usaha mendekatkan diri kepada-Nya. Ini memperkuat hubungan spiritual dan keimanan seseorang.
- Memperoleh Rahmat dan Hidayah: Allah sangat menyukai hamba-Nya yang memohon ampunan. Dengan berdoa, kita membuka pintu rahmat dan petunjuk dari Allah untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
- Mengajarkan Keikhlasan dan Kesungguhan: Doa ini mengajarkan kita untuk selalu sadar akan dosa dan keinginan untuk memperbaiki diri, serta menunjukkan keikhlasan dalam memohon ampunan.
- Menghindarkan dari Siksa dan Mendapatkan Maaf: Memohon ampunan dapat membantu menghindarkan dari hukuman di dunia maupun akhirat, dan mendapatkan pengampunan dari Allah.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, doa memohon ampunan adalah bagian penting dalam kehidupan beragama yang membantu manusia untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, dan mendapatkan keberkahan dari Allah.
Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.