
Kita perlu untuk melakukan doa mengharapkan keturunan yang saleh-salehah. Karena, kita sebagai manusia tentu menginginkan sebuah keluarga harmonis dan memiliki anak yang bisa dibanggakan oleh kedua orangtuanya.
Namun tidak semua pasangan langsung diberikan keturunan setelah menikah. Tentunya selain berdoa kita juga harus melakukan usaha duniawi, yaitu dengan melakukan konsultasi ke dokter, memperbaiki pola perilaku hidup sehari-hari dengan memakan makanan yang bergizi, serta mengurangi stress fisik dan mental. Segala usaha yang baik perlu dilakukan demi meningkatkan kemungkinan akan lahirnya keturunan, serta jangan pernah berputus asa akan karunia Allah. Berikut adalah doanya :
رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ
rabbi hab lî mil ladungka dzurriyyatan thayyibah, innaka samî‘ud-du‘â
Wahai Tuhanku, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa
Mengapa Doa Mengharapkan Keturunan itu penting?
- Mengharap Berkah dari Allah: Doa ini merupakan bentuk permohonan agar Allah memberkahi keluarga dengan keturunan yang saleh dan salehah, yang dapat menjadi penolong di dunia dan akhirat.
- Melestarikan Generasi Muslim yang Baik: Melalui doa ini, umat berharap agar keturunannya menjadi generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan mampu membawa manfaat bagi masyarakat dan agama.
- Menguatkan Ikatan Keluarga dan Kehidupan Spiritual: Doa ini memperkuat rasa ikhlas dan tawakal kepada Allah, serta mempererat hubungan spiritual antara manusia dan Sang Pencipta.
- Sebagai Bentuk Pengharapan dan Keikhlasan: Mengharap keturunan melalui doa menunjukkan keikhlasan dan ketergantungan manusia kepada Allah dalam segala urusan kehidupan, termasuk dalam mendapatkan keturunan.
- Mendoakan Kebaikan di Dunia dan Akhirat: Dengan doa ini, diharapkan keturunan yang dianugerahkan akan menjadi penyejuk hati dan membawa keberkahan, serta menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.
Dari mana sumber Doa Mengharapkan Keturunan?
Doa ini bersumber dari Al-Qur’an surah Ali-‘Imran ayat 38. Ayat ini mengisahkan tentang Nabi Zakaria alaihi salam yang melihat Maryam puteri ‘Imran diberkahi Allah dengan beberapa keistimewaan, salah satunya adalah menerima rezeki berupa makanan yang langsung ada, tanpa membutuhkan orang lain menyediakannya.
Nabi Zakaria alaihi salam yang kala itu merasa sudah berumur dan belum dikaruniai anak, langsung berdoa setelah melihat hal tersebut di mihrabnya di Baitul Maqdis. Berikut adalah surah Ali-‘Imran ayat 38 :
هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهٗۚ
قَالَ رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ
Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, “Wahai Tuhanku, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”
Kesimpulan
Secara umum, doa mengharapkan keturunan merupakan bentuk harapan, dan kepercayaan kepada Allah bahwa segala sesuatu berasal dari-Nya dan hanya kepada-Nya segala urusan kembali.
Hal ini merupakan bentuk ikhtiar spiritual agar mendapatkan keturunan yang membawa kebaikan, keberkahan, dan keberuntungan dunia dan akhirat.
Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.